Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘tanaman obat’ Category

Beluntas (Pluchea indica) diyakini sejumlah kalangan sebagai obat alami untuk demam, rematik dan sejumlah penyakit lainnya. Tanaman perdu ini banyak dijumpai di berbagai tempat di Indonesia. Kerap dimanfaatkan sebagai pagar tanaman dan lalapan.

Tanaman perdu yang bisa mencapai tinggi 1-2 meter ini memiliki daun bertangkai pendek, bergerigi di bagian pinggir dan berwarna hijau terang. Ia memiliki fungsi mendinginkan sehingga memicu keluarnya keringat dan menyebabkan suhu tubuh menjadi turun. Selain itu, juga bisa menambah nafsu makan pada anak-anak.

Untuk obat demam, Anda bisa menyeduh 15 helai daun beluntas dengan air panas dan diminum satu kali sehari. Sementara untuk rematik, rendam akar beluntas dalam segelas air, kemudian disaring dan diminum. Selain kedua penyakit tersebut, beluntas juga bermanfaat untuk menghilangkan bau badan dan mulut, melenyapkan keputihan, pegal linu, nyeri haid, sakit perut, dan gangguan pencernaan pada anak.

Untuk menghilangkan bau badan dan mulut serta melenyapkan gangguan pencernaan pada anak, Anda cukup mengukus beberapa helai daun beluntas dan memakannya sebagai lalap.

Sementara untuk nyeri haid, seduh daun beluntas yang telah diremas dengan air panas dan diberi sedikit asam serta garam, lalu disaring dan diminum. Resep sama bisa dilakukan untuk menyembuhkan sakit perut. Sedangkan untuk menghilangkan keputihan, daun beluntas direbus bersama akar tapak liman, kemudian diambil airnya. 
 

situshijau.co.id, 28 Januari 2003

Read Full Post »

Sejumlah 18 jenis tanaman obat di Indonesia berpotensi menurunkan kesuburan atau antifertilitas pria. Dengan pengujian lebih lanjut, tanaman obat itu bisa menjadi alternatif alat kontrasepsi pria.

Sejumlah 18 jenis tanaman obat di Indonesia berpotensi menurunkan kesuburan atau antifertilitas pria. Dengan pengujian lebih lanjut, tanaman obat itu bisa menjadi alternatif alat kontrasepsi pria.

Kepala Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (SP3T), dr Azwar Agoes, mengemukakan hal itu dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan Perkumpulan Andrologi dan Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia, Sabtu (22/4).

Ke-18 jenis tanaman obat tersebut, di antaranya bunga kembang sepatu (Hibiscus Rosa-sinensis L), pare (Momordica charantia), biji papaya (Carica papaya), kunyit (Curcuma domestica), dan biji oyong (Luffa acutangula Roxb.)

Selain itu, daun manggis (Garcinia mengostana), tapak dara (Catharantus roseus), biji kapas (Gossypium hirtusum), cantel (Andropogon sorghum), sitawar (Costus speciosus), dan gandarusa (Justicia gandarussa).
Uji coba pada tikus dan kelinci jantan oleh sejumlah peneliti di Indonesia, membuktikan bahwa 18 jenis tanaman itu berkhasiat menurunkan kesuburan.

Menurut mantan dosen Fakultas Kedokteran Unsri itu, ke-18 tanaman itu menghambat pertumbuhan spermatozoa (spermatogenesis), menggagalkan pematangan sperma, menghambat transportasi sperma melalui degenerasi saluran sperma, dan menghalangi penyimpanan spermatozoa. Ekstrak tanaman pare,, mengandung senyawa sitotoksik seperti saponin triterpen dan cucurbitacin, yang dapat menurunkan kualitas dan jumlah sel sperma pada tikus jantan. Tapak dara punya efek menghambat proses pematangan sperma.

situshijau.co.id, 13 Mei 2006

Read Full Post »

Badan Pengawasan Obat dan Makanan bekerja sama dengan sepuluh perguruan tinggi dan tiga institusi penelitian pemerintah tahun 2005 memprioritaskan penelitian 19 tanaman obat calon obat asli Indonesia.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan bekerja sama dengan sepuluh perguruan tinggi dan tiga institusi penelitian pemerintah tahun 2005 memprioritaskan penelitian 19 tanaman obat calon obat asli Indonesia.

Sembilan tanaman obat yang telah diteliti sejak tahun 2003 kini sedang menunggu finalisasi uji klinis di beberapa rumah sakit sebelum disetujui sebagai fitofarmaka (obat tradisional yang telah melalui penelitian hingga uji klinis).

Menurut perkiraan, penelitian 19 tanaman obat tersebut membutuhkan waktu 2-3 tahun, dari tahap awal hingga uji klinis. “Penelitian ini sengaja diarahkan untuk dipimpin para dokter agar sosialisasi pascapenelitian lebih mudah dilakukan,” kata Kepala Badan POM Sampurno ketika dihubungi, Jumat (11/2).

Hasil berupa obat fitofarmaka tersebut diharapkan dapat menjadi obat pendamping bagi para pasien pengonsumsi obat- obat kimia, yang lebih sering diresepkan para dokter.

Sedangkan jenis penyakit yang diharapkan dapat ditangani melalui penelitian ini adalah antimalaria, antihepatitis, antidiabetes, pelindung hati, antituberkulosis, antihipertensi, peluruh batu ginjal, asam urat, dan sesak napas.

Menurut Sampurno, pemilihan ke-19 tanaman obat didasarkan pada beberapa hal, seperti khasiatnya, jenis tanaman mudah diperoleh, dan tidak memerlukan kerumitan teknologi dalam prosesnya.

Langkah pengembangan penelitian tersebut, ujar Sampurno, didasarkan pada hasil penelitian sembilan tanaman obat tahun 2003 yang hasilnya dinilai menjanjikan.

Saat itu yang diteliti adalah kunyit, temu lawak, dan jati belanda yang mampu menurunkan kadar kolesterol, mengkudu dan daun salam menurunkan kadar gula darah, cabe jawa sebagai afrodisiak, sambiloto dan jahe merah sebagai antineoplasma, serta daun jambu biji sebagai pembangkit trombosit bagi pasien demam berdarah. (lebih…)

Read Full Post »

Buah Merah Obat Ajaib?

Suplemen yang kini banyak beredar di pasaran justru membuat masyarakat menjadi susah karena pengaturannya tidak benar.

PADA suatu kesempatan, Farmakolog Prof dr Iwan Darmansjah SpFK berujar kalau suatu obat klaimnya macam-macam, obat tersebut tergolong ajaib. Tidak ada bukti ilmiah untuk itu. Atau bisa dikatakan obat tersebut obat ngawur. Di dalam ilmu kedokteran yang penting adalah bukti ilmiah.

Suplemen yang kini banyak beredar di pasaran justru membuat masyarakat menjadi susah karena pengaturannya tidak benar. Masyarakat beranggapan, apa yang diperjualbelikan di pasar adalah efektif. Hal semacam itu juga terjadi pada obat, apalagi suplemen.

Obat homeopati yang sudah dipakai sejak 200 tahun lalu, ternyata berdasarkan pengujian dengan metode yang tepat di Prancis menunjukkan ketidakefektivan. Atau, bisa disebut sebagai obat bohong. Hal semacam ini juga banyak terjadi pada suplemen.

Iwan mengatakan, ada uplemen yang diiklankan di televisi dan surat kabar, setelah ditelitinya ternyata sama dengan placebo alias bohong. Sayangnya orang awam sulit menilai efektivitas suatu suplemen. Suplemen menimbulkan kontroversi luar biasa. Banyak orang yang sembuh karena faktor kebetulan (efek placebo). Jadi tidak ada buktinya. (lebih…)

Read Full Post »

Khasiat daun salam

Daun salam adalah jenis rempah daun yang biasa digunakan untuk berbagai masakan. Dibalik itu, daun salam juga memiliki khasiat obat yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pohon salam (Syzygium polyanthum) yang biasa tumbuh liar di hutan dan di pegunungan bisa mencapai ketinggian 25 meter dan lebar pohon 1,3 meter itu berkhasiat mengobati diare, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, kencing manis, dan maag. Sementara, buahnya yang berbentuk bulat kecil bisa digunakan untuk mengobati mabuk akibat alkohol.

Kandungan kimia yang dikandung tumbuhan tersebut adalah minyak atsiri, tannin, dan flavonoida. Bagian pohon yang bisa dimanfaatkan sebagai obat adalah daun, kulit batang, akar, dan buah. (lebih…)

Read Full Post »

Labu Cegah Gusi Berdarah

Labu siam atau Jipang (sechium edule) adalah jenis tumbuhan suku labu-labuan yang dapat dimakan buah dan pucuk mudanya. Tanaman ini tumbuh merambat diatas tanah atau agak memanjat dan biasanya sering dibudidayakan di pekarangan atau kebun belakang, biasanya sering didekat kolam. Buahnya menggantung dari tangkai dengan bentuk daun segitiga dan permukaan daunnya sedikit berbulu.

Negara pengekspor utama labu siam didunia adalah costa rica, sementara di Indonesia labu siam termasuk kedalam kategori sayuran sekunder, namun kita dapat menjumpainya di pasar-pasar tradisional. Buahnya merupakan sayuran penting dimasakan. Orang Indonesia mengenalnya sebagai labu siam, karena memang tanaman ini didatangkan dari negri siam. (lebih…)

Read Full Post »

Tanaman Keji Beling

Keji beling atau orang jawa menyebutnya dengan nama “sambang geteh”, sementara di tanah pasundan dikenal dengan sebutan “remek daging”, “reundeu beureum”, dan orang ternate menyebutnya dengan nama “lire”.

Tumbuhan ini memiliki banyak mineral seperti kalium, kalsium, dan natrium serta unsure mineral lainnya. Disamping itu juga terdapat asam silikat, tannin, dan glikosida. Kegunaannya sebagai obat disentri, diare (mencret) dan obat batu ginjal serta dapat juga sebagai penurun kolesterol. (lebih…)

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 41 pengikut lainnya.