Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘perkebunan’ Category

(sukanagara.files.wordpress.com)

INILAH.COM, Jakarta ? Teh kini tak lagi sekadar minuman. Dia juga dimanfaatkan untuk beragam alat kecantikan dan perawatan. Tapi, dari sisi ekonomi, industri teh nasional masih perlu melakukan revitalisasi.

Teh selama ini memang lebih berfungsi sebagai salah satu bahan perasa minuman. Karena memiliki manfaat, terutama untuk kesehatan, teh menjadi minuman favorit di berbagai belahan dunia.

Sejatinya, teh tak hanya digunakan untuk minuman. Semua bagian tanaman teh, kini bisa digunakan sebagai bahan-bahan kosmetik. Teh juga bisa bermanfaat untuk perawatan gigi, kulit, dan rambut.

Sekarang, tak aneh lagi menemukan teh yang digunakan untuk lotion, krim antiseptik, produk perawatan rambut seperti shampo atau kondisioner, perawatan mulut seperti pasta gigi, obat kumur, dan pelindung bibir, deodoran, produk pembersih seperti sabun. Dia juga jadi campuran alat pembersih kulit, perawatan tubuh, perawatan kaki, produk pelindung tubuh dari sengatan matahari atau yang diperlukan selama perjalanan.

Beragam manfaat tersebut tentu tak lepas dari keberadaan senyawa-senyawa dan sifat-sifat yang ada pada daun teh. Setidaknya terdapat 450 senyawa organik dan lebih dari satu senyawa anorganik bisa ditemukan dalam daun teh. Menurut Tea Board India, dalam secangkir teh terkandung energi sekitar 4 kkal, di samping flour, mangan, vitamin B kompleks, asam nikotinat, dan asam pantotenat.

Kandungan ini membuat konsumsi teh per kapita menjadi sangat tinggi. Teh merupakan minuman yang populer di Indonesia. Konsumsi teh di Indonesia mencapai 0,8 kg per kapita per tahun. Sayangnya, angka itu masih jauh di bawah negara-negara lain di dunia walaupun Indonesia merupakan negara penghasil teh terbesar keenam di dunia.

Berdasarkan data terakhir, konsumsi teh per kapita paling tinggi adalah Turki dengan 2,1 kg. Setelah itu baru Inggris, negeri yang menjadikan teh sebagai perlambang aristokrasi, dengan 2,1 kg. Penduduk Maroko, negara di Afrika Utara, rata-rata mengkonsumsi 1,4 kg teh setiap tahunnya.

Dari sisi produksi, India menjadi penghasil teh terbesar di dunia. India memiliki wilayah perkebunan teh paling besar dan terkenal, yakni Darjeerling, Assam, dan Nilgiri.

Sementara di Indonesia, produksi teh sejak tahun 2002 mengalami penurunan. Padahal, harga teh nasional dan internasional terus melonjak. Hal ini disebabkan agribisnis teh belum pulih sehingga kualitas dan produksi turun. Karena itu penting membuat pasar teh Indonesia.

“Untuk itu harus dicari terobosan bagaimana kita menciptakan hal baru,” ujar Agus Pakpahan, Deputi Meneng BUMN bidang Agro Industri, Kehutanan, Kertas, Percetakan dan Penerbitan baru-baru ini di Jakarta.

Salah satunya adalah dengan mengadakan Indonesia Tea Auction atau lelang teh Indonesia sehingga banyak mendatangkan pembeli. Aktivitas itu, diyakini, akan berimbas pada agrobisnis teh nasional.

Produksi teh Indonesia pernah mencapai rekornya pada 169 ribu ton pada tahun 2003. Setahun sebelumnya, angka itu masih 162 ribu ton. Setelah itu, produksi teh terus melorot, yakni 160 ribu ton (2004), 156 ribu ton (2005), 140 ribu ton (2006) dan tahun lalu 150 ribu ton. (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Jagung Baru Tahan Bulai

Penyakit bulai masih menjadi momok bagi petani jagung. Karena itu Monsanto meluncurkan varietas hibrida DK 979 dan produk perlakuan benihnya, Acceleron.

Peluncuran benih terbaru pertama di Asia bagi Monsanto tersebut mengambil tempat di Desa Wana, Kecamatan Melinting, Kabupaten Lampung Timur (20/1). Di beberapa areal tanam di Lampung varietas DK 979 ini diujicoba dan disandingkan dengan varietas lain sebagai perbandingan. Umur tanam saat peluncuran rata-rata masih di bawah 40 hari.  Sedangkan uji tanam sebelum peluncuran menunjukkan produksi lebih tinggi 1,2—1,8 ton per ha ketimbang varietas pembanding.

Pada kesempatan peluncuran itu Presiden Direktur Monsanto Indonesia Chris J. Peterson mengatakan, “Monsanto menerapkan teknologi dan inovasi untuk mendukung kerja petani jagung agar bisa melakukan panen secara kontinu. Kami ingin menjadikan Indonesia penyuplai benih jagung hibrida di Asia.”

Peterson menambahkan, produk perlakuan benih Acceleron bisa membantu petani memaksimalkan performa benih sejak masa tanam untuk menangani bulai.  Menurut dia, benih tersebut terbukti lebih tangguh melawan bulai. Bulai adalah penyakit yang disebabkan cendawan Peronosclerospora maydis.

agrina-online.com, 01/02/2010

Read Full Post »

Salah satu hal yang menghambat kualitas dan kuantitas produksi tebu adalah tidak meratanya pasokan air. Selama ini sistem irigasi yang dijalankan untuk perkebunan seperti halnya perkebunan tebu kebanyakan masih sederhana. Dalam hal pengaturan pasokan air yang terjadi adalah pengontrolan secara manual.

Hal itu melatarbelakangi Dr Ir Ahmad Munir, staf pengajar Universitas Hasanudin, untuk mengembangkan sistem pengaturan irigasi berbasis komputer. Ahmad mengembangkan sistem akuisisi data cepat untuk mendukung komputerisasi penjadwalan irigasi pada perkebunan tebu. (lebih…)

Read Full Post »

Produk hasil perkebunan teh nasional, terutama asal Jabar, masih harus berjuang keras untuk meningkatkan daya saing pada pasaran internasional. Pasalnya, sampai kini produk teh nasional peringkatnya masih di bawah negara-negara produsen teh internasional lainnya, terutama Kenya dan Srilanka. Demikian dikatakan pengamat perkebunan nasional, H.S. Dillon yang dihubungi ?PR?, Selasa (10/12).

?Karena produksi teh nasional sebagian besar ada di Jabar, ini jelas tantangan berat bagi para pengusaha tehnya, baik BUMN maupun swasta untuk berupaya tetap eksis. Bahkan, mereka harus berjuang memperoleh peningkatan minat pasar internasional,? ujarnya.

Kondisi demikian, menurut H.S. Dillon, tiga faktor utama penyebabnya yaitu kurang berkembangnya usaha peningkatan kualitas, dan pengembangan strategi pemasaran teh nasional, serta penyusutan areal perkebunan teh nasional. Di samping itu, pemeliharaan dan penyiapan areal perkebunan teh untuk ke depan diketahui banyak kurang terencana.

?Pada sisi lain, adanya lembaga ATI (Asosiasi Teh Indonesia), belakangan malah kurang terdengar lagi kiprahnya. Padahal, mereka berperan strategis untuk menjembatani di samping salah satu pendorong utama bagi berbagai kepentingan usaha teh nasional,? katanya. (lebih…)

Read Full Post »

Jagung Penangkal AIDS?

PRODIGENE Inc of College Station, Texas menjadi perusahaan pertama yang berhasil memodifikasi tanaman untuk menghasilkan protein tertentu yang berfungsi sebagai obat. Produknya adalah trypsin, insulin, dan obat penting lain yang akan dimasukkan ke jagung
PRODIGENE Inc of College Station, Texas menjadi perusahaan pertama yang berhasil memodifikasi tanaman untuk menghasilkan protein tertentu yang berfungsi sebagai obat. Produknya adalah trypsin, insulin, dan obat penting lain yang akan dimasukkan ke dalam jagung oleh ProdiGene. Jagung itu hanya permulaan dari banyak cara yang akan ada untuk mengobati penyakit.

Para peneliti sedang mengujinya pada kentang, tomat, dan wortel untuk menghasilkan vaksin untuk hepatitis B. Para peneliti tersebut memodifikasi tomat, bayam, dan melon untuk menghasilkan vaksin rabies. Tomat yang diuji tersebut telah melewati tahap awal pengujian sebagai vaksin untuk virus syncytal pernafasan yang mengakibatkan penyakit pada bayi dan orang dewasa.

Sementara itu, kedelai hasil bioteknologi muncul menjadi obat untuk penyakit herpes. Sedangkan sawi sedang diuji untuk perawatan hepatitis B dan C. Ada juga rumor yang berkembang yang mengatakan bahwa sedang dikembangkan vaksin AIDS di dalam tanaman jagung. Semua vaksin dan perawatan potensial ini berbasis pada protein bukan bahan kimia. Protein itu dihasilkan oleh gen makhluk hidup.

Tanaman dapat menghasilkan jumlah protein yang besar yang tidak dapat diproses dalam tubuh kita (seperti insulin dalam kasus diabetes). Atau bisa jadi tubuh kita menghasilkannya dalam jumlah yang terlalu sedikit untuk melawan penyakit.

situshijau.co.id, 14 Januari 2003

Read Full Post »

Berawal dari dibuatnya pop corn tersebut, nama jagung mulai populer sampai mencakup keseluruh penjuru dunia. Di Indonesia sendiri, khususnya di Jawa Barat, jagung makin terkenal dengan jagung bakarnya.

ENTAH sejak kapan jagung mulai dikenal orang. Kepopuleran tanaman yang sudah sejak lama diketahui orang, bukan hanya di Indonesia tapi juga di negara-negara lainnya, belum dapat dipastikan kapan dan di mana pertama kali ditemukannya. Menurut beberapa sumber, ada yang menyebutkan bahwa dalam tahun 1779, orang Indian Amerika menemukan tanaman yang kemudian dikenal dengan varietas jagung manis atau jagung gula (zea mays saccharata).

Jenis ini memiliki ciri-ciri di antaranya biji yang mengilat dan kalau masih muda kelihatan jernih bercahaya, tetapi kalau sudah tua atau masak mengerut dan keriput. Nama zea mays sendiri diberikan oleh Carolus Linnaeus pada tahun 1939. Kata “zea” diambil dari bahasa Yunani yang berarti “padi-padian”, sedangkan kata “mays” merupakan kosakata orang Indian yaitu “mahiz” yang merupakan sebuatan untuk jagung bagi orang Indian.

Proses penyebaran tanaman jagung ke berbagai negara, diperkirakan berawal dari ditemukannya benua Amerika oleh Cristoforo Colombo yang lebih dikenal dengan sebutan Columbus. Pada saat itu penduduk Meksiko dan Amerika Selatan sudah mengusahakan tanaman ini, sementara negara lain belum mengenalnya. Oleh Columbus tanaman jagung dibawa ke Eropa, termasuk Spanyol.

Dari sana tanaman ini cepat menyebar ke negara lain di sekitar Laut Tengah, seperti Portugal, Itali, Prancis Selatan, dan Afrika Utara. Kemudian oleh orang Portugis, jagung dibawa ke daerah tropis pantai barat Afrika dan di sana dikembangkan dengan baik.

Dari sana penyebarannya makin meluas hingga ke negara India, Cina, dan Filipina. Dalam upaya pencarian jalan ke negeri rempah-rempah, akhirnya bangsa Portugis sampai ke Indonesia. Hingga tanaman jagung yang mereka bawa tersebut masuk ke negara kita, yaitu pertamanya ke Pulau Tidore Maluku Utara yang kemudian menyebar ke Sulawesi serta pulau-pulau lainnya di Indonesia. (lebih…)

Read Full Post »

Sekilas khasiat teh

Teh yang mengandung antioksidan, dipercaya mampu menghambat kanker menjadikan minuman ini sebagai salah satu minuman kesehatan. Dari beberapa penelitian, minum teh setiap hari tanpa harus takut terkena penyakit lain bila meminumnya tanpa gula.

Kebiasaan minum teh diIndonesia Indonesia telah berlangsung lama dan menjadi minuman sehari-hari. Dari tempat mewah sampai warung pinggir jalan teh adalah minuman yang selalu ditawarkan. Bagi beberapa suku bangsa di dunia, minum teh dijadikan sebagai budaya yang dilakukan dalam sebuah upacara.

Contohnya bangsa Inggris yang memiliki kebiasaan harus menyempatkan diri setiap pukul 5 sore untuk minum teh. Segala kegiatan, bila sudah masuk pada jam tersebut harus berhenti sejenak dan diisi dengan acara minum teh.

Teh yang mengandung antioksidan, dipercaya mampu menghambat kanker menjadikan minuman ini sebagai salah satu minuman kesehatan. Dari beberapa penelitian, minum teh setiap hari tanpa harus takut terkena penyakit lain bila meminumnya tanpa gula.

Agar lebih nikmat orang lalu meramunya menjadi teh rempah atau biasa disebut herbal tea atau fruit tea. Teh dengan aroma rempah dan buah dianggap mampu menyegarkan tubuh dan membersihkan racun tubuh. Ada beberapa macam herbal tea seperti apple tea, ginger tea, camomile tea, cinnamon tea, green tea, lemon balm tea, dan peppermint tea.

Menurut sejarah, minuman teh ini ditemukan di masa Kaisar Cina bernama Shen Nong pada tahun 2737 SM. Kaisar yang menyukai berbagai penelitian itu suatu saat tengah melakukan perjalanan. Ketika beristirahat di sebuah hutan, salah seorang pembantunya memasak air minum. Tanpa sengaja jatuh selembar daun ke dalam tempat masak. Air yang mendidih menjadikan daun tadi mengeluarkan warna kecokelatan. (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »