Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘salak’ Category

POTENSI PERMINTAAN

Dari Pasar Lokal / Nasional

Permintaan terhadap buah salak yang datang dari pasar lokal dan pasar nasional akan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain adalah : (a) dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk yang berminat pada buah salak sebagai dampak keberhasilan program penyuluhan dan program peningkatan gizi masyarakat yang dilaksanakan oleh pmerintah, (b) tingkat harga salak di pasar eceran, (c) tingkat harga buah-buahan lainnya, dan (d) tingkat pendapatan konsumen buah salak atau kekuatan daya beli masyarakat pada umunya.

Bahwa buah salak dapat dipanen hampir disepanjang tahun menyebabkan buah ini dapat hadir pula di pasar lokal dan pasar nasional relatif sepanjang tahun pula. Dengan demikian buah salak yang merupakan salah satu buah di Indonesia yang dapat meningkatkan kesejahteraan umum masyarakat hanya karena adanya kesinambungan ketersediannya di pasar eceran.

Permintaan yang datang dari pasar lokal dan nasional juga akan datang dari sektor industri olah lanjut yang akan menggunakan buah salak ini sebagai bahan bakunya. Penyediaan jenis makanan yang mengggunakan buah salak segar sebagai bahan bakunya akan menambah kemungkinan semakin besarnya permintaan buah salak secara segar untuk juice salak, salak kaleng dan manisan buah salak. Sekalipun demikian buah salak yang dimasukkan dalam pola kemitraan ini akan lebih banyak dipasarkan untuk konsumsi buah salak segar.

Dari Pasar Ekspor

Buah asli Indoensia ini mempunyai potensi untuk dipasarkan ke luar negeri. Kecenderungan meningkatnya volume pemasaran buah salak ke luar negeri sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut :

  1. Buah salak harus tidak cepat busuk;
  2. Buahnya harus berdaging tebal;
  3. Buahnya memiliki rasa manis, boleh sedikit asam tetapi harus tidak ada rasa sepet;
  4. Kulit buahnya mudah dikupas;
  5. Buahnya segar dan tidak masir. Sepanjang buah salak dapat dihasilkan dengan ciri-ciri seperti diatas dan sifat-sifat ini bertahan sampai di konsumen akhir di luar negeri, maka buah salak ini mempunyai potensi besar untuk terus ekspor.

Untuk Substitusi Buah Impor

Melimpahnya buah salak yang bermutu seperti di atas sepanjang tahun akan menempatkan buah ini sebagai mata dagangan yang berpotensi untuk mensubstitusi buah impor, bahkan disamping itu dapat pula menganeka-ragamkan ketersediaan buah.

POTENSI PENAWARAN

Besarnya suplai atau penawaran buah salak akan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut :

  1. Kecenderungan meningkatnya luas areal tanam salak;
  2. Iklim;
  3. Harga sarana reproduksi;
  4. Perkembangan teknologi yang diterapkan untuk memproduksikan buah salak;
  5. Bagi daerah-daerah pasar terntentu maka ketersediaan buah salak juga sangat dipengaruhi pula oleh cara-cara pengemasan dan sarana transpotasi yang dapat menjamin kesegaran dan mutu buah salak sampai di tangan para konsumen.

Khususnya untuk jenis buah salak yang dimasukkan dalam analisa kelayakan PKT ini maka jenis salak pondoh merupakan buah salak yang telah memasuki pasar konsumen akhir secara luas. Sedangkan untuk jenis manonjaya dan salak gula pasir, relatif masih sangat kecil besar pasokannya. Hal ini dapat dicerminkan kepada harga kedua salak tersebut di tingkat pasar eceran yang masih relatif sangat tinggi (Rp. 8.000/kg untuk salak gula pasir dan Rp. 5.000/kg untuk salak manonjaya) dibandingkan dengan salak lainnya (salak pondoh) yang berkisar Rp 3.500/kg s/d Rp. 5.000/kg. Potensi penawaran buah salak terutama yang datang dari salak pondoh, salak manonjaya dan salak gula pasir masih dapat ditingkatkan melalui perbaikan teknologi cara berproduksi yang dapat menjamin perbaikan/peningkatan terhadap jumlah produksi dan mutu buahnya.

POTENSI PENGEMBANGAN

Pengembangan pasar buah salak unggul masih sangat potensial untuk ditingkatkan. Diawali dari perbaikan mutu buahnya dengan penerapan teknologi yang maju, yaitu melalui pemangkasan terhadap buah yang kecil-kecil, sehingga buah yang besar dapat tumbuh secara maksimal (merata). Mengefisienkan proses pemasaran sehingga dari tingkat harga di pasar konsumen sebagian besar dapat diterima kembali oleh petani produsen. Melalui program-program penyuluhan yang dapat meningkatkan dan tumbuhnya minat masyarakat luas untuk membeli buah salak, melalui penyediaan buah salak di pasar-pasar eceran dalam kemasan-kemasan buah salak yang sesuai dengan derajat mutu buah dan diversifikasi produk buah salak dengan proses lanjutan.

PENETAPAN TINGKAT HARGA

Bilamana buah salak telah berhasil diekspor maka besaran harga di tingkat produsen dapat diturunkan dari titik-titik pasar dan tingkat harga salak di pasar-pasar yang bersangkutan yang sedang berlaku. Untuk harga di tingkat produsen salak pondoh tercatat sebesar Rp. 5.000/kg dan salak manonjaya sebesar Rp. 4.000/kg sedangkan salak gula pasir digunakan harga di tingkat petani sebesar Rp. 8.000/kg. Harga salak gula pasir di tingkat petani pernah mencapai harga sebesar Rp. 40.000/kg (Karang-asem, Juni 1999) akan dapat diturunkan bilamana program perluasan tanam dan peningkatan produksi salak gula pasir ini berhasil dilaksanakan karena dengan demikian akan berpengaruh terhadap penurunan tingkat harga di tingkat petani produsen. Semakin menurunnya tingkat harga ditingkat produsen akan berpengaruh pula terhadap menurunnya tingkat harga di tingkat konsumen. Pada gilirannya akan meningkatkan jumlah pembelian buah salak terhadap buah salak gula pasir. Semakin tinggi permintaan terhadap buah salak pada umunya karena disebabkan rendahnya kesejahteraan masyarakat pada umumnya.

dari : bi.go.id
Iklan

Read Full Post »

BUDIDAYA SALAK UNGGUL

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Indonesia memiliki jenis/ragam buah-buahan yang sangat banyak. Salah satu diantaranya adalah buah salak (Salacca edulis). Salak adalah buah yang dihasilkan oleh tanaman yang hanya terdapat di Indonesia. Tanaman salak banyak memiliki varietas yang diantaranya memiliki sifat-sifat unggul baik dari segi rasa maupun penampilan buanya. Diantara yang saat-saat ini telah sangat dikenal masyarakat secara luas adalah varietas salak pondoh yang dikenal buahnya berasal dari daerah Yogyakarta, salak Manonjaya yang berasal dari daerah Tasikmalaya kecamatan Manonjaya, dan yang akhir-akhir ini baru dikenal keunggulannya adalah salak varietas Gula Pasir yang berasal dari daerah kecamatan Karangasem Bali.

Sifat-sifat unggul buah salak saat ini lebih banyak merupakan faktor yang datangnya dari perilaku para konsumen buah salak yaitu yang umumnya mengharapkan buah salak yang besar-besar buahnya, manis rasanya, mudah dikupas kulitnya dan tidak cepat busuk serta tersedia di pasar sepanjang waktu. Segi lain yang semakin menempatkan buah salak sebagai salah satu mata dagangan yang tinggi prospeknya dalam adalah bahwa disamping salak adalah buah asli Indonesia, juga karena tingkat harga salak di pasar-pasar eceran relatif masih sangat baik dimana saat ini harganya berkisar antara Rp. 6.500 s/d Rp 8.500 per kg. Dengan harga yang relatif rendah dibandingkan jenis buah-buahan tropika lainnya : jeruk, mangga, dan buah-buahan impor, maka dari sisi permintaan buah salak merupakan buah yang bisa menumbuhkan minat pembeli.

Tataniaga buah salak melibatkan komponen pelaku pasar antara lain mulai dari para pedagang pengumpul di tingkat pedesaan, para pedagang grosier di ibukota kabupaten dan propinsi, serta para pengusaha eceran hampir di setiap kota besar dan toko-toko swalayannya dan bahkan pedagang pengumpul yang merangkap sebagai eksportir. Bahkan dengan hadirnya pedagang eksportir menunjukkan bahwa buah salak telah memasuki pasar buah internasional. Dengan demikian buah salak sudah merupakan salah satu buah asli dari Indonesia yang telah berhasil menembus pasar internasional. Pada kondisi pasar yang cenderung akan menuju ke pasar bebas, ekspor buah salak akan memberikan dampak domestik yang semakin baik, anatara lain bahwa para petani salak akan berupaya untuk terus meningkatkan kualitas buah salak, dan petani akan berupaya agar proses produksi dapat dilaksanakan secara efisien sehingga mampu masuk ke pasar global, baik yang ada di luar negeri maupun yang ada di dalam negeri.

Dalam kerangka tersebut upaya-upaya domestik terus dilaksanakan untuk terus memperbaiki sifat-sifat unggul buah salak asli Indonesia ini. Salah satu diantaranya adalah memperkenalkan upaya untuk menunjang perbaikan proses budidaya tanaman salak melalui program kemitraan terpadu yaitu dengan cara menghadirkan pengusaha dan atau koperasi primer yang dapat diposisikan sebagai INTI dan para petani tanaman salak sebagai petani plasma. Tujuan utama pola pengusahaan tanaman salak dengan pola kemitraan adalah : (lebih…)

Read Full Post »

TANAMAN SALAK

Salak merupakan tanaman asli Indonesia, yang sampai saat ini belum diketahui secara pasti sejak kapan tanaman tersebut dibudidayakan pertama kali. Hanya diduga tanaman salak ini sudah dibudidayakan sejak ratusan tahun silam.
Tanaman salak memiliki nama ilmiah Salacca edulis Reinw dan termasuk famili Palmae serumpun dengan kelapa, kelapa sawit, aren (enau), palem, pakis yang bercabang rendah dan tegak. Batang salak hampir tidak kelihatan karena tertutup pelepah daun yang berduri yang tersusun rapat. Dari batang yang berduri itu, akan tumbuh tunas baru yang dapat menjadi anakan atau tunas bunga buah salak dalam jumlah yang banyak.
Tanaman salak dapat hidup bertahun-tahun, sehingga ketinggiannya dapat mencapai antara 1,5 – 8 meter, bergantung pada jenisnya. Dari akar yang tua dapat tumbuh tunas baru yang juga dapat ditangkarkan sebagai bibit. Tanaman salak termasuk golongan tanaman berumah dua (dioceus), yang artinya membentuk bunga jantan pada tanaman terpisah daru bunga betinanya. Dengan kata lain, setiap tanaman salak memiliki satu jenis bunga atau disebut tanaman berkelamin satu (unisexualis).

AGROKLIMAT YANG COCOK

Agroklimat yang cocok untuk budidaya tanaman salak dapat diikuti dalam tabel berikut :

Tabel 1.
Agroklimat Yang Cocok Untuk Budidaya Tanaman Salak

Lokasi yang cocok untuk budidaya tanaman salak Daerah yang terkena pengruh abu gunung berapi; misalnya untuk salak jenis salak pondoh sangat baik tumbuhnya karena pengaruh gunung merapi, sedangkan salak manonjaya di Jawa Barat sangat baik tumbuhnya karena pengaruh gunung Galunggung; dan salak gula pasir sangat manis dan tumbuh baik karena pengaruh gunung Agung.

KOMODITI BUAH SALAK (lebih…)

Read Full Post »

RINCIAN BIAYA PROYEK

Aspek keuangan dilakukan terhadap usaha Budidaya Tanaman Salak dalam MK PKT ini didasarkan pada Model dasar seperti terlihat pada Tabel 1. Dengan menggunakan model (Program ekstensifikasi dan intensifikasi) ini juga diharapkan akan dapat menjawab apakah para petani salak akan mendapatkan nilai tambah dari usahanya dan mampu mengembalikan kredit yang diberikan oleh Bank dalam jangka waktu yang wajar.

Hasil perhitungan finansial secara terperinci dapat dilihat pada Lampiran Ekstensifikasi untuk Model Kelayakan Budidaya Tanaman Salak dengan Program Ekstensifikasi dan Lampiran Intensifikasi untuk Program Intensifikasi. Lampiran tabel-tabel biaya proyek dan tabel-tabel perhitungan total penjualan dipergunakan untuk mengkaji kelayakan proyek melalui produk-produk perhitungan IRR, NPV, BCR dan BEP.

Rincian biaya proyek atas dasar kedua program usaha secara ringkas dapat disajikan sbb :

Tabel 4.
Total Biaya Proyek

No

Kegiatan

Salak
Pondoh

Salak
Manonjaya

Salak
Gula Pasir

A

B

Program Ekstensifikasi

– Tahun ke 0

– Tahun ke 1

– Tahun ke 2

– Tahun ke 3

– Tahun ke 4 (Panen Pertama)

– Tahun ke 5 dan seterusnya   diasumsikan naik 10 s/d 20%

Program Intensifikasi

– Pada Tahun ke 0 proyek tanaman   salak sudah berumur 3 Thn

– Tahun ke 1 Proyek (Panen ke 1)

5.317.500

2.867.500

2.867.500

2.867.500

2.867.500

4.996.750

4.775.000

24.770.500

2.867.500

3.267.500

3.817.500

4.217.500

4.542.500

4.770.000

16.029.500

2.867.500

2.867.500

2.867.500

2.867.500

4.996.750

4.775.000

STRUKTUR BIAYA PROYEK (lebih…)

Read Full Post »