Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘tanaman sayuran’ Category

Menanam sayuran organik cukup mudah dilakukan sendiri di rumah.
Kamis, 13 Januari 2011, 13:51 WIB

Pipiet Tri Noorastuti

Sayuran organik (corbis.com)

VIVAnews – Menanam sayuran organik di rumah merupakan satu pilihan cerdas. Keluarga sehat bisa mengonsumsi makanan organik setiap hari. Rumah pun hijau dan cantik.

Menanam sayuran organik cukup mudah dilakukan sendiri di rumah. Perawatannya tak jauh berbeda dengan tanaman hias atau bunga. Cukup rawat dengan pupuk alami seperti kompos. Hindari pupuk kimia atau pestisida.

Tak perlu pula pekarangan atau kebun luas untuk menanamnya. Sayuran organik bisa tumbuh di dalam pot. Dengan pilihan pot yang menarik dan unik, Anda bisa menempatkannya di sudut-sudut ruang sebagai hiasan.

Sayuran organik memang banyak dilirik seiring meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat. Tapi banyak dari mereka kemudian mengurungkan niat mengonsumsi makanan organik lantaran harganya mahal. Harga sayur organik bisa 75 persen lebih mahal dibanding sayur biasa. (lebih…)

Read Full Post »

Sabtu, 22 Januari 2011, 14:30 WIB

Elin Yunita Kristanti

Stasiun luar angkasa internasional (AP Photo/NASA TV)

VIVAnews – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengirimkan biji tomat ke luar angkasa. “Kami sudah mengirimkannya, biji tomat itu terbang menggunakan satelit HTV2 Jepang,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat LAPAN, Elly Kuntjahyowati, saat dihubungi VIVAnews.com, Sabtu, 22 Januari 2011.

Dijelaskan Elly, proyek ini adalah kerjasama sejumlah negara yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, India, dan Vietnam. Masing-masing negara mengirimkan biji tanaman. Untuk LAPAN proyek ini dipimpin oleh Ratih Dewanti.

“Tujuannya untuk pengembangan minat generasi muda. Biji itu akan ditaruh ke kondisi mokrigravitasi lalu dikirim lagi ke Indonesia,” tambah dia. Untuk mencari tahu, apakah mereka dapat tumbuh tanpa gravitasi.

Seperti dimuat Coffetoday.com, satelit tak berawak milik Badan Antariksa Jepang (JAXA), ‘Kounotori 2’ atau disebut juga dengan HTV2  membawa enam tom material ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Material-material tersebut termasuk makanan, sampel air minum untuk pusat penelitian ilmiah Jepang di luar angkasa. Laboratorium ilmiah di ISS sejatinya hanya boleh diakses 15 negara yang menjadi bagian dari proyek stasiun luar angkasa internasional.
(lebih…)

Read Full Post »

Berjalan Bawang

Beberapa tahun yang lalu seorang teman memberi saya beberapa Bawang Berjalan. Sebuah tanaman banyak nama, mereka juga dikenal sebagai: Bawang Berjalan Mesir, Mennonite Bawang Berjalan, Pohon Bawang bombay, Mesir Pohon Bawang, Top Bawang, Winter Bawang bombay, atau Tahunan Bawang. nama yang tepat mereka adalah Allium proliferum (atau Allium cepa var proliferum,. tergantung pada siapa Anda bertanya) dan mereka berkembang biak!

Hardy untuk zona 4, bawang ini mulai memproduksi juicy daun hijau terang sangat awal di musim semi. Bahkan sebelum daun bawang saya membangunkan mereka memberi saya bawang hijau renyah untuk salad musim dingin saya.

Fresh green onions in January!
Ketika mereka tumbuh, benjolan putih kecil di bagian atas menjadi rumpun bulbils berkulit tipis sedikit atau topsets, maka nama bawang atas atau pohon. Ketika topsets menjadi cukup berat batang menjatuhkan lebih dari setengah dan diberi kesempatan akar set dan tumbuh jauh dari tanaman induk. Jika mereka dibiarkan untuk melanjutkan siklus mereka akan “berjalan” di taman Anda. (lebih…)

Read Full Post »

(ist)

INILAH.COM, London – Brokoli ternyata efektif mencegah serangan jantung dan stroke. Zat kimia sulforaphane yang terkandung di dalam brokoli, berfungsi menguatkan sistem kekebalan tubuh untuk mencegah penyumbatan arteri.

Tanaman lain seperti bunga kol, tauge, kubis dan pak choi juga mengandung zat kimia ini. Tetapi dari keseluruhan sayur itu, brokoli memiliki kadar paling tinggi.

Hasil penelitian Journal Arteriosclerosis Thrombosis and Vascular Biology mengklaim, brokoli efektif mencegah serangan jantung dan stroke. Zat kimia sulforaphane yang terkandung di dalam brokoli, menurut peneliti, berfungsi menguatkan sistem kekebalan tubuh untuk mencegah penyumbatan arteri. (lebih…)

Read Full Post »

INILAH.COM, Athena – Upaya kembali ke alam menjadi dasar bagi beberapa penelitian untuk mengatasi berbagai penyakit. Seperti kentang yang berguna sebagai obat antiperadangan dan seledri yang diyakini bisa meningkatkan libido pria.

Dalam beberapa temuan terbaru yang dilakukan di University of Athens seperti yang dilansir dari Healthday, peneliti menemukan manfaat getah belukar dalam meredakan gangguan pencernaan dan krim chicory untuk meredakan radang sendi. Sementara kentang mengandung antiperadangan dan seledri bisa meningkatkan libido pria.

Berikut beberapa nama tanaman yang diyakini bisa mengobati berbagai penyakit;

Getah belukar

Getah dari sejenis belukar yang selalu hijau terbukti efektif mengatasi gangguan pencernaan. Getah (gum) dari tanaman pistacia lentiscus di Yunani diyakini mengandung asam alami yang bisa melawan helicobacter pylori, bakteri yang bisa menginfeksi lapisan lambung. (lebih…)

Read Full Post »

(istimewa)

INILAH.COM, Jakarta – Anggapan bahwa teh hijau satu-satunya tanaman yang sangat efektif menangkal radikal bebas di udara sekitar adalah salah. Ternyata cukup banyak tumbuhan lain kaya senyawa antioksidan dengan harga jauh lebih murah, namun juga mampu menangkal radikal bebas.

Seperti diungkapkan oleh Ir Henny Windarti, MSi, juru bicara Institut Pertanian Bogor (IPB), dalam pemaparan hasil penelitian, di kampus IPB Bogor, belum lama ini.

Menurut dia, empat peneliti IPB berhasil menemukan senyawa antioksidan alami pada sekurangnya 11 macam sayuran yang biasa dikonsumsi dalam bentuk lalapan dalam masyarakat Sunda, Jawa Barat.

“Jadi, kalau kita makan ikan atau ayam bakar disediakan lalapan daun kemangi, poh-pohan atau kenikir harus dimakan. Sebab, tidak saja rasanya yang enak, tetapi juga makan dedaunan itu baik untuk kesehatan karena kaya akan antioksidan alami,” ucapnya.

Henny Windarti yang didampingi keempat peneliti, yaitu Dr Nuri Andarwulan, Ratna Batari, Diny Agustini Sandrasari, dan Prof Hanny Wijaya, menyebutkan, kesebelas jenis sayuran itu ialah kenikir (Cosmos caudatus), beluntas (Pluchea indica), mangkokan (Nothopanax scutellarium), kecombrang (Nicolaia speciosa Horan), kemangi (Ocimum sanctum), katuk (Sauropus androgynus), kedondong Cina (Polyscias pinnata), daun antanan (Centella asiatica), poh-pohan (Pilea trinervia), daun ginseng (Talinum paniculatum), dan krokot (Portulaca oleracea).

Nuri Andarwulan, peneliti di Pusat Pengembangan Ilmu dan Teknologi Pertanian dan Pangan Asia Tenggara (SEAFAST) IPB, menjelaskan, senyawa antioksidan alami itu berupa senyawa fenolik (tokoferol, flavonoid, asam fenolat), senyawa nitrogen (alkaloid, turunan klorofil, asam amino, dan amina), atau karotenoid seperti asam askorbat.

Dari hasil penelitian yang pernah dipaparkan dalam seminar bertema Natural Antioxidants: Chemistry, Biochemistry and Technology itu diketahui nilai total flavonoid dari sayur lalapan itu sangat bervariasi. (lebih…)

Read Full Post »

Kalau biasanya Anda mengonsumsi terung berwarna hijau atau ungu, kini Anda bisa mencicipi terung putih yang lebih enak.

Terung terbilang sayuran yang digemari berbagai kalangan. Tanaman terung dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Saat ini di Indonesia banyak beredar varietas terung hibrida. Varietas hibrida menawarkan berbagai keunggulan, yaitu produksi tinggi, daya tahan terhadap hama penyakit, tekstur buah renyah dan empuk, serta rasa enak.

Jenis terung yang umum diperjualbelikan adalah terung gelatik, terung kopek, terung medan, terung bogor, dan terung jepang. Sedangkan terung putih, si pendatang baru, bentuknya mirip terung jepang, tetapi ukurannya sedikit lebih besar dan warnanya putih bersih.

Terung putih hibrida yang dirilis belum setahun lalu itu kini sudah dibudidayakan secara komersial oleh beberapa petani di Pontianak, Kalbar. Demikian diungkap Afrizal Gindow, Direktur Pemasaran PT East West Seed Indonesia (EWSI), produsen benih sayuran di Purwakarta, Jabar.  Ia menambahkan, pasar terung putih di daerah tersebut cukup besar terutama untuk konsumsi suku Tionghoa. Alhasil, “Permintaan benih terung putih Kania F1 produksi EWSI cukup tinggi. Potensi hasilnya mencapai rata-rata 2—3 kg per tanaman,” ucap Afrizal. (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »