Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Benih’ Category

Sabtu, 22 Januari 2011, 14:30 WIB

Elin Yunita Kristanti

Stasiun luar angkasa internasional (AP Photo/NASA TV)

VIVAnews – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengirimkan biji tomat ke luar angkasa. “Kami sudah mengirimkannya, biji tomat itu terbang menggunakan satelit HTV2 Jepang,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat LAPAN, Elly Kuntjahyowati, saat dihubungi VIVAnews.com, Sabtu, 22 Januari 2011.

Dijelaskan Elly, proyek ini adalah kerjasama sejumlah negara yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, India, dan Vietnam. Masing-masing negara mengirimkan biji tanaman. Untuk LAPAN proyek ini dipimpin oleh Ratih Dewanti.

“Tujuannya untuk pengembangan minat generasi muda. Biji itu akan ditaruh ke kondisi mokrigravitasi lalu dikirim lagi ke Indonesia,” tambah dia. Untuk mencari tahu, apakah mereka dapat tumbuh tanpa gravitasi.

Seperti dimuat Coffetoday.com, satelit tak berawak milik Badan Antariksa Jepang (JAXA), ‘Kounotori 2’ atau disebut juga dengan HTV2  membawa enam tom material ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Material-material tersebut termasuk makanan, sampel air minum untuk pusat penelitian ilmiah Jepang di luar angkasa. Laboratorium ilmiah di ISS sejatinya hanya boleh diakses 15 negara yang menjadi bagian dari proyek stasiun luar angkasa internasional.
(lebih…)

Read Full Post »

Tips Perkecambahan Benih

Teknik perkecambahan benih tanaman yang baik mempunyai dampak dalam menentukan keberhasilan benih untuk berkecambah. Kemampuan benih untuk berkecambah ditentukan oleh beberapa faktor kualitas benih, lingkungan media tanam, zat perangsang pertumbuhan (ZPT) dan serangan penyakit benih.

Kualitas benih terkait dengan proses pematangan benih dalam buah yang secara tidak langsung terkait dengan cara pemupukan dan penanganan pasca panen.

Faktor lingkungan memegang peranan penting dalam perkecambahan benih, karena untuk mampu berkecambah benih memerlukan kondisi media tanam yang lembab. Kondisi lembab akan merangsang munculnya akar utama yang akan diikuti oleh pergerakan lain sampai menjadi bibit.

Untuk lebih meningkatkan keberhasilan benih berkecambah dan waktu berkecambah lebih cepat, penggunaan zat pengatur tumbuh dapat dilakukan. Secara umum beberapa kasus perkecambahan meningkat sampai 100% dan benih dapat berkecambah lebih cepat 4 – 5 hari dari normalnya. Beberapa zat pengatur tumbuh yang dapat dipergunakan adalah Atonik (Polyphenol), Superthrive (Vitamin B-1+NAA), Liquinox Start B-1 (Vitamin B-1+NAA), Grow Quick Plus (Vitamin B-1+NAA), Sunerelin (GA-3).

Faktor lain yang sama pentingnya adalah mencegah serangan penyakit rebah bibit (Damping Off) yang utamanya disebabkan oleh cendawan Phytophtora sp. dan Phytium sp. Beberapa kasus dapat menyebabkan benih gagal berkecambah sampai 80 – 100%. Penyakit ini akan muncul dalam kondisi media tanam yang telah mengandung penyakit (media lama) dan kelembaban tinggi. Untuk mencegah penyakit rebah bibit ini dapat menggunakan fungisida protektan untuk benih seperti Previcur N (Propamocarb HCl), Topsin (Thiophanate), Vilan (Hexaconazole), Score (Difeconazole), Benstar (Benomyl), Daconil (Chlorotalonil)

Penggunaan secara bersamaan dengan zat pengatur tumbuh dengan cara dicampur (mix) contoh: Atonik 0,5 – 1 ml/L dicampur dengan fungisida Previcur 0,5 – 1 ml/L, kemudian benih direndam selama 15-20 menit, selanjutnya ditanam. Dapat pula dengan cara terpisah yaitu perendaman benih dengan zat pengatur tumbuh terlebih dahulu selama 15 – 20 menit, kemudian setelah benih berkecambah dapat disemprot dengan fungisida 1-2 kali seminggu.

godongijo.com, 16 November 2007

Read Full Post »

Kotoran kelelawar yang sering disebut guano, ternyata menyimpan potensi besar sebagai pupuk organik. Sekitar 1.000 gua di Indonesia diprediksi berpotensi menjadi salah satu solusi atas problem kesulitan pupuk di negara kita saat ini.

Kotoran kelelawar yang sering disebut guano, ternyata menyimpan potensi besar sebagai pupuk organik. Sekitar 1.000 gua di Indonesia diprediksi berpotensi menjadi salah satu solusi atas problem kesulitan pupuk di negara kita saat ini.
Salah satu penelitian yang mampu membuktikan kegunaan guano sebagai bahan dasar pupuk organik adalah penelitian Universitas Cornell di New York-Amerika Serikat. Hasil penelitian yang dilansir dalam situs http://www.css.Cornell menyatakan bahwa guano memiliki tingkat nitrogen terbesar setelah kotoran merpati. Namun, menduduki urutan pertama dalam bagian kadar unsur fosfat dan menduduki urutan ketiga terbesar bersama kotoran sapi perah dalam kadar kalium. (lebih…)

Read Full Post »

Kepala Dinas Perkebunan Nusa Tenggara Barat (NTB), Ir Surono mengatakan, pihaknya kini menemukan induk benih jambu mete unggul yang bisa berproduksi tinggi.

`Bibit induk jambu mete tersebut nantinya mampu berproduksi sekitar 40 kilogram per pohon, jauh lebih banyak dari produktivitas tanaman mete yang ada sekarang ini hanya sekitar 10 kilogram hingga 11 kilogram per pohon,` katanya kepada wartawan di Mataram, Sabtu.

Dikatakannya, bibit unggul jambu mete tersebut diperoleh dari Balai Benih Obat dan Tanaman Rempah Bogor, Jawa Barat dan segera akan dikembangkan di daerah ini.

situshijau.co.id, 11 Desember 2002

Read Full Post »