Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘aneka tanaman’ Category

Euphorbia adalah tanaman yang berasal dari daerah Madagaskar yang beriklim tropis. Selanjutnya menyebar ke asia dan afrika. Di beberapa daerah tertentu, masyarakatnya mengenal tanaman ini yang diyakini sebagai tanaman pembawa keberuntungan dan rejeki.

Euphorbia adalah tanaman dengan batang berduri dan bergetah, dengan bunga yang menyembul dari ketiak daun berupa gerombol bunga. Sebagian dari jenis euphorbia tumbuh menyemak, tetapi ada juga jenis-jenis yang tumbuh tinggi dan besar. Bunga euphorbia yang sempurna selalu berkelipatan 8. Euphorbia dikenal juga sebagai bunga delapan dewa.

Batang euphorbia tidak berkayu, tetapi jika tumbuh membesar akan mengeras. Bentuk batangnya ada yang bulat, ada pula yang bersudut. Batang ini ditumbuhi duri, ada yang berduri tunggal, ganda, dan duri yang berkelompok. Daun yang sehat agak tebal, dengan permukaan halus, dan tulang daun yang menonjol. Bentuk daun ada yang berujung lancip, oval, ada juga yang membulat, dan ada pula yang berbentuk hati.

Euphorbia juga ada yang berupa species, ada juga yang varietas (biasa disebut jenis hibrida atau hasil persilangan). Euphorbia berkerabat dekat dengan kastuba, sehingga euphorbia juga adalah jenis tanaman yang peka terhadap cahaya pada malam hari. Adanya cahaya malam hari menjadikan tanaman ini tidak mau berbunga, tetapi akan mempercepat atau memacu tumbuhnya tunas samping.

godongijo.com, 29 Agustus 2007

Read Full Post »

Selama ini biji bunga matahari dikenal sebagai bahan pembuat kuaci. Padahal sebenarnya biji bunga matahari memiliki kaya kandungan nutrisi yang tidak bisa kita remehkan. Pada biji bunga matahari terkandung protein, fosfor, lemak, magnesium, besi dan potasium.

Kandungan lemak pada biji bunga matahari mencapai 50%, bila kita padukan dengan susu dan hasil olahannya, biji bunga matahari dapat menjadi makanan yang mengeyangkan bagi sel tubuh.

Jika dihancurkan biji bunga matahari akan mengeluarkan minyak, minyak ini mengandung asam likolat yang berguna untuk mengurangi endapan kolestrol pada dinding pembuluh darah. Mengkonsumsi minyak dari biji bunga matahari lebih sehat dibandingkan dengan mengkonsumsi mentega yang banyak mengandung lemak padat.

Kandungan zat besi didalamnya mampu mencegah anemia tanpa membuat kita menjadi lebih gemuk. Cocok untuk mereka yang sedang diet tapi tidak ingin terkena anemia.

Biji bunga matahari yang dikumis dapat menggantikan kacang tanah untuk digunakan sebagai taburan pada yoghurt, salad, bubur ayam dan sup.

Mulai sekarang tidak perlu ragu lagi untuk mengkonsumsi biji bunga matahari, selain memakannya sebagai kuaci.

untukku.com, 05 September 2008

Read Full Post »

Dua tahun terakhir ini media massa besar seperti Kompas, Republika dan Media Indonesia tak henti-hentinya menyoroti masalah GMO. GMO yang merupakan singkatan dari Genetically Modified Organism tidak lain adalah tanaman transgenik yang menghebohkan itu.

Dua tahun terakhir ini media massa besar seperti Kompas, Republika dan Media Indonesia tak henti-hentinya menyoroti masalah GMO. GMO yang merupakan singkatan dari Genetically Modified Organism tidak lain adalah tanaman transgenik yang menghebohkan itu.

Tanaman dihasilkan melalui rekayasa genetika dengan memindahkan satu atau beberapa gen yang dikehendaki dari suatu sumber gen ke tanaman yang dikehendaki. Sumber gen di sini bisa berarti sesama tanaman satu famili atau beda famili bahkan bisa dari organisme lain misal gen bakteri dsb.

Latar Belakang Munculnya GMO

Kita masih ingat semasa kuliah dulu bahwa perkembangan genetika dimulai pada tahun 1856 dengan hukum pewarisan Mendel. Pada tahun 1910 Thomas Hunt (ahli biologi) menemukan bahwa gen pembawa sifat keturunan terdapat pada khromosom. Pada tahun 1944 diketahui bahwa DNA diturunkan oleh setiap organisma, kemudian pada tahun 1952 diketahui bahwaDNA adalah penerus informasi genetik sampai akhirnya Watson dan Crick menemukan struktur DNA pada tahun 1953.

Masih segar dalam ingatan kita pada era pasca PD II bergulirlah Revolusi Hijau yang saat itu bak dewa penolong. Salah satu kemajuan yang diperoleh pada era Revolusi Hijau tersebut adalah penemuan varietas unggul. Varietas-varietas unggul ini merupakan hasil pemuliaan tanaman secara konvensional. Artinya, sifat-sifat unggul ditemukan dengan cara persilangan sampai beberapa generasi tanaman. Tentu saja penemuan varietas-varietas baru ini memerlukan waktu lama, sedangkan tantangan pemenuhan kebutuhan pangan dunia semakin mendesak. Negara-negara maju seperti Amerika dan negara-negara Eropa berlomba-lomba untuk meneliti kemungkinan “percepatan” rekayasa genetika dengan menggabungkan sifat-sifat yang baik suatu tanaman dengan sifat-sifat lain yang diinginkan meskipun itu hasil “cuplikan” dari organisme lain. Sebagai contoh penemuan yang kontroversial adalah Golden Rice. Padi emas hasil rekayasa genetika antara padi dengan tanaman penghasil beta karoten ini menjadikan Golden Rice diyakini akan mampu menopang gizi penduduk di negara-negara berkembang. (lebih…)

Read Full Post »

Dalam rangkaian bunga belakangan ini, baik dalam resepsi pernikahan maupun upacara dukacita, sering terlihat ?bunga? bulat seperti balon berwarna hijau. Berwarna hijau muda transparan dan berbulu seperti rambutan.
Dalam rangkaian bunga belakangan ini, baik dalam resepsi pernikahan maupun upacara dukacita, sering terlihat ?bunga? bulat seperti balon berwarna hijau. Berwarna hijau muda transparan dan berbulu seperti rambutan.Tahukah Anda, bulatan-bulatan tersebut bukanlah bunga melainkan kelopak pembungkus biji dari Asclepias physocarpa.

Bunga yang disebut sebagai balloon plant atau bladderbush dalam bahasa Inggris ini mekar sepanjang tahun, beranting sedikit dengan tinggi sekitar satu sampai dua meter. Pangkalnya berkayu, berbulu halus dengan daun sebelah menyebelah berbentuk mata lembing, panjang sekitar 3,5-13 cm, lebar 0,3-2 cm, dan daun batang (petioles) 0,1-1 cm. Bunganya menyembul dari ketiak daun, kelopaknya berwarna putih, dan cupingnya oval. (lebih…)

Read Full Post »

CYBERNEWS. Kembalilah ke alam. Ungkapan itu kini kian populer dan semakin dipraktekkan terutama untuk kesehatan dan kecantikan. Di Cina kini bahkan terjadi penurunan konsumsi alat-alat make up karena “praktek” kembali ke alam itu. Mereka yang terkenal dengan kehalusan kulitnya lebih memilih memakai sayur dan buah daripada mengolesi kulit dengan krem dan kosmetika pabrikan lainnya.

Anda tahu kelebihan buah dan sayuran? Pertama, buah dan sayuran bebas dari zat pengawet dan pewangi sehingga aman bagi kulit yang sesensitif apa pun. Kedua, air yang dikandung buah dan sayur dapat melembabkan kulit, dan lemaknya menghalangi proses penguapan air melalui pori-pori. Dampaknya, kulit jadi bersih, lembut, lentur dan bercahaya.

Tapi tentu tak semua buah dan sayur. Timun, jeruk, apel, labu dan kacang kedelai, seledri serta pisang adalah buah dan sayur yang sangat baik untuk kebersihan kulit, terutama daerah wajah. Caranya pun gampang, Anda cuma melumatnya dan menjadikannya “kream” penghalus wajah. Tertarik? Praktekkan saja kiat cantik berikut ini.

Untuk memutihkan wajah

Pilihlah labu, mentimun, dan kacang kedelai. Labu yang kaya dengan vitamin B, C, lemak dan protein, selain memutihkan kulit juga dapat meredam bercak kemerahan pada kulit karena “dijilat” matahari. Mentimun yang kaya vitamin, lemak dan mineral juga dapat memutihkan kulit, dengan syarat tidak dicampur buah atau sayur yang kaya vitamin C, untuk tidak menetralkan vitamin tersebut. Sedangkan vitamin, kalsium, lemak dan protein pada kacang kedelai berfungsi memberi gizi, melembabkan, dan mengatasi iritasi pada kulit.

Membuat ramuan:

Lumatkan 150 gr labu yang sudah terlebih dahulu direbus lumatkan sebuah mentimun berukuran sedang, pakailah blender Rendam 50 gr kacang kedelai selama beberapa jam, lalu haluskan dengan blender.

Langkah perawatan

Bersihkan wajah dengan pembersih yang mengandung sari mentimun. Hampir semua produk kecantikan kini memproduksi pembersih sari mentimun ini. Oleskan krim mutiara (pearl cream) pada wajah secara merata, pijat perlahan-lahan memutar, lalu diamkan beberapa saat.

Olesi wajah dengan jus mentimun (ambil 1/3 bagian saja) tipis dan merata, lakukan juga pijatan ringan merata kurang lebih 1 menit.

Sekarang, lakukan penguapan pada wajah. Caranya, campurkan sisa jus mentimun ke dalam baskom berisi air panas, dan biarkan uap air itu mengenai wajah Anda selama 5-10 menit, ketika wajah Anda terasa hangat. Lalu, oleskan tipis-tipis jus kacang kedelai pada wajah, pijat secara merata 5 menitan, diamkan sesaat, dan kemudian hapus semua dengan waslap basah.

Terakhir, gunakan lumatan labu sebagai masker wajah dan biarkan selama 20 menit, lalu bersihkan.

Anda dapat mempraktekkan tips ini, dan lihat hasilnya, wajah Anda akan tampak bersih dan lebih putih dalam waktu yang lebih singkat daripada yang dijanjikan banyak iklan produk pemutih.

situshijau.co.id, 07 Januari 2007

Read Full Post »

Bintik kehitaman pada kulit atau yang biasa disebut komedo terjadi karena penyumbatan pada sebagian jaringan kulit. Penyebabnya bisa karena lapisan kulit yang mati, kotoran yang mampet, karena terlalu lama tak dibersihkan. Untuk menghilangkannya, kacang kedelai, kacang polong, kailan, seledri, apel dan jeruk lemon akan sangat membantu Anda. Tak percayakah Anda?

Vitamin ABC, mineral semacam fosfor dan kalsium yang terdapat dalam kailan dapat mengatasi kulit yang terlalu berminyak, yang acap memicu munculnya komedo. Kailan juga membuat kulit lebih halus, dan mengatasi bercak serta membantu pembentukan pigmen melanin. Selederi yang kaya vitamin A,B1,B6, C, karoten, kalsium dan zat besi berfungsi sebagai antiracun sekaligus pembersih wajah. Sedangkan vitamin C dalam jeruk lemon dan apel sebagai antioksidan untuk mencegah penuaan dini pada kulit, juga dapat memudarkan bercak noda di wajah.

Membuat ramuan:

-Haluskan kailan (cukup 2 lembar), seledri (2 lembar), apel (1/2 buah), dan peerasan jeruk lemon dengan blender.

-Rendam 50 gr kacang kedelai hingga lunak, lumatkan dengan blender. (lebih…)

Read Full Post »

PENGGUNAAN formalin sebagai pengawet ikan sangat mencemaskan. Hasil survei Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP) Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) tahun 2004 di Lampung, Jawa, Bali, dan NTB menunjukkan, banyak sekali nelayan menggunakan formalin

PENGGUNAAN formalin sebagai pengawet ikan sangat mencemaskan. Hasil survei Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP) Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) tahun 2004 di Lampung, Jawa, Bali, dan NTB menunjukkan, banyak sekali nelayan menggunakan formalin, sejak ikan masih di kapal, setelah ikan didaratkan, dan saat diolah menjadi ikan asin.

Padahal, penggunaan formalin sangat membahayakan kesehatan konsumen dan akhirnya merugikan nelayan dan pengolah ikan sendiri karena produknya dijauhi konsumen. Penjualan ikan di berbagai daerah sempat merosot 40 persen karena merebaknya pemberitaan penggunaan formalin pada produk perikanan.

Survei BRKP tahun 2004 menunjukkan, formalin ditemukan pada berbagai jenis ikan, dan residu yang tertinggi ditemukan pada cumi asin kering. Dari 43 jenis ikan segar yang diambil sampelnya, 79 persen positif mengandung residu formalin. Dari 43 sampel ikan olahan, 95 persen mngandung residu formalin. Residu yang ditemukan pada ikan segar bervariasi dengan konsentrasi 2-10 mg per kg ikan, sedangkan pada produk olahan residunya jauh lebih tinggi.

Menurut Kepala BRKP, Indroyono Soesilo, di Jakarta, Kamis (2/2), setelah dilakukan penyuluhan tahun 2005, pada cumi asin ada kecenderungan penurunan penggunaan formalin. Demikian pula pada 51 sampel ikan segar yang diamati ada penurunan, walaupun 20 persen masih positif mengandung residu formalin. Dari 35 sampel olahan, 17 persen mengandung formalin.
(lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 44 pengikut lainnya.