Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘paprika’ Category

PEMILIHAN POLA USAHA

Produksipaprika sangat dipengaruhi oleh jenis paprika dan teknik budidaya yangditerapkan. Dengan kondisi iklim tropik Indonesia yang memiliki curahhujan tinggi dan cahaya matahari sepanjang tahun, penggunaan greenhousesebagai tempat budidaya paprika sangat bermanfaat untuk mengendalikanfaktor lingkungan seperti jumlah air, angin, dan cahaya matahari.Selain itu penggunaan greenhouse juga bermanfaat untuk mencegahpenyebaran serangan hama. Pola penanaman paprika di dalam greenhouse diBandung menggunakan pola monokultur. Penggunaan pola ini bertujuanuntuk memperoleh tingkat produktivitas yang optimum.

ASUMSI

Analisis keuangan suatu proyek terdiri dari proyeksi pendapatan dan pengeluaran selama periode proyek. Analisis keuangan perlu dilakukan untuk mengetahui gambaran mengenai pendapatan dan biaya, kemampuan melunasi kredit dan kelayakan proyek.

Penyusunan analisis keuangan dalam buku ini menggunakan beberapa asumsi yang didasarkan pada hasil pengamatan lapangan, masukan dari instansi terkait serta referensi yang mendukung dalam penentuan parameter yang digunakan. Tabel 5.1. menyajikan asumsi dan parameter yang digunakan dalam analisis keuangan.

Periode proyek dipilih selama 3 tahun atau 4 periode musim tanam karena umur ekonomis dari greenhouse hanya selama 3 tahun. Selain itu juga karena jangka waktu kredit investasi adalah 3 tahun sehingga pada akhir tahun ke-3 kredit sudah terlunasi. Penentuan harga jual paprika dilakukan dengan mengambil rata-rata harga jual di tingkat petani dari 4 petani di Kabupaten Bandung pada bulan Mei 2005 dan diasumsikan tetap selama periode proyek. Pengaruh perubahan harga akan dianalisis pada bagian analisis sensivitas usaha. (lebih…)

Read Full Post »

ASPEK PRODUKSI -paprika

LOKASI USAHA

Lokasi budidaya paprika sebaiknya dipilih di daerah yang sesuai dengan persyaratan tumbuh tanaman ini, yaitu : ketinggian 750 – 1.500 m dpl, suhu harian antara 16 – 25oC, pH tanah 5,5 – 6,5, dan kelembaban udara 80 – 90%. Kesesuaian tempat tumbuh paprika sangat penting mengingat paprika bukan tanaman asli Indonesia tetapi dari Meksiko, Peru dan Bolivia dan sangat responsif terhadap faktor suhu, cahaya matahari, pH tanah, kelembaban udara dan air.

ASPEK PRODUKSI

FASILITAS PRODUKSI DAN PERALATAN

Untuk membudidayakan paprika dibutuhkan fasilitas dan peralatan produksi seperti : lahan, greenhouse, peralatan irigasi dan peralatan pemeliharaan. Lahan yang dipilih untuk usaha budidaya paprika sebaiknya memiliki topografi yang datar. Lahan yang datar akan memberikan penerimaan cahaya matahari yang merata pada seluruh tanaman. Selain itu lahan yang datar memudahkan dalam pemeliharaan tanaman.

Greenhouse tempat penanaman paprika di Kabupaten Bandung menggunakan konstruksi dari bambu. Bagian atap greenhouse terbuat dari bahan plastik UV. Plastik UV ini berfungsi untuk mengatur cahaya yang masuk ke dalam greenhouse. Bagian dinding bangunan greenhouse menggunakan plastik UV dan kasa polynet. Kasa polynet berfungsi sebagai saringan udara dan tempat terjadinya pertukaran udara di dalam greenhouse dengan udara luar greenhouse. Bentuk greenhouse dapat dilihat pada Gambar 4.1. (lebih…)

Read Full Post »

ASPEK PEMASARAN

PERMINTAAN

a. Pasar dalam negeri

Paprika merupakan salah satu tanaman sayuran. Di Indonesia tanaman ini hanya dibudidayakan di beberapa wilayah saja, seperti di Lembang, Garut, Cisarua, Dieng, dan Brastagi. Pertumbuhan penduduk perkotaan, berkembangnya menu sayuran non-tradisional yang menggunakan bahan paprika, serta tumbuhnya restoran dan hotel yang menyajukan masakan Barat dan China menyebabkan permintaan akan paprika semakin meningkat.

Data produksi dan permintaan paprika secara nasional hingga sekarang belum tersedia dikarenakan masih sedikitnya pengusahaan paprika. Untuk daerah Bandung dengan produksi lebih dari 54 ton per bulan belum mampu memenuhi permintaan dalam negeri.

b. Pasar luar negeri (lebih…)

Read Full Post »

PROFIL USAHA


Paprika/cabe manis termasuk salah satu produk pertanian yang merupakan kerabat daricabe pedas. Produksi dan konsumsi paprika di Indonesia belum begitubanyak jika dibandingkan dengan cabe pedas. Belum terkenalnya paprikadi Indonesia menyebabkan belum ada data hasil dan produksi dan luasareal penanamannya secara nasional. Pada tabel 2.1 dapat dilihat jumlahdan penyebaran usaha pertanian paprika di daerah Kabupaten Bandungtahun 2004/2005.

Tabel 2.1.
Jumlah dan Penyebaran Usaha Pertanian Paprika di Daerah Kabupaten Bandung Tahun 2004/2005

Wilayah Kecamatan
Jumlah Petani
Luas Areal (Ha) Produksi (ton) Tenaga Kerja
Parongpong
19
3,8
190
45
Cisarua
100
14,0
700
200

Sumber : ASPERIKA

Petani pengusaha paprika di Kabupaten Bandung memulai usaha ini selain karena harganya yang baik, juga didukung oleh adanya pasar yang mampu menyerap hasil produksi paprika mereka. Kondisi lingkungan yang ada juga memungkinkan usaha budidaya paprika ini untuk dikembangkan menjadi sumber penghasilan mereka. Kondisi dan potensi yang dimiliki ini menjadi pertimbangan pihak perbankan yang ada di Kabupaten Bandung dalam mengucurkan kredit untuk pengembangan usaha ini. (lebih…)

Read Full Post »

BUDIDAYA PAPRIKA

PENDAHULUAN

Jumlah penduduk yang semakin bertambah menuntut tersedianya bahan pangan yang dapat memenuhi kebutuhan penduduk untuk kelangsungan hidupnya. Salah satu bahan pangan yang menjadi kebutuhan penduduk adalah sayuran. Sayuran menjadi penting dalam kebutuhan pangan penduduk karena menjadi salah satu penyedia gizi berupa serat, vitamin, protein dan lain-lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.

Foto 1.1. Buah Paprika (Capsicum annum var. Grossum)
Permintaan produk buah-buahan dan sayuran dari Indonesia cenderung terus meningkat. Pasar Amerika dan Eropa setiap tahun meminta kiriman produk olahan buah-buahan dan sayuran dalam jumlah besar. Namun salah satu kendala utama ekspor hortikultura adalah produktivitas tanaman dan kualitas yang rendah. Akibatnya permintaan akan produk buah-buahan dan sayuran tidak selalu dapat terpenuhi. (lebih…)

Read Full Post »