Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘tanaman obat’ Category

Adas

Tanaman Adas  (Foeniculum vul-gare Mill.) adalah tanaman herba tahunan  dari familii Umbelliferae dan genus Foeniculum.  Tanaman ini berasal dari  Eropa Selatan dan daerah Mediterania,  yang ke-mudian  menyebar cukup luas di berbagai negara seperti Cina, Meksiko, India,  Itali,  Indian, dan  termasuk negara Indonesia.

Genus Foeniculum  mempunyai tiga spesies yaitu F. vulgare (adas), F. azoricum (adas bunga di-gunakan sebagai sayuran) dan F. dulce (adas manis digunakan juga sebagai sayuran). F. vulgare mempunyai sub spesies yaitu  F. fulgare var. dulce dan F. vulgare var. vulgare. Di Indonesia dikenal dua jenis adas yang termasuk ke dalam famili Umbelliferae, yaitu  adas (F. vulgare Mill.) dan adas sowa (Anetum graveolens Linn.)  Kedua  jenis ini telah banyak dibudidayakan di Indonesia,  ter-utama  adas (F. vulgare Mill.)  Sedangkan A. graveolens Linn lebih banyak dibudidayakan di daerah dataran rendah dan daunnya dimakan sebagai lalap.

selain sebagai bumbu masak,  tanaman adas mempunyai banyak kegunaan mulai  dari akar, daun, batang dan bijinya.   Daun adas digunakan sebagai di-uretik (pelancar air seni) dan me-macu pengeluaran keringat.  Akar-nya berkhasiat sebagai obat batuk, pencuci perut  dan sakit perut se-habis melahirkan.  Tanaman muda  digunakan juga sebagai obat gang-guan saluran pernapasan dan dari ekstrak buah adas dapat digunakan  untuk mengobati mulas.

Mengingat kegunaannya sebagai tanaman obat, maka tanaman adas merupakan salah satu tanaman  yang mempunyai peranan penting dalam industri obat tradisional di Indone-sia.  Hal ini dapat dilihat dari laju permintaan  dalam negeri terhadap simplisia adas yang terus mening-kat. Pada tahun  1984  pemakai-     an adas sebesar 10.498 ton/tahun, pada  tahun 1993 meningkat menjadi 321.520 ton/tahun.  Laju permintaan yang tinggi ini tidak diimbangi dengan budidaya secara intensif se-hingga negara Indonesia mengimpor  adas pada tahun 2000 sebesar   3.000 ton dari negara India, Mesir dan Iran, karena produksi lokal  hanya berkisar 300 ton/tahun.

Melihat   kegunaannya yang beragam dan kebutuhan dalam negeri yang belum terpenuhi maka tanaman ini cukup potensi untuk dikembangkan. Untuk mendukung pengembangan tanaman adas perlu di-ketahui informasi tentang tanaman adas mulai dari  kegunaan, syarat tumbuh, penanganan benih dan teknik budidayanya.

(lebih…)

Read Full Post »

Asam Jawa

BERKHASIAT: Asam jawa dapat digunakan sebagai bumbu masak, juga berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit seperti batuk, demam dan asma.

JAKARTA– Asam jawa banyak digunakan sebagai bumbu masakan. Tak jarang juga digunakan sebagai bahan minuman yang dapat ditemukan pada penjual jamu. Nyatanya buah berbentuk polong dengan rasa asam itu memang memiliki khasiat yang luar biasa bagi tubuh.

Asam Jawa (Tamarindus indica) merupakan sebuah kultivar daerah tropis. Buah asam per 100 gram mengandung kalori sebesar 239 kal, protein 2,8 gram, lemak 0,6 gram, hidrat arang 62,5 gram, kalsium 74 miligram, fosfor 113 miligram, zat besi 0,6 miligram, vitamin A 30 SI, vitamin B1 0,34 miligram, dan vitamin C 2 milgram. Kulit bijinya mengandung phlobatannin dan bijinya mengandung albuminoid , serta pati.

Manfaat asam Jawa antara lain untuk menyembuhkan asma, menyembuhkan batuk, demam, reumatik (nyeri sendi), nyeri haid, alergi, sariawan dan menurunkan berat badan.

Untuk Anda yang menderita asma, rebuslah dua potong kulit asam jawa dan adas dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring. Minum air rebusan dua kali sehari.

Kemudian untuk batuk kering, gunakan buah asam jawa sebanyak tiga polong dan setengah genggam daun saga. Kedua bahan tersebut direbus dengan empat gelas air hingga tinggal satu gelas, kemudian saring dan diminum dua kali sehari tiap pagi dan sore.

Jika anggota keluarga ada yang demam, jangan terburu-buru memberikan obat kimia. Cobalah dengan rebusan dari satu genggam daun asam jawa dan adas. Saring air rebusan dan minum dua kali sehari, pagi sore.

Untuk sakit perut ada beberapa pilihan resep. Resep pertama, tiga polong buah asam jawa yang sudah masak dicampur dengan kapur sirih dan minyak kayu putih. Dicampur merata dan digunakan sebagai obat gosok terutama pada perut. Jika ingin ramuan minuman, seduh tiga polong buah asam jawa dengan satu potong gula aren.

Bisul juga bisa diobati dengan asam jawa. Daging buah asam matang yang sudah diolah dan warnanya hitam, bukan coklat sebesar telur burung puyuh, direndam dalam 1 gelas air sehingga mengembang, lima iris temulawak yang dicuci dulu sebelum diiris, gula aren untuk pemanis. Semuan dididihkan sehingga airnya tinggal setengah. Diminum satu kali sehari sampai sembuh.

Untuk ditempelkan, ambil asam kawak sebesar telur burung puyuh, sedikit garam dan sedikit minyak dicampur dan dilumatkan. Tempelkan ke bisul.

Gatal pada bekas luka yang sudah kering dapat diobati dengan asam kawak yang dilembapkan dengan air matang bersih , lalu digosokkan ke bekas luka yang gatal. Cara lain, satu sendok makan penuh daun asam, sepotong empu kunyit, dicuci, dilumatkan, ditempel ke bekas luka yang gatal.

Toko Herbal.com, 16 Juli 2009

Read Full Post »

Jintan Hitam

Jintan hitam (the Black Seed) telah digunakan sejak dulu. Mulanya ini digunakan oleh orang-orang Parsi dalam masakan dan obat-obatan mereka. Jintan hitam berasal dari kawasan Mediteranean, namun kini ia juga ditanam di Afrika Utara dan sebagiannya di Asia seperti India. Jintan hitam diperoleh dari bijinya. Pokoknya mengeluarkan bunga berwarna ungu muda atau putih. Buahnya berbentuk kapsul yang mengandung banyak biji kecil berwarna putih dan berbentuk trigonal. Setelah matang kapsulnya terbuka dan biji-biji ini akan berubah menjadi hitam. Minyak dari jintan hitam ini dijumpai dalam makam Fir’aun yang terkenal, Tuthankamen. Ia juga digunakan oleh Cleopatra untuk kesehatan dan kecantikannya.
Jintan hitam digunakan ahli pengobatan Yunani untuk mengobati sakit gigi, sakit kepala, hidung tersumbat dan mengatasi parasit usus seperti cacing. Ahli pengobatan Islam yang terkenal, Ibnu Sina di dalam bukunya menyatakan bahwa jintan hitam dapat digunakan untuk meningkatkan metabolisme dan meningkatkan semangat. Jintan hitam juga dikenal sebagai BRM (Biological response Modifier) karena di barat ada penelitian yang menunjukkan bahwa ekstrak dari bijinya bersifat toksik kepada sel kanker. Penelitian ini dilakukan terhadap tikus. Penelitian ini juga menunjukkan, sel kanker yang diberi ekstrak jintan hitam dalm inkubator tidak dapat menghasilkan faktor untuk pertumbuhan (Fibroblast Growth Factor) dan protein berkolagen yang diperlukan untuk pertumbuhan tumor.
Jintan hitam atau Habbatussauda telah digunakan di banyak negara Timur Tengah untuk pengobatan alami selama lebih dari 2000 tahun. Sejak tahun 1960 terdapat lebih dari 200 studi di berbagai universitas berbagai negara yang telah menemukan manfaat luar biasa dari habbatussauda ini. Para ilmuwan di Eropa baru-baru ini menyatakan bahwa Habbatussauda (the Black Seed) bekerja sebagai anti bakteri dan anti jamur. Para ilmuwan imunobiologi dan kanker menemukan bahwa Habbatussauda dapat merangsang sumsum tulang dan sel-sel kekebalan tubuh untuk meningkatkan produksi interferon serta melindungi sel-sel normal terhadap efek-efek virus yang merusak sel, juga menghancurkan sel-sel tumor. (lebih…)

Read Full Post »

Tanaman obat satu ini memang sudah dikenal punya banyak khasiat. Ciri-cirnya berupa tumbuhan berbatang basah yang tegak. Berbagai istilah untuk menyebut tanaman ini, mulai kidney tea, plants/java tea (Inggris), giri-giri marah (Sumatera), remujung (Jawa Barat dan Jawa Timur) dan songot koneng (Madura).

Meski kini telah tersebar ke wilayah Asia dan Australia, tumbuhan yang memiliki nama latinOrthosiphon Stamineus awalnya berasal dari wilayah Afrika Tropis. Masyarakat mengenal tanaman ini sebagai obat penyakit batu ginjal, asam urat, batuk, encok, masuk angin, sembelit, radang ginjal, kencing manis, albuminuria, hingga sifilis.
Khasiat tersebut didapat dari daunnya yang mengandung kadar kalium (boorsma) yang cukup tinggi. Ia juga mengandung glikosida orthosifonin, yang berkhasiat melarutkan asam urat, fosfat dan oksalat dari tubuh. Terutama dari kandung kemih, empedu dan ginjal.

Dalam perkembangan dunia farmasi kumis kucing juga digunakan sebagai bahan dasar obat-obatan modern, Tanaman ini mulai berkembang luas setelah banyak permintan dari industri farmasi dan jamu dalam negeri. Alhasil kini tidak terlalu sulit untuk mencari kumis kucing di toko-toko obat, apotik, atau bahan suplemen.

Tanaman obat ini rasanya manis namun sedikit pahit. Salah satu resep sederhana mengobati penyakit infeksi ginjal dan hipertensi, cuci 30 gram herba segar kumis kucing, herba daun sendok dan rumput lidah ular. Rebus itu semua dalam tigha gelas air sampai hanya tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring airnya lalu diminum setengah gelas sebanyak dua kali sehari.

Bagi yang menderita infeksi saluran kencing, sering buang air kecil (volume sedikit dan anyang-anyangan), bisa dicoba penyembuhannya dengan ramuan herba segar daun kumis kucing, meniran, dan akar alang-alang masing-masing 30 gram lalu dicuci sampai bersih. Bahan-bahan tersebut selanjutnya dipotong-potong seperlunya lalu direbus dalam tiga gelas air hingga hanya tersisa setengahnya. Setelah dingin, air tersebut kemudian diminum masing-masing setengah gelas sebanyak tiga kali sehari.

Untuk mengobati kencing batu, 90 gram herba kumis kucing dicuci bersih lalu direbus dalam satu liter air hingga mendidih dan tersisa 750 cc. Setelah dingin, minumlah sebanyak tiga kali sehari masing-masing sepertiga bagian. Minumlah ramuan ini hingga penyakitnya berkurang, dengan tetap konsultasi ke dokter untuk mengetahui perkembangan kesehatan anda.

Toko Herbal.com, 06 Juli 2009

Read Full Post »

Sejak tsunami datang Desember lalu, Banda Aceh dan sekitarnya bak kota duka. Nyaris tak ada cerita ceria tersisa. Saat itulah penulis teringat naas yang pernah menimpa seorang pria, sebut saja lmron. Warga asli Tapak Tuan, Aceh, itu bukan korban tsunami, tapi korban impotensi, yang sembuh berkat ramuan tradisional warisan leluhur.
Lo, apa hubungannya tsunami dan impotensi?
Sekilas sepertinya tak ada. Namun, kisah sejati Pak Imron dan ramuan penaik libido warisan leluhur itu setidaknya dapat menjadi pemicu semangat bahwa Aceh masih punya banyak hal, selain duka yang tersisa. Salah satunya, ya ramuan tradisional yang dapat membantu saudara-saudara senusantara yang tengah mengalami kendala dengan kejantanannya itu.
Sebagai lelaki, Pak Imron memang sempat frustrasi. Meski kiamat belum tiba, ia merasa dunianya telah berakhir. Bayangkan, umurnya baru mencapai kepala tiga, ketika impotensi tiba-tiba menyerang. Ia bukan hanya merasa rendah diri, tapi sempat juga mengalami depresi, gairah kerja menurun, vitalitas hidup merosot, bahkan lelaki yang sudah berumah tangga selama 10 tahun itu nyaris ingin bunuh diri.
Untunglah mertuanya memberi solusi jitu buat sang menantu. “Mengapa tidak kamu coba ramuan nenek moyang kita? ‘Warisan’ ini kami pelihara turun-temurun dan khasiatnya telah terbukti. Dengan minum rebusan lima akar tumbuhan ini kamu akan mendapat tambahan tenaga untuk memulihkan stamina,” wasiat sang mertua, yang memiliki banyak anak itu.
Kaya Cylindol
* Banyak ahli menyebut impotensi sebagai kegagalan mencapai atau mempertahankan kemampuan untuk melakukan hubungan seksual secara sempurna.
Ada juga yang menyebutnya sebagai gangguan ereksi atau kesukaran penetrasi intim oleh
laki-laki pada saat melakukan hubungan suami-istri. Bentuk gejalanya macam-macam, mulai dari yang ringan sampai superberat.
Pengembangan diagnosis yang dilakukan belakangan menunjukkan, 60% lebih gangguan impotensi disebabkan penyakit (organik). Setelah itu, biasanya disusul dengan gangguan mental.
Penyebab utamanya masalah hormonal dan melibatkan semua penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah dan saraf. Dalam perjalanannya, gangguan terhadap pemhuluh darah itu akhirnya mengganggu juga sistem peredaran darah pada “senjata rahasia” pria.
Hal seperti itulah yang terjadi pada Imron. Makanya, di tengah keputusasaan, setelah berobat kemana-mana tak jua sembuh, ia tak lagi berpikir panjang dan percaya begitu saja saat ditawari ramuan “akar lima” asal Tanah Rencong. “Sebagai mertua, pasti dia tak bermaksud mencelakakan saya,” cetusnya dalam hati.
Apalagi dan seorang teman, ia tahu kalau lima akar itu, masing-masing akar alang-alang (Imperata cylindrica), akar pepaya (Carica papaya), akar pinang (Areca catechu), akar kelapa (Cocos nucifera) dan rimpang jahe (Zingiber officinale) memang menyimpan khasiat antiradang, sebagai tonik, antihipertensi, penguat jantung, perangsang (stimulan), dan penguat lemah syahwat (afrodisiak).
Alang-alang termasuk tumbuhan obat dari keluarga rumput-rumputan (Gramineae). Dikenal sebagai ilalang, karena sukanya melanglang liar di kawasan tropis dan subtropis Afrika, sebagian India, Asia Tenggara, Australia, bahkan tersebar luas di Amerika Utara sampai Selatan, dan di daerah panas pada garis lintang 450 derajat di Selandia Baru dan Jepang.
Di Filipina, akar alang-alang banyak digunakan untuk mengobati disentri. Sedangkan di Malaysia dimanfaatkan sebagai obat diare dan penyakit kelamin gonorrhoea. Di Papua dan Papua New Guinea, digunakan sebagai pembersih darah, obat ginjal, dan penghilang gangguan kandung kencing. Di Brunei, rebusannya dipercaya dapat menurunkan demam (febrifuga).
Matsunaga dan kawan-kawan dalam Journal of Natural Products (1995) menyatakan, akar alang-alang mengandung senyawa eter biphenyl jenis cylindol A dan B. Senyawa cylindol A memperlihatkan aktivitas antiradang. Ada juga senyawa imperanene yang dapat mencegah pembekuan darah dalam pembuluh darah kelinci. Serta cylindrene dan graminone B yang berpengaruh mencegah penyempitan pembuluh nadi.
Panjat pinang
* Selain alang-alang, akar pepaya juga termasuk dalam anggota “akar lima” (lebih…)

Read Full Post »

Tanaman dengan ciri khas daun berbentuk hati dan tumbuh merambat ini mengandung segudang khasiat. Mulai gatal pada kulit sampai yang terbilang menakutkan seperti diabetes dan kanker. Sirih (Piper betle) termasuk tanaman “bandel” karena kemampuannya bertahan dalam kondisi lingkungan yang kurang optimal. Diletakkan di dalam rumah atau kepanasan di halaman tak jadi masalah baginya. Perbanyakannya pun cukup dengan menggunakan setek, potong tangkainya lalu ditanam. Hal terpenting bagi pertumbuhan sirih hanyalah kecukupan air. Di sisi lain, sirih ternyata mempunyai banyak kerabat. Seperti yang diungkapkan Harini Bambang Wahono, pecinta tanaman obat di bilangan Cilandak, Jakarta. Bila sebagian orang kebanyakan hanya mengenal sirih hijau, maka ia mengoleksi beragam sirih, seperti sirih merah, sirih hitam, sirih kuning, sirih kedaton, sirih hutan, sirih manila, sirih belanda, dan sirih liar atau suruan. Rupa dan Manfaat Berbeda Bukan saja rupa yang berbeda, manfaatnya pun berlainan. Ambil contoh sirih hijau dengan ciri daun berwarna hijau dan permukaan daun licin. Umumnya masyarakat merebus beberapa helai daun sirih hijau dan memanfaatkan air rebusannya untuk mengatasi gangguan jerawat, sariawan, sakit gigi, sakit mata sampai masalah kewanitaan. Sirih hijau juga biasa digunakan langsung untuk mengatasi mimisan, bisul, eksim, dan luka bakar. Lain halnya dengan sirih merah. Menurut Harini, sirih yang daunnya berwarna merah ini mampu menjinakkan keluhan yang lebih berat, seperti diabetes, kanker, hipertensi, batu ginjal, hepatitis, dan ambeien. Caranya, “Ambil satu genggam daun sirih merah, lalu rebus dengan dua gelas air. Minum pagi dan malam dengan telaten,” ujar penerima Kalpataru 2002 atas dedikasinya terhadap lingkungan hidup ini. Hari ini menambahkan, selain sebagai tanaman obat, sirih merah juga diburu para hobiis tanaman hias. Maklum, daunnya yang tersusun atas kombinasi warna hijau dan merah dengan motif putih di setiap tulang daunnya terlihat cantik. Sedangkan pada bagian bawah daun seluruh sisi terisi warna merah. “Harganya cukup mahal, sekitar Rp10.000 per helai. Mahal karena indah dan khasiatnya hebat,” komentarnya. Berbeda lagi sirih hitam. Dengan warna daun hijau tua kehitaman, sejumlah literatur menyebutkan sirih ini berkhasiat lima kali lebih dahsyat dibandingkan sirih merah. Namun, pernyataan tersebut masih sebatas kesaksian empiris dan perlu pendalaman medis lebih lanjut. Selain itu, sirih hitam sering dikaitkan dengan dunia klenik. Para dukun menggunakannya untuk melengkapi sesajen saat mereka berpraktik. “Taruh sirih hitam di depan rumah, jika ada roh jahat masuk dia akan berbelok dan nggak jadi masuk kerena takut sama sirih hitam,” canda Hartini Pembina Kelompok Tani Perkotaan “Dahlia” itu punya pengalaman unik dengan sirih hitam. Suatu saat di kawasan rumahnya hujan deras dan petir saling bergantian bersambaran. Kebetulan rumah salah satu anggota kelompoknya tampak tersambar petir. Namun anehnya rumah tersebut tidak rusak sedikit pun, tapi tanaman sirih hitam yang berada di depan rumahnya mendadak mati. Saat dilihat, tangkainya patah dan gosong terbakar. Aneh tapi nyata,” ungkap nenek 77 tahun ini Sedangkan sirih belanda dipercaya sebagai sirkulator udara dalam ruangan. Beberapa penelitian menyebutkan, sirih dengan ukuran daun lebih besar dari jenis lainnya ini efektif menyerap formalin dan benzena. Dalam sehari, sirih belanda mampu menyerap 54% dari total benzena 0,156 ppm. Untuk formalin, dari 18 ppm dapat dihilangkan sebesar 67%. Selain itu, karbon monoksida sebesar 113 ppm dapat dilenyapkan hingga 75%. Hebat ya, manfaat tanaman sirih ini. Anda tertarik memeliharanya?

Pojoktanaman.blogspot.com, 20 Agustus 2008

Read Full Post »

MENGENAL SIRIH-SIRIH HEBAT

Tanaman dengan ciri khas daun berbentuk hati dan tumbuh merambat ini mengandung segudang khasiat. Mulai gatal pada kulit sampai yang terbilang menakutkan seperti diabetes dan kanker.

Sirih (Piper betle) termasuk tanaman “bandel” karena kemampuannya bertahan dalam kondisi lingkungan yang kurang optimal. Diletakkan di dalam rumah atau kepanasan di halaman tak jadi masalah baginya. Perbanyakannya pun cukup dengan menggunakan setek, potong tangkainya lalu ditanam. Hal terpenting bagi pertumbuhan sirih hanyalah kecukupan air.

Di sisi lain, sirih ternyata mempunyai banyak kerabat. Seperti yang diungkapkan Harini Bambang Wahono, pecinta tanaman obat di bilangan Cilandak, Jakarta. Bila sebagian orang kebanyakan hanya mengenal sirih hijau, maka ia mengoleksi beragam sirih, seperti sirih merah, sirih hitam, sirih kuning, sirih kedaton, sirih hutan, sirih manila, sirih belanda, dan sirih liar atau suruan.

Rupa dan Manfaat Berbeda

Bukan saja rupa yang berbeda, manfaatnya pun berlainan. Ambil contoh sirih hijau dengan ciri daun berwarna hijau dan permukaan daun licin. Umumnya masyarakat merebus beberapa helai daun sirih hijau dan memanfaatkan air rebusannya untuk mengatasi gangguan jerawat, sariawan, sakit gigi, sakit mata sampai masalah kewanitaan. Sirih hijau juga biasa digunakan langsung untuk mengatasi mimisan, bisul, eksim, dan luka bakar.

Lain halnya dengan sirih merah. Menurut Harini, sirih yang daunnya berwarna merah ini mampu menjinakkan keluhan yang lebih berat, seperti diabetes, kanker, hipertensi, batu ginjal, hepatitis, dan ambeien. Caranya, “Ambil satu genggam daun sirih merah, lalu rebus dengan dua gelas air. Minum pagi dan malam dengan telaten,” ujar penerima Kalpataru 2002 atas dedikasinya terhadap lingkungan hidup ini. (lebih…)

Read Full Post »

Di samping obat-obatan medis, ada beberapa tanaman yang bisa membantu melawan malaria. Pengalaman nenek moyang kiranya pantas dilestarikan dan tidak ada salahnya kita coba praktikkan. Nah, beberapa tanaman berikut terbukti mampu mengusir malaria:

1. ANUMA
Sebutan botaninya adalah Artemisia annua, termasuk suku Asteraceae. Orang Jawa dan Papua sama-sama menyebutnya anuma. Hidupnya di hutan-hutan, atau kadang tumbuh liar di pinggir-pinggir jalan. Belakangan, tanaman anuma dijadikan tanaman hias dalam pot, karena tampilannya memang cukup eksotik.

Daunnya berbentuk oval, lonjong, panjang sekitar 10-18 cm dan lebar 5-15 cm. Ujung runcing, pangkal tumpul, tepi beringgir, dan warna hijau atau ada pula ungu kehijauan. Batangnya tegak, bulat persegi, dan berwarna hijau kecokelatan. Daun atau seluruh bagian tanaman mengandung saponin, flavonoida, polyfenol, dan minyak atsiri.

Kegunaan anuma, selain sebagai obat demam, juga dipakai untuk obat malaria. Sediakan daun anuma segar sebanyak 60 gram, cuci bersih, lalu rebus dalam 400 ml air. Biarkan mendidih selama 10-15 menit. Saring, dan setelah dingin diminum. Lakukan sehari 2 kali pagi dan sore.

2. BROTOWALI
Tanaman brotowali (Tinospora crispa) hidupnya merambat. Batangnya berwarna hijau, penuh benjolan, dan banyak mengandung air. Daun berbentuk jantung berwarna hijau muda. Bunga bermahkota 6 berwarna hijau muda. Buah berwarna hijau.Batang brotowali mengandung glikosida pikroretosid, alkaloid berberina, palmatina, zat pahit pikroretin, dan hars. Oleh karena itu, batang brotowali terasa amat pahit, bahkan binatang pun enggan menyentuhnya. Mereka yang belum biasa menikmati brotowali, bisa jadi akan muntah karena pahitnya. Untuk itu, tambahkan gula pada ramuan brotowali.

Dibutuhkan tigaperempat jari batang brotowali segar. Potong batang seperlunya lalu rebus di dalam 4,5 gelas minum air. Biarkan mendidih hingga sisanya tinggal separuh. Air rebusan disaring, tambahkan pemanis gula. Saban hari, penderita malaria dianjurkan menenggak tiga kali, dan masing-masing tigaperempat gelas minum. (lebih…)

Read Full Post »

Indonesia merupakan negara kedua terkaya di dunia dalam hal keanekaragaman hayati. Terdapat sekitar 30.000 jenis (spesies) yang telah diidentifikasi dan 950 spesies diantaranya diketahui memiliki fungsi biofarmaka, yaitu tumbuhan, hewan, maupun mikroba yang memiliki potensi sebagai obat, makanan kesehatan, nutraceuticals, baik untuk manusia, hewan maupun tanaman. Dengan kekayaan tersebut Indonesia berpeluang besar untuk menjadi salah satu negara terbesar dalam industri obat tradisional dan kosmetika alami berbahan baku tumbuh-tumbuhan yang peluang pasarnya pun cukup besar.

Sebagai salah satu alternatif pengembangan biofarmaka, fitofarmaka atau lebih dikenal dengan tanaman obat, sangat berpotensi dalam pengembangan industri obat tradisional dan kosmetika Indonesia. Selama ini, industri tersebut berkembang dengan memanfaatkan tumbuh-tumbuhan yang diperoleh dari hutan alam dan sangat sedikit yang telah dibudidayakan petani. Bila adapun, teknik budidaya dan pengolahan bahan baku belum menerapkan persyaratan bahan baku yang diinginkan industri , yaitu bebas bahan kimia dan tidak terkontaminasi jamur ataupun kotoran lainnya. (lebih…)

Read Full Post »

Adas

(Foeniculum vulgare Mill.)

Sinonim :
= E officinale, All. = Anethum foeniculum, Linn.

Familia :
Apiaccae (Umbelliferae)

Uraian :
Adas merupakan satu dari sernbilan tumbuhan obat yang dianggap berrnukjizat di Anglo-Saxon. Di Indonesia telah dibudidayakan dan kadang sebagai tanarnan bumbu atau tanaman obat. Turnbuhan ini dapat hidup dari dataran rendah sampai ketinggian 1.800 m di atas permukaan laut, namun akan tumbuh lebih baik pada dataran tinggi. Asalnya dari Eropa Selatan dan Asia, dan karena manfaatnya kemudian banyak ditanam di Indonesia, India, Argentina, Eropa, dan Jepang. Terna berumur panjang, tinggi 50 cm – 2 m, tumbuh merumpun. Satu rumpun biasanya terdiri dari 3 – 5 batang. Batang hijau kebiru- biruan, beralur, beruas, berlubang, bila memar baunya wangi. Letak daun berseling, majemuk menyirip ganda dua dengan sirip-sirip yang sempit, bentuk jarum, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, berseludang warna putih, seludang berselaput dengan bagian atasnya berbentuk topi. Perbungaan tersusun sebagai bunga payung majemuk dengan 6 – 40 gagang bunga, panjang ibu gagang bunga 5 – 1 0 em, panj’ ang gagang bunga 2 – 5 mm, mahkota berwarna kuning, keluar dari ujung batang. Buah lonjong, berusuk, panjang 6 – 10 mm, lebar 3 – 4 mm, masih muda hijau setelah tua cokelat agak hijau atau cokelat agak kuning sampai sepenuhnya cokelat. Namun, warna buahnya ini berbeda-beda tergantung negara asalnya.Buah masak mempunyai bau khas aromatik, bila dicicipi rasanya relatif seperti kamfer. Adas menghasilkan minyak adas, yang merupakan basil sulingan serbuk buah adas yang masak dan kering. Ada dua macam minyak adas, manis dan pahit. Keduanya, digunakan dalam industri obat-obatan. Adas juga dipakai untuk bumbu, atau digunakan sebagai bahan yang memperbaiki rasa (corrigentia saporis) dan mengharumkan ramuan obat. Biasanya adas digunakan bersama-sama dengan kulit batang pulosari. Daunnya bisa dimakan sebagai sayuran. Perbanyakan dengan biji atau dengan memisahkan anak tanaman.

Nama Lokal :
Hades (Sunda), adas, adas londa, adas landi (Jawa),; Adhas (Madura), adas (Bali), wala wunga (Sumba).; Das pedas (Aceh), adas, adas pedas (melayu).; Adeh, manih (Minangkabau). paapang, paampas (Menado).; Popoas (Alfuru), denggu-denggu (Gorontalo), ; Papaato (Buol), porotomo (Baree). kumpasi (Sangir Talaud).; Adasa, rempasu (Makasar), adase (Bugis).; Hsiao hui (China), phong karee, mellet karee (Thailand),; Jintan Manis (Malaysia). barisaunf, madhurika (Ind./Pak.).; Fennel, commaon fennel, sweet fennel, fenkel, spigel (I).;

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Sakit perut (mulas), perut kembung, mual, muntah, ASI sedikit,; Diare, sakit kuning (jaundice), kurang nafsu makan, batuk,; Sesak napas (Asma), nyeri haid, haid tidak tertur, rematik goat,; Susah tidur (insomnia), buah pelir turun (orchidoptosis), kolik,; Usus turun ke lipat paha (hernia inguinalis), batu empedu,; Pembengkakan saluran sperma (epididimis),; Penimbunan cairan dalam kantung buah zakar (hiodrokel testis),; Keracunan tumbuhan obat atau jamur, meningkatkan penglihatan;

Pemanfaatan : (lebih…)

Read Full Post »

Adem Ati

(Litsea glutinosa (Lour.) C.D. Robins.)

Sinonim :
Litsea chinensis Lamk. Litsea littoralis (L.) Vill.

Familia :
Lauraceae.

Uraian :
Berupa pohon, tinggi dapat mencapai 10 meter. Batang berkayu dan bercabang-cabang. Daun tunggal, bentuk elips, warna hijau, dan berbulu halus. Perbungaan bentuk malai, mahkota bunga berwarna putih kekuningan. Buah bulat, buah muda berwarna hijau, setelah tua berwarna hitam. Akar tunggang warna cokelat muda. Bagian yang digunakan Akar, kulit kayu, dan daun.

Nama Lokal :
NAMA DAERAH: Huru batu, Huru beusai, Huru tangkalak, Madang kapas (Sd); Adem ati, Kapu ketek, Nyampu wingka, Wuru beling (Jw). NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA Litseae glutinosae Radix; Akar Adem Ati. Litseae glutinosae Cortex; Kulit kayu Adem Ati. Litseae glictinosae Folium; Daun Adem Ati.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Sifat Khas Manis, pahit, dan mendinginkan. KHASIAT Anti inflamasi, analgesik, dan hemostatik.

Pemanfaatan : (lebih…)

Read Full Post »

Ajeran

(Bidens pilosa L.)

Sinonim :
Bidens sundaica Blume (1826), Bidens leucorrhiza (Lour.) DC. (1836), Bidens pilosa L. var. minor (Blume) Sherff (1925).

Familia :
Asteraceae (Compositae).

Uraian :
Tumbuhan ini termasuk tumbuhan liar dan banyak ditemui di pinggir jalan. Kadang-kadang ditanam di halaman, sebagai tanaman hias. Tumbuhan ini tergolong terna, tinggi dapat mencapai 150 cm. Batang berbentuk segi empat, warna hijau. Daun bertiga-tiga, masing-masing berbentuk bulat telur, pinggir bergerigi. Bunga bertangkai panjang, mahkota bunga berwarna putih dengan putik berwarna kuning. Bagian yang digunakan Seluruh bagian tumbuhan yang berada di atas tanah (herba).
Nama Lokal :
NAMA DAERAH: ajeran, hareuga (Sunda), jaringan, ketul (Jawa). NAMA ASING: Black jack (En). Sornet (Fr). Malaysia: kancing baju, pau-pau pasir, keroten. Papua New Guinea: ivu na mag (Gunantuna, New Britain), rakot (Kurtatchi, Bougainville). Philippines: dadayem (Ibanag), burburtak (Ilocano), pisau-pisau (Bisaya). Thailand: puen noksai, kee nok sai, yaa koncham khaao. Vietnam: d[ow]n bu [oos] t, t [uwr] t [oo] hoang, q [ur]y tr [aa] m th [ar] o. NAMA SIMPLISIA Bidentitis pilosae Herba; Herba Ajeran.Penyakit Yang Dapat Diobati :
SIFAT KHAS Mendinginkan, rasa pahit, dan melancarkan peredaran darah. KHASIAT Antiinflamasi, antipiretik, dan antiseptik.

Pemanfaatan : (lebih…)

Read Full Post »

Akar Manis

(Glycyrrhiza glabra L,)

Sinonim :
-

Familia :
Papilionaceae (Leguminosae)

Uraian :
Simplisia ini masih diimport, sebab belum dapat ditanam di Indonesia. Bagian yang digunakan Akar.
Nama Lokal :
NAMA SIMPLISIA Glycyrrhiza Radix, Liquiritae Radix; Akar Manis

Penyakit Yang Dapat Diobati :
SIFAT KHAS Menetralkan, rasa manis. KHASIAT Ekspektoran, anti inflamasi, dan spasmolitik.

Pemanfaatan :

KEGUNAAN
Anti kolestrol.
Bronkhitis.
Batuk.
Mulas
Tukak lambung

RAMUAN DAN TAKARAN (lebih…)

Read Full Post »

Akar Wangi

(Vitiveria zizanioides (L,) Nash. Ex, Small)

Sinonim :
Andropogon zizanioides Urban. Andropogon squarrosus Hackel. Andropogon muricatus Retz.

Familia :
Poaceae (Gramineae)

Uraian :
Rumput menahun, tinggi dapat mencapai 1 meter. Batang lunak, beruas-ruas, berwarna putih. Daun tunggal, bentuk pita, ujung runcing. Pelepah memeluk batang, warna hijau keputih-putihan. Perbungaan bentuk bulir di ujung batang. Buah padi, berduri, berwarna putih kotor. Akar termasuk akar serabut berwarna kuning. Bagian yang digunakan Akar dan minyak atsiri.
Nama Lokal :
NAMA DAERAH Useur (Gayo); Hapias, Usar (Batak); Akar babau (Minangkabau); Akar banda (Timor); Iser, Morwastu (Sumatera Utara); Usa, Urek usa (Makasar); Janur, Narawastu, Usar (Sunda); Larasetu, Larawastu, Rarawestu (Jawa). NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA Vitiveriae Radix; Akar wangi. Oleum Vitiveriae aetheriae; Minvak Akar wangi.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Khasiat Diaforetik.

Pemanfaatan :

KEGUNAAN
Bau mulut (obat kumur).
Rematik (obat luar).

RAMUAN DAN TAKARAN (lebih…)

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya.