Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Tanaman Parasit’ Category

Keberadaan binatang purba yang langka yaitu komodo di habitatnya di kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur terancam dengan kahadiran tanaman ‘asing’ sejenis kaktus yang eksotik, opuntia engelmanni.

Keberadaan binatang purba yang langka yaitu komodo di habitatnya di kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur terancam dengan kahadiran tanaman ‘asing’ sejenis kaktus yang eksotik, opuntia engelmanni.

Jenis flora asing yang ‘moyangnya’ diduga berasal dari Australia itu, bentuk daunya lonjong pipih bersusun-susun berwarna hijau tua, yang di bagian tepi daunnya ‘menempel’ duri-duri tajam.

Gambar anatomi dari tanaman tersebut, ditunjukkan lewat rekaman video oleh Tim Jessop, tenaga ahli dari Kebun Binatang (Bunbin) San Diago, AS, kepada Antara di kantor TNC di Sanur Denpasar, Minggu.

Gambar diambil baru-baru ini ketika Tim Jessop mengadakan penelitian untuk menginventarisir flora dan fauna di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK).

“Selama delapan bulan di sana (TNK), saya sudah mencatat sekitar 150 pohon kaktus asing tumbuk di daerah tersebut. Kurang lebih 100 pohon berada di Loh (Teluk) Boho dan 50 batang tumbuh di Loh Wenci,” ungkapnya. (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

BENALU teh dari spesies Scurrula atropurpurea (BL) DANS merupakan tanaman parasit pada pohon teh (Thea sinensis L). Berbagai spesies benalu sejak zaman dahulu telah digunakan untuk mencegah dan mengobati berbagai penyakit.
BENALU teh dari spesies Scurrula atropurpurea (BL) DANS merupakan tanaman parasit pada pohon teh (Thea sinensis L). Berbagai spesies benalu sejak zaman dahulu telah digunakan untuk mencegah dan mengobati berbagai penyakit. Misalnya Viscum album L var lutecens MAKINO untuk mengobati sakit pinggang dan jamu pascamelahirkan para ibu di Jepang, Viscum album L untuk mengobati kanker di Korea dan Cina, bahkan di beberapa negara Eropa menjadi obat antikanker nonkonvensional dan dijual dengan nama dagang Iscador.

PROFESOR RKY Zee-Cheng dalam tulisannya mengenai penelitian antikanker tanaman benalu dalam jurnal Drugs of the Future mengatakan, pasien penderita kanker yang diberi ekstrak benalu dari spesies Viscum album menunjukkan perbaikan pada DNA dalam limfosit dan sel kekebalan tubuh. Melalui berbagai penelitian yang disarikan oleh Zee-Cheng dari Pusat Medik Universitas Kansas itu, senyawa bioaktif yang berperan sebagai antikanker adalah petida, oligisakharida, alkaloid, polifenol, dan flavanoid.

Masyarakat Indonesia secara turun-temurun juga menggunakan benalu dalam bentuk jamu untuk mengobati berbagai penyakit, termasuk benalu teh untuk mengobati kanker. Dr Retno Murwani MSc dari Universitas Diponegoro pernah menyatakan bahwa benalu teh berkhasiat membunuh sel tumor dan sel kanker fibro sarcoma (Suara Merdeka, 14 Maret 2003). (lebih…)

Read Full Post »

Banyak petani sayur kubis-kubisan me¬ngalami gagal panen. Bahkan di antaranya bangkrut karena serangan penyakit cendawan Akar Gada (Plasmodiophora Brassicae). Bagaimana mengatasinya?

Akar Gada mampu bertahan sampai 10 tahun di lahan pertanian sayur dengan cara membentuk spora jika tidak ada media berkembangbiaknya. Begitu juga beberapa penyakit yang menyerang tanaman kentang.

Di Indonesia, penyakit ini menyebabkan kerusakan pada kubis-kubisan sekitar 88,60% dan pada tanaman caisin sekitar 5,42−64,81%. Kerugian yang disebabkan oleh Akar Gada pada tanaman kubis-kubisan di Inggris, Jerman, Amerika Serikat, Asia, dan Afrika Selatan mencapai 50–100%. Di Australia, patogen ini menyebabkan kehilangan hasil sekitar 10% hasil pertanian tiap tahun dengan kehilangan pendapatan sebesar US$13 juta.

Gejala infeksi akibat serangan patogen ini adalah daun-daun tanaman layu jika hari panas dan kering, kemudian pulih kembali pada malam hari, serta kelihatan normal dan segar pada pagi hari. Jika penyakit berkembang terus, daun-daun menjadi kuning, tanaman kerdil, dan mungkin mati atau hidup merana.

Pembengkakan akar merupakan ciri khas penyakit Akar Gada. Besar dan letaknya bergantung pada spesies inang dan tingkat infeksi. Akar yang membengkak akan makin besar dan biasanya hancur sebelum akhir musim tanam karena serangan bakteri dan cendawan lain (www.pustaka-deptan.go.id).

Di Kebun Percobaan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang berlokasi di Pasir Sarongge Cianjur, telah dilakukan uji coba efektifitas Bio-EXTRIM menangkal Akar Gada. Dari tujuh produk yang sedang diujicobakan, Bio-EXTRIM (Pupuk Hayati Majemuk Cair) memberikan hasil yang terbaik dalam pengembalian kesuburan tanah, pelonjakan hasil panen, dan ketahanan terhadap serangan penyakit Akar Gada.

Perlakuan yang dilakukan untuk keberhasilan itu yakni penyemprotan 3 liter/ha pada pratanam dan penyemprotan dengan dosis 3 ml/liter air/minggu. Untuk mengantisipasi segala kemungkinan terhadap serangan Akar Gada, yang biasanya membentuk spora bahaya laten, maka sangat logis jika lahan pertanian disterilkan dengan Bio-EXTRIM dari resiko serangan penyakit Akar Gada.

Sinartani.com, 12 Januari 2010

Read Full Post »

Tanaman parasit

tanaman_parasitDalam merawat tanaman jenis apapun, hendaknya perlu diperhatikan pemeliharaannya. Selain pemberian pupuk dan penyiraman regular, perawatan tanaman hendaknya perlu memperhatikan timbulnya tanaman pengganggu yang lazim disebut tanaman parasit.

Tanaman parasit dapat mengganggu pertumbuhan tanaman induk karena tanaman parasit menyerap mineral dan zat-zat yang dibutuhkan oleh tanaman induk untuk dirinya sendiri yang kemudian menyebabkan tanaman induk tidak mendapatkan zat-zat penting tersebut. Bila dibiarkan maka dapat membinasakan tanaman induk. (lebih…)

Read Full Post »