Feeds:
Pos
Komentar
Iklan
(istimewa)

Ilmuwan berhasil mengembangkan tomat ungu yang terbukti mampu mencegah kanker pada tikus. Tomat ungu dihasilkan dengan cara rekayasa genetik.

Hasil penelitian ilmuwan Inggris Cathie Martin dan koleganya dipublikasikan di jurnal Nature Biotechnology, mempertegas ide tanaman yang dikembangkan secara genetik bisa membuat orang makin sehat. Tomat ungu berisi nutrisi seperti yang terdapat pada buah berri.

Tikus yang menderita kanker dan diberi makan tomat yang telah direkayasa ini mampu bertahan hidup lebih lama daripada tikus yang makanannya tanpa dicampurkan tomat ungu.

“Efeknya lebih besar dari yang kami perkirakan,” kata Martin yang ahli biologi tanaman. Lanjut Baca »

Anggrek Terkecil di Dunia

(istimewa)

 Ahli botani di Ekuador mendapat penghormatan karena menemukan anggrek terkecil di dunia dengan lebar hanya 2.1mm dan kelopak yang transparan hanya satu sel tebal.

Tanaman itu berasal dari Platystele genus yang membentuk sebagian besar miniatur tanaman.

Ilmuwan Amerika Jost Lou menemukan bunga kecil itu secara kebetulan di antara akar tanaman yang lebih besar dan ia kumpulkan dari Cerro Candelaria di timur Andes.

“Aku melihat di antara akar ada tanaman kecil yang aku sadar lebih menarik daripada anggrek yang lebih besar,” katanya.

Itu adalah 60 anggrek baru yang telah ditemukan dalam sepuluh tahun terakhir. Dr Jost bekerja untuk EcoMinga Foundation Ekuador.

Lebih dari 1.000 spesies anggrek telah diekplorasi di negara Amerika Selatan dalam 100 tahun terakhir sebagai jalan baru membuka daerah-daerah terpencil.

Dr Jost menemukan kelompok paling menarik dari 28 jenis anggrek dari genus teagueia di daerah pegunungan dekat Banos, Ekuador.

Kelompok itu sebelumnya diperkirakan hanya memiliki enam spesies.

inilah.com, 02/12/2009

(istimewa)

 Peneliti Amerika menggunakan tembakau sebagai bahan bakar alternatif. Bahan kimia tembakau potensial menunjang industri dan kendaraan selain sebagai bahan baku rokok yang berbahaya bagi lingkungan.

Kelompok peneliti di Philadelphia Amerika mempunyai rencana radikal untuk bahan bakar alternatif dari tanaman. Ide baru yang ditawarkan untuk kendaraan masa depan tidak hanya datang dari alkohol, bunga matahari atau alga. Ilmuwan mengajukan bahwa mereka akan mengembangkan bahan bakar dari tembakau.

“Tembakau adalah bahan bakar bio yang sangat menarik karena selain digunakan untuk produksi bahan makanan ternyata bisa untuk tenaga pendorong kendaraan,” ujar Dr Vyacheslav Andianov dari Universitas Thomas Jefferson.

“Kami telah menemukan cara secara kimiawi genetika memproses tanaman tersebut agar daun tembakau dapat menghasilkan banyak minyak. Pada beberapa percobaan, tanaman modifikasi memproduksi 20 kali lebih banyak minyak pada bagian daunnya,” tambah Thomas.

Menurut penelitian daun tembakau secara umum mengandung 1,7% hingga 4% proporsi minyak dalam keadaan kering. Satu gen modifikasi yang diuji coba Andrianov dan koleganya mampu menghasilkan 6,8% minyak dalam berat kering.

Minyak bibit tembakau telah diujicoba juga di mesin diesel, tetapi ternyata bibit tembakau tidak terlalu produktif, hanya 1500kg per hektar. Meskipun ternyata akhirnya dari keseluruhan bahan tanaman, daun adalah yang terbaik. Lanjut Baca »

INILAH.COM, Tokyo – Beberapa aroma bunga diyakini mampu mengurangi tingkat stres pada seseorang. Dengan memilih aroma tepat, rasa stres dan depresi akan berkurang, serta mampu membuat seseorang tertidur lelap.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Jepang, menunjukkan bahwa linalool, aroma bunga yang biasa terdapat dalam makanan dan buah seperti jeruk, anggur, mangga, kemangi, dan lavender, diyakini mengurangi tingkat stres yang berhubungan dengan kimia dan perubahan gen dalam tikus. Lanjut Baca »

(ist)

INILAH.COM, London – Brokoli ternyata efektif mencegah serangan jantung dan stroke. Zat kimia sulforaphane yang terkandung di dalam brokoli, berfungsi menguatkan sistem kekebalan tubuh untuk mencegah penyumbatan arteri.

Tanaman lain seperti bunga kol, tauge, kubis dan pak choi juga mengandung zat kimia ini. Tetapi dari keseluruhan sayur itu, brokoli memiliki kadar paling tinggi.

Hasil penelitian Journal Arteriosclerosis Thrombosis and Vascular Biology mengklaim, brokoli efektif mencegah serangan jantung dan stroke. Zat kimia sulforaphane yang terkandung di dalam brokoli, menurut peneliti, berfungsi menguatkan sistem kekebalan tubuh untuk mencegah penyumbatan arteri. Lanjut Baca »

(sukanagara.files.wordpress.com)

INILAH.COM, Jakarta ? Teh kini tak lagi sekadar minuman. Dia juga dimanfaatkan untuk beragam alat kecantikan dan perawatan. Tapi, dari sisi ekonomi, industri teh nasional masih perlu melakukan revitalisasi.

Teh selama ini memang lebih berfungsi sebagai salah satu bahan perasa minuman. Karena memiliki manfaat, terutama untuk kesehatan, teh menjadi minuman favorit di berbagai belahan dunia.

Sejatinya, teh tak hanya digunakan untuk minuman. Semua bagian tanaman teh, kini bisa digunakan sebagai bahan-bahan kosmetik. Teh juga bisa bermanfaat untuk perawatan gigi, kulit, dan rambut.

Sekarang, tak aneh lagi menemukan teh yang digunakan untuk lotion, krim antiseptik, produk perawatan rambut seperti shampo atau kondisioner, perawatan mulut seperti pasta gigi, obat kumur, dan pelindung bibir, deodoran, produk pembersih seperti sabun. Dia juga jadi campuran alat pembersih kulit, perawatan tubuh, perawatan kaki, produk pelindung tubuh dari sengatan matahari atau yang diperlukan selama perjalanan.

Beragam manfaat tersebut tentu tak lepas dari keberadaan senyawa-senyawa dan sifat-sifat yang ada pada daun teh. Setidaknya terdapat 450 senyawa organik dan lebih dari satu senyawa anorganik bisa ditemukan dalam daun teh. Menurut Tea Board India, dalam secangkir teh terkandung energi sekitar 4 kkal, di samping flour, mangan, vitamin B kompleks, asam nikotinat, dan asam pantotenat.

Kandungan ini membuat konsumsi teh per kapita menjadi sangat tinggi. Teh merupakan minuman yang populer di Indonesia. Konsumsi teh di Indonesia mencapai 0,8 kg per kapita per tahun. Sayangnya, angka itu masih jauh di bawah negara-negara lain di dunia walaupun Indonesia merupakan negara penghasil teh terbesar keenam di dunia.

Berdasarkan data terakhir, konsumsi teh per kapita paling tinggi adalah Turki dengan 2,1 kg. Setelah itu baru Inggris, negeri yang menjadikan teh sebagai perlambang aristokrasi, dengan 2,1 kg. Penduduk Maroko, negara di Afrika Utara, rata-rata mengkonsumsi 1,4 kg teh setiap tahunnya.

Dari sisi produksi, India menjadi penghasil teh terbesar di dunia. India memiliki wilayah perkebunan teh paling besar dan terkenal, yakni Darjeerling, Assam, dan Nilgiri.

Sementara di Indonesia, produksi teh sejak tahun 2002 mengalami penurunan. Padahal, harga teh nasional dan internasional terus melonjak. Hal ini disebabkan agribisnis teh belum pulih sehingga kualitas dan produksi turun. Karena itu penting membuat pasar teh Indonesia.

“Untuk itu harus dicari terobosan bagaimana kita menciptakan hal baru,” ujar Agus Pakpahan, Deputi Meneng BUMN bidang Agro Industri, Kehutanan, Kertas, Percetakan dan Penerbitan baru-baru ini di Jakarta.

Salah satunya adalah dengan mengadakan Indonesia Tea Auction atau lelang teh Indonesia sehingga banyak mendatangkan pembeli. Aktivitas itu, diyakini, akan berimbas pada agrobisnis teh nasional.

Produksi teh Indonesia pernah mencapai rekornya pada 169 ribu ton pada tahun 2003. Setahun sebelumnya, angka itu masih 162 ribu ton. Setelah itu, produksi teh terus melorot, yakni 160 ribu ton (2004), 156 ribu ton (2005), 140 ribu ton (2006) dan tahun lalu 150 ribu ton. Lanjut Baca »