Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘awas ! narkotik’ Category

“Mereka pakai opium untuk obat. Jika anak-anak mereka menangis, mereka memberinya opium”
Senin, 24 Januari 2011, 15:44 WIB

Renne R.A Kawilarang, Denny Armandhanu

Anak-anak berlindung di ibukota Afganistan, Kabul (AP Photo)

VIVAnews – Anak-anak di provinsi Balkh, Afghanistan bagian utara, terpaksa jadi pecandu opium sejak usia belia. Itu karena orang tua mereka terbiasa memberi asupan opium sebagai obat.

Menurut kisah di stasiun televisi CNN,  Senin 24 Januari 2011, suatu daerah terpencil di provinsi Balkh dihuni para pecandu tanaman bahan baku heroin ini.  Mereka menelan opium murni semudah memakan kacang, tanpa tahu apa bahayanya.

Seorang warga di Balkh, Aziza, mengaku memberi makan anaknya yang berusia empat tahun, Omaidullah, dengan opium yang disimpannya di dalam plastik. Dia mengatakan opium baik untuk membuat anaknya jadi tenang dan tertidur. “Jika saya tidak memberinya opium, dia tidak akan tidur, dan saya tidak bisa bekerja,” ujar Aziza.
(lebih…)

Read Full Post »

Petugas kepolisian menunjukkan barang bukti sabu-sabu hasil penggerebegan di Jalan Cemara Permai No.3 blok ST/C3-15 Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Rabu (19/3). Saat ini polisi terus mengembangkan kasus ini.
Kamis, 20 Maret 2008 | 09:18 WIB

JAKARTA, KAMIS-Penggrebekan di jalan Camar Permai No.3 Blok ST/C3-15 Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, yang menemukan barang bukti 600 kilogram sabu-sabu, memunculkan dugaan bahwa di balik itu ada sindikat besar internasional yang mengendalikan bisnis narkoba ini.

Dilihat dari nilainya saja yang mencapai sekitar Rp600 miliar, dapat diduga hanya bandar besar jaringan internasional yang bisa menjalankanya. “Memang ada dugaan ini milik bandar besar jaringan internasional. Maka penanganannya diambil alih Polda Metro Jaya,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ketut Yoga Ana, Rabu (19/3).

(lebih…)

Read Full Post »

Serbuk maut yang di kalangan pemakai disebut putau itu sebenarnya sejenis heroin tapi tidak murni. Ia dibuat oleh pabrik-pabrik ilegal yang biasanya mengambil lokasi di kebun candu atau opium di kawasan Segi Tiga Emas ataupun Asia Barat. Apa dan mengapa sangat berbahaya bagi kesehatan si pemakai?


Serbuk putau. Penyalahgunaan obat di Indonesia akhir-akhir ini semakin meluas melanda generasi muda. Obat-obat yang disalahgunakan mulai dari ganja atau hashish, pil koplo, kokain, hingga ekstasi. Bahkan akhir-akhir ini muncul sabu-sabu (sejenis amfetamin) serta putau (sejenis heroin). Ganja atau hashish, kokain, dan putau termasuk narkotik. Sedangkan pil koplo, ekstasi, dan sabu-sabu tergolong psikotropika.

Putau adalah sejenis heroin yang tidak murni dan sangat berbahaya bagi kesehatan pemakainya. Korban-korban ketagihan, sakit, dan kematian akibat heroin sudah cukup banyak. Belum ada data resmi berapa jumlah korban di Indoensia, karena keluarga korban enggan melaporkan. Ada rasa malu dan keluarga berupaya menutup-nutupi.

Bahan dasar pembuatan heroin adalah getah buah candu (opium) dari Papaver somniferum, keluarga Papaveraceae, yang sudah tua tetapi belum masak. Dari getah kering ini diperoleh candu. Kandungan candu adalah alkaloida golongan narkotik, misalnya morfin, kodein, tebain, narsein, dan alkaloida non-narkotik, misalnya papaverin, narkotin, apomorfin. (lebih…)

Read Full Post »

advertorial |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI – ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS – MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

utkampus : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net


TINGKAT penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang lainnya semakin berkembang di tanah air. Penderita AIDS akibat penggunaan narkotika melalui jarum suntik tercatat paling tinggi di antara penularan lewat cara lainnya. Jika saja ada ungkapan tentang sulitnya memberantas penyalahgunaan narkotika, mungkin pernyataan itu ada benarnya. Sejarah telah menuliskan catatan panjang yang kelam tentang perjalanan narkotika sejak dahulu kala. Boleh dikata, narkotika telah berkembang sejalan dengan sejarah manusia itu sendiri.

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang menyebabkan pengaruh berupa pembiusan, hilangnya rasa sakit, rangsangan semangat, halusinasi, atau timbulnya khayalan-khayalan yang menyebabkan efek ketergantungan bagi pemakainya. Salah satu jenis narkotika yang paling tua selama perjalanan sejarah adalah opium. (lebih…)

Read Full Post »

Ineks Herbal,

advertorial |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI – ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS – MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

utkampus : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net

Ineks ”Legal” Bagi ”Clubber”?  BEBERAPA pekan lalu, Polresta Bandung Barat menggerebek sebuah tempat hiburan di Kota Bandung. Dari operasi itu didapatkan ratusan pil yang dijual bebas di tempat hiburan tersebut. Oleh para clubber atau dugem’ers (sebutan bagi mereka yang senang ajojing di diskotek dan sejenisnya) dengan nama edarnya ialah ineks herbal.

Pil-pil yang oleh distributornya (PT Energi Segar Prazendotama) dinamakan “suplemen” tersebut, terdiri atas berbagai merek yaitu Bliss, Zoom, ESP, dan Jump. “Suplemen-suplemen” itu diimpor oleh PT ESP dari sebuah perusahaan farmasi di Selandia Baru bernama Energy Supplements Limited. (lebih…)

Read Full Post »

advertorial |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI – ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS – MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

utkampus : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net


KETIKA Polresta Bandung Barat menangkap pimpinan PT ESP selaku distributor “ineks herbal” (versi polisi) atau suplemen (versi distributor), beberapa pelanggaran aturan dialamatkan kepada distributor. Beberapa aturan itu ialah UU Kesehatan No. 23 Tahun 1992, dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 72 Tahun 1998 tentang Pengamanan Persediaan Farmasi Tanpa Izin Edar.

Untuk UU Kesehatan No. 23 Tahun 1992, pelanggaran yang diduga dilakukan distributor dikaitkan pada pasal 80 ayat 4 huruf b. Bunyi ayat tersebut, “Barang siapa dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan persediaan farmasi berupa obat atau bukan obat yang tidak memenuhi syarat farmakologi Indonesia dan atau baku standar lainnya, dipidana paling lama 15 tahun dan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 300 juta”. (lebih…)

Read Full Post »

Sejarah Opium

advertorial |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI – ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS – MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

utkampus : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net


3400 Sebelum Masehi (SM). Tanaman bernama Latin Papaver somniferum ini (biasa disebut tanaman poppy) pertama kali ditanam di lembah Mesopotamia. Orang-orang Sumeria menyebutnya sebagai “tanaman kesenangan”. Euforia tanaman opium ini kemudian menyebar pada orang-orang Asyiria dan Babilonia. Dari tangan mereka kemudian menyebar hingga ke Mesir.

1300 SM. Ladang tanaman opium kemudian dikembangkan di ibu kota Mesir, Thebes. Perdagangan opium pun mulai dilakukan pada saat raja Thutmose IV, Akhenaton, dan Tutankhamen. Rute perdagangan opium ini kemudian meluas hingga melintas Laut Mediterania menuju Yunani dan Eropa.

1100 SM. Di Kepulauan Ciprus, orang-orang mulai mengambil dan memisahkan biji tanaman opium saat panen tiba. Mereka juga mulai melakukan budi daya, jual beli, serta mengisap opium sebelum masa jatuhnya Troy. (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »