Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Februari, 2008

 

TBC kini harus kembali diwaspadai. Ia sudah menjangkiti dan menyebabkan kematian banyak orang. Tapi tak perlu cemas. Dengan daun singawalang ternyata penyakit menahun ini bisa ditaklukkan.

 

Diam-diam penyakit menular yang satu ini sangat mengerikan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan penderitanya di Indonesia mencapai 583.000 orang dan ada kecenderungan bertambah 262.000 orang lagi di masa mendatang. Yang menyedihkan, seperti dikutip Kompas, 16 September 2001, setiap tahun sekitar 140.000 penderitanya meninggal. Itu artinya, setiap empat menit seorang penduduk Indonesia meninggal karena menderita penyakit ini. Yang lebih menakutkan, dalam setahun seorang penderita dapat menulari 10 orang lainnya. Itulah penyakit tuberculosis (TBC). Kalau perkiraan WHO di atas benar, maka dalam tahun depan akan ada 5.830.000 penderita!

Bila keadaan ini tidak segera ditangani, akan banyak nyawa melayang. Selama ini tindakan pencegahan yang populer di masyarakat adalah vaksinasi BCG pada balita.

Namun, masih ada “lubang” yang memungkinkan penyakit ini lolos. Kalau sudah berjangkit pengobatannya lebih sulit lagi. Ada prasyarat yang mesti dipenuhi, yakni tersedianya obat (perlu cukup uang), disiplin, dan sabar dalam menjalani pengobatan. Sayangnya, meski obat mampu disediakan toh dengan pertimbangan tertentu masih ada orang yang ragu menjalani pengobatan. Antara lain dengan alasan ngeri terhadap kemungkinan efek sampingan obat yang harus diminum tak kurang dari enam bulan. Karenanya, pengobatan alternatif dari bahan alami pun dicoba. Salah satu tanaman yang disebut-sebut bisa mengobati penyakit satu ini adalah singawalang (Petiveria alliacea).

 

Populer di Haiti (lebih…)

Read Full Post »

 

Kalau mau itung-itungan cara pedagang, ruang terbuka hijau di tengah kota besar jelas tidak menguntungkan. Mungkin gara-gara dianggap nyaris tak punya nilai ekonomi, areal hijau seperti itu kini makin sulit dijumpai. Apalagi di Jakarta.

 

gbr pohon di danauBila Anda sudah jadi warga Jakarta sejak 1970-an, pastilah bisa merasakan perubahan keadaan lingkungan. Kala itu udara Jakarta masih relatif sejuk. Air tanah lebih mudah didapat. Polusi udara lumayan ringan. Banjir pun tidak begitu berat kalau terjadi. Kondisi itu berbeda dengan sekarang. Jakarta terasa lebih panas. Air tanah lebih sulit diperoleh dan banyak pula yang sudah tersusupi air laut. Polusi udara pun tercatat lebih pekat.

Lalu, apa yang mengubah itu semua? Pada tahun 1970-an itu ruang terbuka hijau masih relatif banyak. Taman-taman berfungsi semestinya. Jalur hijau masih banyak ditumbuhi pohon besar-besar. Jumlah kendaraan bermotor dan industri pun belum sebanyak sekarang.

Namun semua itu kini sudah berubah sejalan dengan tuntutan kehidupan metropolitan. Jumlah penduduk Jakarta jauh lebih berlimpah. Alhasil, kebutuhan lahan untuk perumahan penduduk jadi membengkak. Belum lagi, kebutuhan lahan untuk kegiatan ekonomi. Penambahan jumlah kendaraan bermotor akibat bertambah padatnya penduduk pun menuntut penambahan kuantitas jalan. Semua itu akan mengubah fungsi sebagian lahan yang tadinya terbuka dan hijau menjadi hutan beton, perumahan, dan jalan. Maka lahan terbuka yang ditumbuhi berbagai tanaman, besar dan kecil, semakin berkurang. Padahal, ruangan terbuka dengan tetumbuhan menghijau sangat diperlukan bagi kehidupan itu sendiri. (lebih…)

Read Full Post »

TEH MANIS MENAMBAH ASI

Menyusui memang kewajiban setiap ibu. Air susu ibu (ASI) yang cukup akan membantu perkembangan otak, pertumbuhan bobot dan tinggi badan anak, serta menambah kekebalan tubuh si buah hati. Sayangnya, lemahnya kucuran ASI sering menjadi masalah bagi para ibu yang tengah menyusui. Terutama, mereka yang sehari-hari harus bekerja di luar rumah.

Hal itu juga saya alami tatkala menyusui anak pertama. Ketika memasuki bulan keempat, produksi ASI mulai tidak mencukupi. Tak jarang ia menangis karena air susu yang keluar minim. Saya pun menderita kesakitan pada bagian payudara karena ia tetap mengisap puting saya meskipun ASI sudah terkuras habis. (lebih…)

Read Full Post »

Ketimun Muda Pembawa Berkah

Peristiwa yang saya alami dapat dikatakan sebagai blessing in disguise, anugerah terselubung. Pada permulaan tahun 1994, saya memperbarui SIM (Surat Izin Mengemudi). Ketika menjalani pemeriksaan kesehatan, ternyata tekanan darah saya 160/100. Artinya, tekanan sistole 160 mm Hg, tekanan diastole 100 mm Hg.

Saya agak terkejut karena tidak merasakan gejala apa pun. Saya benar-benar mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi yang dijuluki the silent killer, pembunuh atau pembawa celaka penderitanya. Sebelum membunuh, tidak jarang hipertensi menimbulkan kerusakan pada jaringan otak sehingga timbul gejala kelumpuhan yang dikenal sebagai stroke. Dapat juga terjadi kelemahan dan pembengkakan jantung, atau kerusakan pada ginjal.

Untuk menghindari hal-hal mengerikan tersebut, selain diet kurang garam, pantang daging sapi dan domba, saya menggunakan obat golongan diuretika sampai jenis ace inhibitor terbaru. Namun, berdasarkan hasil pengukuran tensi sekali seminggu sampai dengan tahun 1996 tekanan darah selalu berkisar 140/95, boleh dikatakan saya sudah “tergantung” berbagai jenis obat antihipertensi. (lebih…)

Read Full Post »

Menjaga dan melestarikan lingkungan hidup sebenarnya merupakan hal yang sederhana karena alam telah mengajarkan hal itu. Asal kita harmonis dengan alam, tidak mengeksploitasi, kita sudah bersahabat dengan alam. Itu merupakan upaya pelestarian.

Bentuk persahabatan antara manusia dengan alam misalnya terlihat dalam penciptaan apotek hidup. Sudah cukup lama seruan itu disampaikan dengan gencar. Ada yang berhasil karena dibarengi dengan tindakan nyata. Diciptakan lahan untuk penanaman obat-obatan, kemudian disertakan dalam program PKK, sehingga lebih cepat meluas.

(lebih…)

Read Full Post »

Sebenarnya sejak dulu alam sudah memberikan solusi bagi berbagai macam penyakit manusia. Sayang, karena tidak praktis – meski lebih aman – obat alamiah itu pelan-pelan tergusur oleh obat sintetis. Namun, seiring dengan merebaknya efek sampingan obat-obatan sintetis, obat alamiah kini dilirik lagi.Batuk? “Ambil saja umbut cangkuang (Pandanus furicatus) kemudian makan langsung mentah atau disekam dahulu dalam bara api (dibubuy),” ujar si pemandu lapangan di Citalahab saat melakukan survei tumbuhan di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun, Jawa Barat. Lain lagi dengan orang Lindu (Sulawesi Tengah) yang menyarankan cukup dengan minum air rebusan daun balimoa (Blumea balsamifera) untuk mengobati batuk sekaligus asma. Sementara itu, orang Pabera Manera (Sumba, NTT) menyatakan dengan meminum air perasan daun ripaita (Momordica charantia) derita batuk yang disertai demam akan hilang. (lebih…)

Read Full Post »

SIALANG SI POHON LEBAH

Bukan berbuah lebah, tapi tempat bergantungnya kerajaan lebah. Dengan pagar adat masyarakat pinggiran hutan, madu yang dihasilkan bisa dinikmati secara turun-temurun. Sayang, kini terancam oleh masyarakat luar.Sialang itu sebutan bagi pohon tinggi besar yang dihuni oleh ratusan kerajaan lebah. Puncaknya menjulang jauh di atas atap hutan. Maklum, tingginya rata-rata 50 m atau lebih dengan garis tengah batang 2 m. Kebanyakan berdaun kecil sehingga kalau angin bertiup, ya lewat saja. Jadi, tidak gampang tumbang oleh topan badai. Beberapa contoh pohon sialang itu antara lain pohon benuwang Octomeles sumatrana, cempedak air Artocarpus maingayi, pohon tualang Koompassia parvifalia, dan menggeris K. excelsa. Di Kalimantan jenis ini terkenal sebagai pohon tapang (pohon lebah). Lebah hutan memilih cabang yang terbuka, bebas dedaunan, di daerah atasan pohon, untuk membangun sarang gandul yang bisa didarati dan ditinggallandasi dengan bebas. Satu dahan bisa ditempati 20 sarang lebah. Pada satu pohon kadang bisa ditemukan 100 – 200 sarang gandul seperti itu. (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »