| tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI – ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS – MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain |
| MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN |
utkampus : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net
HIDROPONIK merupakan metode bercocok tanam tanpa tanah. Bukan hanya dengan air sebagai media pertumbuhannya, seperti makna leksikal dari kata hidro yang berarti air, tapi juga dapat menggunakan media-media tanam selain tanah seperti kerikil, pasir, sabut kelapa, zat silikat, pecahan batu karang atau batu bata, potongan kayu, dan busa.
Mungkin, bagi sebagian besar orang tidak akan percaya di antara ratusan tomat yang dimakan tidak tumbuh di atas tanah melainkan di air. Seperti percobaan yang yang dilakukan salah satu bapak hidroponik, Dr.W.F.Gericke dari Universitas California pada tahun 1930-an. Latar belakang Gericke meneliti sistem hidroponik ini, karena ia melihat luas tanah di sekelilingnya terasa semakin menciut untuk ditumbuhi berbagai tanaman.
Hasil penelitiannya yang mudah dan praktis ini pun cepat diketahui se-antero Amerika. Bahkan tentara-tentara Amerika yang dinas di pulau-pulau gersang dan terisolasi pun ikut menumbuhkan tanaman sayuran di ruang tertentu dengan menggunakan sistem hidroponik. Begitu pula di Jepang, yang didirikan segera setelah Perang Dunia II berakhir untuk persediaan makanan bagi tentara pendudukan Amerika.
Sejak saat itu, banyak dibuat unit hidroponik yang berskala besar di Meksiko, Puerto Rico, Hawaii, Israel, Jepang, India, dan Eropa. Dan lebih kompleks lagi, hidroponik dijadikan sebagai bisnis besar dan diselenggarakan projek riset terhadapnya, juga banyak berdiri perusahaan-perusahaan yang menaruh perhatian pada bidang bercocok tanam paling logis di bumi dengan penduduk yang terus bertambah.
Menurut Nicholls (1986), semua ini dimungkinkan dengan adanya hubungan yang baik antara tanaman dengan tempat pertumbuhannya. Elemen dasar yang dibutuhkan tanaman sebenarnya bukanlah tanah, tapi cadangan makanan serta air yang terkandung dalam tanah yang terserap akar dan juga dukungan yang diberikan tanah dan pertumbuhan. Dengan mengetahui ini semua, di mana akar tanaman yang tumbuh di atas tanah menyerap air dan zat-zat vital dari dalam tanah, yang berarti tanpa tanah pun, suatu tanaman dapat tumbuh asalkan diberikan cukup air dan garam-garam zat makanan.
Manipulasi yang dapat dilakukan selain perlakuan di atas adalah pengontrolan. Dengan perawatan rutin (sehari hanya memakan waktu maksimal 20 menit), kita dapat menikmati bermacam buah-buahan, sayur-sayuran, dan rempah-rempah tanaman obat.
Metode hidroponik “mengizinkan” orang-orang yang tinggal di rumah dengan halaman yang sempit dan juga mahasiswa yang bertempat di tempat kos untuk menikmati buah dari tangan dingin di tempat sendiri. Karena, ya… itu tadi, tidak perlu tanah! Keuntungan yang diperoleh pun cukup berlimpah. Pada bidang tanah yang sempit dapat ditumbuhi lebih banyak tanaman dari yang seharusnya. Lantas hasil tanaman buah dapat menjadi lebih masak dengan cepat dan lebih besar. Air dan pupuk dapat lebih awet karena dapat dipakai ulang. Nicholls (1986) menambahkan pula, hidroponik memungkinkan kita untuk mengatur tanaman lebih teliti dan menjamin hasil yang baik dan seragam.
**
SETELAH ribuan tahun manusia menetap di muka bumi, dan seiring waktu yang terus berjalan, dunia makin kecil dengan bertambahnya populasi bumi yang melaju cepat. Tidak dapat dibayangkan jika Tuhan tidak memberi kita otak atau akal… apa yang akan terjadi dengan dunia? Tanah makin sedikit, banyak yang dirombak untuk dibangun rumah-rumah masyarakat. Populasi tumbuhan pun semakin berkurang.
Di sisi lain, sekarang sedang maraknya bioteknologi di berbagai bidang, salah satunya bidang pertanian. Setelah melakukan berbagai penelitian, bioteknologi merupakan satu jalan menuju kesejahteraan manusia mengingat lahan pertanian Asia yang semakin kecil. Adapun tanaman-tanaman yang berhasil dimutasikan gennya (transgenik) adalah kapas, jagung, buah-buahan yang memang menjadikan kualitasnya lebih baik, tahan hama penyakit, dan hasilnya pun lebih banyak. Namun bioteknologi tidak semulus kelihatannya, banyak pihak, terutama dari perkumpulan lingkungan hidup semacam Greenpeace, percaya tanaman transgenik justru akan mengembangkan virus penyakit yang lebih kebal.
Adanya bahaya hipotetik pada tanaman kapas, dan seperti yang dikatakan Setyarini (2000), jagung transgenik akan dimakan hewan unggas. Dalam rantai makanan, unggas tersebut akan dimakan manusia. Yang sangat dikhawatirkan adalah dalam unggas tersebut terdapat genetically modified organism (GMO) yang efeknya cukup riskan dalam tubuh manusia.
Masalah lainnya adalah potensinya dalam mengganggu keseimbangan lingkungan antara lain serbuk sari jagung di alam dapat mengawini gulma-gulma liar, sehingga menghasilkan gulma unggul yang sulit dibasmi.
Meskipun tanaman transgenik memiliki kehebatan yang menakjubkan, berkualitas tinggi, kebal terhadap serangan hama hingga petani tidak perlu menyemprot pestisida, serta meningkatkan swasembada pangan tanaman, dan sebagainya, namun kita tetap harus mempertimbangkan kemungkinan besar lain, yang tidak kalah penting hingga berpengaruh terhadap keseimbangan alam dan kesehatan kita. Karena hal ini pun, sepertinya metode hidroponik merupakan alternatif paling aman. Dan mungkin hidroponik ini tidak akan menarik jika sistem tanah memiliki kualitas yang baik, konsisten, dan semua penanaman cukup berinteraksi dengan tanah.
Tinggal dalam apartemen yang paling kecil sekalipun tidak menutup kemungkinan kita dapat menanam bunga, buah, dan sayur-sayuran. Untuk mencapainya dapat dilakukan dengan sistem hidroponik dalam pot yang kecil-kecil. Intinya, saat ini bercocok tanam dengan hidroponik menjadi alternatif paling realistis jika hidup di kota.
Jika kita sudah menaruh perhatian untuk menumbuhkan tanaman dengan hidroponik, pengontrolan adalah hal yang penting dilakukan. Komposisi pupuk, pemberian insektisida yang cukup (meskipun tak perlu yang manjur, karena hama penyakit tanaman dari tanah tidak ada atau sedikit saja di media bukan tanah), kesterilan media dan pengairan secara teratur harus disorot. Namun pada hidroponik juga memiliki kelemahan, apalagi jika mengabaikan sistem pengontrolan. Menanam di udara terbuka mendatangkan persoalan baru yaitu kondisi cuaca yang selalu berubah.***PR-Kamis, 18 Nopember 2004
Sri Nurilla Fazari, Mahasiswa Departemen Biologi ITB.


















Salam sejahtera buat anekaplantasia.saya sangat bersyukur sekali dengan informasi yang tertuang dalam web ini yaitu tentang budidaya tanaman dengan sistem hidroponik yang medianya tidak menggunakan tanah semata.Nah, sekarang saya mau minta”tolong kirimkan secara detail teknik budidaya,pemeliharan dan pengendalian berbagai hama penyakit yang tepat terhadap budidaya dengan sistem hidroponik ini. terima kasih Tuhan memberkati.
saya juga bingung
bagaimana cara menanam dengan menggunakan hidroponik? mohon penjelasan segera. kirim ke email saya terimakasih.
salam..
kami dari Hidrogroup Indonesia yang bgergerak dibidang hidroponik ingin menawarkan berbagi produk hidroponik. jika ada yang berminat dapat email kami di hidrogroup@gmail.com dan kami akan mengirimkan katalog lengkap produk kami karena website kami sedang dalam perbaikan. terima kasih
saya sangat tertarik akan pertanian hidroponik tolong saya dikirim saya literatur dan hal-hal lain mengenai usaha dari hidroponik, terima kasih
sekedar sharing aja, bagi yang berminat tentang hidroponik, bisa ke belajar sama-sama di http://www.ediskoe.blogspot.com
baik hoby, petani dan pengusaha. lets go hydroponics. tx
tolong informasikan tentang teknologi terbaru hidrofonik pada saya . .
dan mari berbagi informasi tantang hidrofonik . .
http://www.k_arip@yahoo.co.id
SAYA PELAJAR, SAYA MO MINTA KETERANGAN STENTANG MEDIA HIDROPONIK, KAN ADA YANG SEPERTI VERMIKULTUR, KULTUR AIR DLL, NAH BISA DI JELASKAN S4ECARA JELAS?
secara sangat sederhana, hidroponik dapat dilakukan dengan memanfaatkan pipa pralon beka yang pada salahsatu sisinyadilubangi seukuran pot yang akan dipakai,dalam pipa diisi air kemudian letakan pot di lubang yang ada, pada bagian bawah pot beri lubang 3-4 buah, 2 lubang untuk sumbu agar air bisa naik dan lainnya untuk akar.Dalam pot letakan kapas dan taburi bibit diatasnya.Pada tahap awal sebelum berkecambah, tutup pot dengan kapas basah tipis.Selama penanaman, jauhkan tanaman dari sinar matahari langsung.Dapat juga dilakukan dengan hidrogel.
[...] Sumber: http://anekaplanta.wordpress.com/2007/12/21/hidroponik/. [...]
wkakaka.apaan tuh ga jelas!!!!
diatas dah diterangin yuch tentang kelebihannya.
trus kekurangannya apa? ada gak?
intinya, tanaman yang biasanya ditanam menggunakan media tanah, pada teknik hidroponik media tanam diganti dengan menggunakan air. Jadi akar tanaman tumbuh pada media air. Air tersebut tidak sembarang air, tapi air yang sudah diberi nutrisi asupan hara sebagaimana yang ada di dalam tanah.
Tanaman kan menyerap nutrisi/hara dalam bentuk ion yang larut dalan cairan tanah. Jadi pada hidroponik tanaman lebih mudah menyerap hara karena hara sudah tersedia dalam bentuk cairan….
Kira-kira begitu ya Mas….?!?!?!?!?!
Kalo teknis kerjanya secara sederhana udah dijelasin ama mas/mbak phin2
Untuk tanaman bayam apa bisa pakai cara hidroponik
Jwbnny kren jg,,tapi belum jelas t0,,perlu di rincikan lagi,
pengen mencoba daripada hidroponik
tolong informasi pada saya cara pembuatan hidroponik