Feeds:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk ‘tanaman obat’ Kategori

Sirih Bagus Buat Vagina

Daun Sirih
(istimewa)

INILAH.COM, Jakarta – Daun sirih telah berabad-abad dikenal oleh nenek moyang kita sebagai tanaman obat berkhasiat. Tidak hanya dikenal sebagai tumbuhan obat, tanaman bernama latin Piper betle lynn ini juga bagus untuk merawat vagina.

Mengapa daun sirih begitu sering digunakan untuk obat-obatan?

Karena sirih mengandung zat antiseptic tinggi yang mampu membunuh kuman. Kandungan fenol dalam sifat antiseptiknya lima kali lebih efektif dibandingkan dengan fenol biasa. (lebih…)

Read Full Post »

Tanaman Kamandrah Atasi Sembelit

Sebuah riset di Institut Pertanian Bogor menemukan bahwa tanaman Kamandrah (Croton Tigliun L) yang banyak ditemukan di Kalimantan Tengah berkhasiat multiguna bagi kesehatan, salah satunya mengatasi sembelit.

Berdasarkan penelitian Saputera, mahasiswa S3 Program Studi Teknologi Industri Pertanian Sekolah Pascasarjana IPB yang dipublikasikan di Bogor, Senin, kamandrah memiliki senyawa aktif sebagai bahan laksatif.

Laksatif, kata Saputera, adalah makanan atau obat-obatan yang diminum untuk membantu mengatasi sembelit dengan membuat kotoran bergerak dengan mudah di usus.

Dalam operasi pembedahan, obat ini juga diberikan kepada pasien untuk membersihkan usus sebelum operasi dilakukan, katanya dalam publikasi penelitian sekaligus pengajuan disertasinya berjudul ‘Karakteristik Biji Kamandrah dan Pengembangan Teknologi Proses Ekstrak Terstandar Sebagai Bahan Laksatif’.

Dalam riset itu, promovendus Saputera berada di bawah komisi pembimbing yang terdiri atas Prof Djumali Mangunwidjaja, Dr Sapta Raharja, Leonardus B.Kardono, PhD, dan Dr Dyah Iswantini.

Ia merujuk pada Dictionary of Natural Products yang menyebutkan bahwa tanaman kamandrah mengandung beberapa senyawa bahan aktif yang digunakan dalam fitofarmaka seperti minyak croton, sapium, crotonosida.2- hidroxiadenosin, isolate aglikon kamandrah.

Minyak croton dan sapium, kata staf pengajar Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya itu, juga berguna sebagai obat tumor.

Dari hasil penelitian yang dilakukannya, Saputera memprediksi senyawa aktif laksatif dalam kamandrah adalah tetradecanoic acid yang sinonim dengan myristic acid.

Ia menyebutkan, dosis efektif biji kamandrah sebagai bahan laksatif yang dilakukan pada hewan uji mencit yaitu 0.06 mililiter per 30 gram berat badan mencit (5,35 gram per kilogram berat badan mencit).

Ia merancang produk akhir ekstrak terstandar dan merekomendasikan berbentuk kapsul berdosis 11.08 miligram per kilogram berat badan (9.86 miligram per kilogram berat badan). (lebih…)

Read Full Post »

Mengenal Manfaat Asam Jawa

Perkembangan ilmu dan teknologi menghasikan berbagai macam inovasi, termasuk di bidang kesehatan khususnya obat-obatan.

Anda bisa menyebutkan berbagai jenis obat yang diproduksi untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Obat jenis ini biasa disebut dengan obat-obatan kimia sintetis.

Tanpa sadar, ditengah gencarnya produksi obat-obatan kimia sintetis, seringkali kita lupa dampak negatif yang akan muncul dari penggunaan obat-obatan jenis tersebut. (lebih…)

Read Full Post »

Tanaman untuk Penderita Diabetes

Diabetes adalah penyakit yang diakibatkan karena meningkatnya kadar gula dalam tubuh, dan sebagai salah satu penyakit yang mematikan. Beberapa tanaman dapat membantu untuk menurunkan kadar gula dalam tubuh maupun tekanan darah tinggi dan kolesterol.

Di antaranya, pare. Tanaman yang rasanya pahit ini jika dikonsumsi 50 – 100 mililiter (3-6 sdm) jus pare per hari mampu membantu sel menggunakan glukosa secara lebih efektif dan meredam penyerapan gula di dalam usus.

Gymnema Sylvestre atau yang terkenal dengan tanaman penghancur gula ini mempunyai kemampuan untuk mendeteksi rasa manis. Juga terkenal sebagai tanaman yang paling kuat mengendalikan gula darah. (lebih…)

Read Full Post »

Sirih Merah

Sirih merah kini sedang jadi primadona. Daunnya terlihat eksotis dengan warna merah yang mencuri perhatian. Selain indah untuk hiasan, tanaman ini diyakini membawa kebahagiaan, dan bisa menyembuhkan aneka penyakit.

Ternyata, tanaman sirih sangat banyak macamnya. Tak hanya yang berdaun hijau, tetapi juga yang hitam, merah, kuning, bahkan perak. Sekarang, sirih merah (Piper crocatum)-lah yang sedang diburu orang.
Seperti halnya sirih hijau, tanaman sirih merah tumbuh merambat di pagar atau pohon. Ciri khas tanaman sirih merah, batangnya bulat berwarna hijau keunguan dan tidak berbunga. Daunnya bertangkai membentuk jantung hati dan bagian atasnya meruncing. Permukan daun mengilap dan tidak merata.
Yang membedakan dengan sirih hijau adalah bila daunnya disobek maka akan berlendir. Seperti sirih hijau, rasa sirih merah pun rasanya pahit getir. Namun aromanya lebih wangi dibandingkan sirih hijau.
Selain bersifat antiseptik seperti sirih hijau, sirih merah juga bisa dipakai mengobati diabetes, kanker, peradangan, hipertensi, hepatitis, dan ambeien. Jika dibuat teh herbal bisa mengobati asam urat, darah tinggi, kencing manis, maag, atau kelelahan. “Saya sudah membuktikan sendiri,” tutur Bambang Sudewa dari Klinik Herbal Center (KHC), Yogyakarta, yang sembuh dari diabetes karena rajin mengunyah sirih merah dan kini memproduksinya menjadi teh herbal.

TEMPAT TEDUH
Tanaman sirih merah lebih suka tumbuh di tempat teduh. Misalnya di bawah pohon besar yang rindang. Bisa juga tumbuh subur di tempat yang berhawa sejuk. “Hanya butuh 60 – 75 persen cahaya matahari, ” tegas pria yang biasa dipanggil Dewo.
Dengan tumbuh di tempat teduh, daunnya akan melebar. Warna merah marunnya yang cantik akan segera terlihat bila daunnya dibalik. Batangnya pun tumbuh gemuk. Bila terkena banyak sinar matahari, batangnya cepat mengering. Sebaliknya bila terlalu banyak kena air akar dan batangnya akan membusuk.
Hal ini diamini oleh Akhief Nastain dari PJ Sekar Kedathon perwakilan Bekasi. “Jika kebanyakan air, tanaman akan mati. Kena panas terus pun akan mati juga. Artinya, jika di pot tidak boleh langsung kena matahari. Sangat baik jika menggunakan penutup (net) sehingga tak langsung kena hujan.”
Budidaya sirih merah bisa lewat pembibitan atau perbanyakan. Bisa melalui stek, cangkok, dan memanfaatkan setiap runduk batang. Bagi para pemula, sebaiknya memilih cara pertama dan kedua. Sedangkan runduk batang bisa dilakukan bila tanaman sirih merah sudah mulai menjalar atau berkembang pesat. (lebih…)

Read Full Post »

Sirih Merah Sebagai Tanaman Obat

Anda tengah mencari penghias teras sekaligus obat serbaguna? Sirih merah layak dipertimbangkan. Di balik sosoknya yang cantik, anggota famili Piperaceae itu manjur mengatasi beragam penyakit.

Pada 1990-an sirih merah difungsikan sebagai tanaman hias oleh para hobiis. Maklum penampilannya memang aduhai. Permukaan daun merah keperakan dan mengkilap saat cahaya menerpa. Baru 2 tahun terakhir Piper crocatum itu ramai dimanfaatkan sebagai tanaman obat.

Secara empiris kerabat lada itu tokcer mengatasi diabetes mellitus, kanker payudara, maag akut, batu ginjal, ambeien, serangan jantung, dan stroke. Menurut Bambang Sudewo, herbalis di Yogyakarta, sirih merah juga dapat mencegah beragam penyakit.

Supaya kesembuhan yang diharapkan cepat datang, pemilihan daun sebagai bahan baku amat penting. Tanaman siap panen minimal berumur 4 bulan. Saat itu sirih merah terdiri atas 16—20 daun. Pada saat itu daun sudah relatif lebar, dengan panjang 15—20 cm. Daun siap petik harus berumur 1 bulan, bersih, dan warna mengkilap. Daun yang dipetik berumur sedang, tidak terlalu tua atau muda, karena kadar zat aktifnya tinggi.

Daun yang subur berukuran 10 cm dan 5 cm. Bila dipegang, daun terasa tebal dan kaku (tidak lemas). “Semakin tua warna daun, semakin tebal. Semakin tebal daun, semakin kaku,” kata Soekardi—pengelola kebun pembibitan tanaman obat di Bogor. Aroma daun tajam dan rasanya pahit. Dalam sepekan panen sekali, tapi bila tanaman rimbun panen setiap hari juga memungkinkan. Hindari memetik daun yang terkena cipratan tanah, terutama pada waktu musim hujan. (lebih…)

Read Full Post »

Makan Tomat Mencegah Kerutan

Banyak orang mengenal tomat sebagai buah yang kaya vitamin dan baik bagi kesehatan. Menurut penelitian yang dilakukan belakangan ini menyabutkan bahwa tomat yang terkenal banyak mengandung lycopene terbukti dapat mencegah kerut dan bintik hitam akibat sinar matahari, yang menjadi awal terbentuknya kanker kulit. 80% kerut disebabkan oleh sinar matahari dan lycopene yang adalah merupakan antioksidan ampuh sehingga dapat menghentikan proses penuaan pada kulit yang disebabkan oleh sinar matahari.

Lycopene adalah antioksidan yang sangat ampuh dan senjata hebat dalam mencegah kerusakan kulit yang disebabkan radikal bebas. Makan pasta tomat dicampur dengan minyak zaitun selama 10 minggu sebagai tambahan dalam menu dapat mencegah penuaan dan kerutan pada kulit, dan tentunya kita harus menghindari kebiasaan yang membahayakan kilit.

Tambahkan sejumlah hidangan tomat yang dimasak ke dalam menu Anda seperti spaghetti, pizza, sup tomat atau lainnya. Jika memungkinkan pilihlah tomat yang dimasak daripada mentah. Meski tomat mentah mengandung banyak lycopene tetapi bila dimasak maka kandungannya akan meningkat hingga 4 kali lipat. (lebih…)

Read Full Post »

Khasiat Pare

Belum lama ini para ahli dikejutkan dengan temuan zat luar biasa yang mereka sebut sebagai ’bitter melon’, yakni senyawa anti HIV-AIDS.

Sayur yang rasanya pahit namun banyak yang suka, apalagi jika dilahap dengan bumbu siomay, ternyata menyehatkan lho. Si pare alias pria ( Momordica charantia ) kaya mineral nabati kalsium dan fosfor, juga karotenoid.

Belum lama ini para ahli dikejutkan dengan temuan zat luar biasa yang mereka sebut sebagai ’bitter melon’, yakni senyawa anti HIV-AIDS. Zat ini dinamai alpha-momorchorin, beta-momorchorin dan MAP30 (momordica antiviral protein 30). Zat berkhasiat ini banyak terdapat pada biji pare tua. (lebih…)

Read Full Post »

Pemerintah diminta segera membuat kebijakan yang mampu mendorong industri obat untuk mendanai riset tanaman obat Indonesia. Di Republik Rakyat China (RRC) dan Korea Selatan, kalangan pengusaha mendapat dorongan dari pemerintah untuk mengadakan riset tanaman obat.

Dr Djoko Wahyono, Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), mengatakan saat ini belum terlihat ada kebijakan pemerintah yang mampu menggugah para pengusaha untuk giat mendanai penelitian. Selama ini, sekalipun ada riset yang dilakukan kalangan pengusaha, tapi hanya terbatas pada pengembangan produk saja.

Oleh sebab itu ia mengusulkan perlu ada semacam kebijakan yang sifatnya memaksa atau menekan. ”Kalau dilihat selama ini riset TOI hanya jalan ditempat, baru empat atau lima tahun lalu mereka mulai mengadakan riset,” kata Djoko kepada wartawan, Selasa (9/10) di Purwokerto.

Belum adanya riset tanaman obat yang memadai, menurut Djoko, justru merugikan masyarakat. Sebaliknya bagi kalangan industri tidak ada masalah, karena jauh sebelumnya mereka sudah melakukan diversifikasi usaha. (lebih…)

Read Full Post »

Mahkota Dewa adalah tanaman perduk yang bisa mencapai ketinggian lima meter. Ia dapat tumbuh dari ketinggian 10 m dpl ( di atas permukaan laut ) hingga 1.200 m dpl.

“Mahkota Dewa”, Tanaman Obat Banyak Dicari

PARA pakar phitopharmaka ( ahli tanaman obat ) sepakat bahwa Indonesia memang kaya potensi tanaman obat-obatan. Kekayaan plasma nuftah kita kedua terbesar di dunia setelah Brasil. Namun anehnya, dalam perkembangan percaturan bisnis phitofharmaka, kita malah kalah terkenal dibandingkan dengan Cina. Negara “Tirai Bambu” ini telah membangun citra bisnis obat-obatan herbal ini, konon sudah berumur lebih dari 6.000 tahun.

Hal ini dibuktikan dengan adanya buku-buku pengobatan kuno yang telah berumur ribuan tahun. Salah satu buku pengobatan kuno yang terkenal dan terlengkap adalah Huang Ti Nei Ching ( Pengobatan internal Kaisar Kuning ). Buku pengobatan kuno ini diperkirakan dibuat pada abad ke-3 sebelum masehi.

Para pakar mengatakan, dari sejumlah 40.000 jenis tanamana di dunia, 30.000 jenis di antaranya terdapat di Indonesia. Dari sejumlah itu sampai sejauh ini tidak kurang dari 1.375 jenis tanaman terdeteksi sebagai tanaman obat-obatan. Namun, yang sudah dimanfaatkan baru sekira 400 jenis dan yang masih diteliti hanya 10 jenis saja.

Melihat angka yang tertera itu, kita sangat prihatin sekali. Karena kendati kita kaya dengan sumber daya tanaman obat-obatan, penggunaannya kecil sekali. Di Indonesia, penggunaannya masih setengah-setengah. Sementara itu, di negara Eropa dan AS saat ini justru sedang gencar-gencarnya mengadakan penelitian dan langsung ke tingkat pemakain.

Tampaknya back to nature oleh orang-orang Barat sudah bukan semboyan lagi. Mereka justru melihat bahwa pemakaian bahan kimia sintetik untuk obat banyak menimbulkan masalah dan biayanya pun lebih tinggi. Untuk memasok kebutuhan bahan baku, mereka mengimpor dari Indonesia, Cina, Thailand, dan Malaysia yang cukup luas hutan-hutannya.

Hal lain yang menarik untuk diungkapkan dalam tulisan ini adalah terdapat banyak bahan-bahan obat alami asli Indonesia yang entah bagaimana mulanya, malah lebih terkenal di negara lain. Untuk ini, saya sebut satu saja, yaitu tanaman “Mahkota Dewa”, di negeri “Tirai Bambu” banyak dijadikan sebagai bahan dasar obat tradisional mereka. Di Cina tanaman, yang habitat alamnya berasal dari Papua (Irian Jaya) ini dikenal dengan nama lain yaitu “Shian Thno”.

Racun untuk pengobatan

Menurut H. Sarah Kriswanti, penduduk KPAD Geger Kalong Bandung, yang banyak mengoleksi tanaman obat-obatan mengungkapkan, Mahkota Dewa adalah tanaman perduk yang bisa mencapai ketinggian lima meter. Ia dapat tumbuh dari ketinggian 10 m dpl ( di atas permukaan laut ) hingga 1.200 m dpl.

Bahan yang dapat dimanfaatkan untuk obat adalah bagian buahnya yang apabila telah tua benar-benar sangat menarik untuk dimakan. Padahal, buah itu sungguh sangat beracun apabila tidak diolah dahulu. Setelah diolah dikeringkan, buah irisan keringan itu bisa ditambah dengan campuran lain untuk memperkuat pengobatannya. Misalnya saja, agar tidak menjadi beser (kencing terus-menerus) bisa dicampur dengan daun mimba, dsb. (lebih…)

Read Full Post »

Areal perumahan itu tidak begitu luas, namun masih ada sisa di bagian halaman belakang yang ditata sedemikian rupa untuk pertamanan. Lahan seluas tujuh kali lima meter atau 5 meter persegi itu oleh penghuninya dikembangkan berbagai tanaman obat-obatan

Areal perumahan itu tidak begitu luas, namun masih ada sisa di bagian halaman belakang yang ditata sedemikian rupa untuk pertamanan. Lahan seluas tujuh kali lima meter atau 5 meter persegi itu oleh penghuninya dikembangkan berbagai jenis tanaman obat-obatan tradisional.

Tjok stri Agung Adnyani (52), seorang kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Sanur, Kota Denpasar, mengembangkan berbagai jenis tanaman obat-obatan, minimal untuk kebutuhan keluarga.

Ibu dari seorang putra dan dua putri yang aktif dalam organisasi PKK selama 25 tahun (1978) itu, menerapkan pengobatan alternatif bagi keluarga dan lingkungannya, meskipun tidak mengenyampingkan peranan dokter untuk mengetahui penyakit apa yang dideritanya.

Adnyani merupakan salah seorang kader PKK yang tekun mengembangkan aneka tanaman untuk obat-obatan tradisional. PKK Provinsi Bali sendiri, baru menggalakkan beberapa tahun terakhir ini.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny Mas Beratha sejak ‘mengendalikan’ organisasi itu 28 Agustus 1998 berusaha membudidayakan aneka jenis tanaman obat-obatan, minimal untuk memenuhi keperluan keluarga.

Istri dari Gubernur Bali Drs Dewa Beratha yang meraih penghargaan medali emas dari Ketua Umum Tim Penggerak PKK pusat, Ny Hari Sabarno, bertepatan dengan puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (GKG) ke-30 tingkat nasional di Jakarta, 27 Desember 2002 lalu, melakukan berbagai upaya agar tanaman obat-obatan itu memasyarakat.

Ibu dari tiga putra dan seorang putri yang mengabdikan dirinya di organisasi PKK lebih dari 25 tahun itu, mulai dari anggota biasa hingga menduduki jabatan puncak, memberikan pelatihan khusus kepada kader PKK desa dan kelurahan.

Sebanyak 53 kader desa binaan Tim PKK Bali diberikan keterampilan mengenai tanaman obat keluarga (toga), sekaligus administrasi PKK dengan harapan dapat diterapkan dengan baik dalam lingkungan keluarga masing-masing.

Pelatihan yang dilakukan secara berlanjut setiap tahun, kali ini melibatkan 53 peserta utusan dari delapan kabupaten dan satu kota di Bali.

Latihan keterampilan itu disusul dengan pemberian bibit tanaman obat keluarga kepada 53 kader binaan PKK dengan harapan dapat dikembangkan di wilayah kerjanya masing-masing.

“Usaha keluarga itu diharapkan minimal dapat memenuhi kebutuhan sendiri, sehingga tidak sudah tidak susah mencarinya saat membutuhkan,” ujar Ny Mas Beratha, yang selalu mengajak para wanita dan kader PKK meningkatkan keterampilan yang bermanfaat dalam mengisi kehidupan. (lebih…)

Read Full Post »

Sejak tahun 1999, RS Dr Soetomo Surabaya telah memiliki Poliklinik Obat Tradisional,? kata Sutaryadi. Perkembangan produksi dan penggunaan obat tradisional pun setiap tahun semakin meningkat. Dalam tahun 2001 saja di Badan POM telah terdaftar
Cara-cara penggunaan tumbuh-tumbuhan sebagai obat sudah dikenal sejak zaman dahulu. Seperti catatan kuno Papyrus Ebers yang menyebutkan pada tahun 1550-1320 SM di Mesir telah ada sekitar 700 bahan obat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Kemudian di Cina masa Kaisar Houang Ti (2698-2599 SM), tumbuhan dimanfaatkan sebagai obat penyembuh penyakit.

Bahkan Hippocrates yang dikenal sebagai Bapak Kedokteran mengungkapkan dalam buku berjudul Corpus Hippocratum bahwa ia senantiasa menggunakan 230 macam tumbuhan dalam praktek pengobatan yang dilakukan.

Sedang di Indonesia sendiri, bukti pemanfaatam tumbuhan sebagai obat dapat dilihat dari relief di Candi Borobudur yang menggambarkan orang sedang meracik obat (jamu) yang berasal dari tumbuhan. Bukti lainnya tercantum dalam berbagai naskah lama seperti Serat Primbon Jampi maupun Serat Racikan Boreh Wulang nDalem.

Sampai sekarang, penggunaan tumbuhan sebagai obat masih terus dilakukan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan 80 persen penduduk negara berkembang masih mengandalkan pemeliharaan kesehatan dengan pengobatan tradisional dan 85 persen pengobatan tradisional ini menggunakan tumbuhan sebagai obat. (lebih…)

Read Full Post »

TANAMAN ANTIMALARIA

Di samping obat-obatan medis, beberapa tanaman juga dikenal bisa membantu penderita malaria melawan penyakitnya. Tanaman tersebut memang belum terbukti mampu mematikan bibit penyakit malaria. Namun, ia sudah terbukti mampu meningkatkan daya tahan tubuh
Malaria memang bukan penyakit penyebab kematian papan atas. Namun, gejalanya bikin orang kurang produktif. Dengan beberapa jenis tanaman, ternyata gejala itu bisa diusir.

Di wilayah tropis seperti Indonesia, malaria merupakan penyakit yang cukup banyak diderita. Penyakit menular ini disebabkan oleh protozoa yang bernama plasmodium, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk jenis tertentu. Yang sering menularkannya adalah nyamuk Anopheles.

Bila biang keladinya Plasmodium vivax, penyakitnya disebut malaria tertiana. Malaria ini ditandai dengan munculnya demam hingga tiga hari sekali. P. malariae menyebabkan malaria kuartana yang ditandai dengan demam muncul tiap empat hari. Sedangkan, P. falciparum mengakibatkan malaria falciparum. Jenis malaria terakhir ini paling serius, bahkan bisa berakhir dengan kematian.

Memang, penyakit ini sangat jarang berakibat kematian. Namun, gejala yang ditimbulkannya dapat menurunkan produktivitas penderitanya. Penyakit ini ditandai dengan gejala-gejala badan terasa tidak enak, sering demam hingga suhu tubuh mencapai 40oC.

Sebaiknya pemeriksaan terhadap kemungkinan deman akibat penyakit ini dilakukan oleh dokter. Bisa jadi demam yang muncul bukan akibat malaria, sehingga obatnya bukan obat malaria. Untuk mengetahui dengan pasti ada-tidaknya bibit penyakit malaria dalam tubuh hanya bisa lewat pemeriksaan laboratorium.

Sampai sekarang kina masih dikenal sebagai obat untuk melumpuhkan bibit malaria. Namun, obat buatan pabrik yang mirip kina pun sudah banyak diproduksi. Hanya dokter yang bisa menentukan obat yang tepat untuk penderita malaria.

Di samping obat-obatan medis, beberapa tanaman juga dikenal bisa membantu penderita malaria melawan penyakitnya. Tanaman tersebut memang belum terbukti mampu mematikan bibit penyakit malaria. Namun, ia sudah terbukti mampu meningkatkan daya tahan tubuh penderitanya. Penelitian terhadap mencit membuktikan hal itu. Mencit tertular malaria yang diberi obat tradisional ini bisa bertahan hidup lebih lama ketimbang yang tidak diberi. Agaknya, dengan pemberian obat tradisional itu kerusakan hati dan limpa akibat ulah bibit penyakit malaria bisa dicegah. Beberapa tanaman yang diteliti juga menunjukkan kemampuan meningkatkan imunitas. Tanaman-tanaman itu di antaranya adalah sambiloto, pulai, bratawali, dan johar.

Bersifat plasmodicide
Bila sambiloto (Andrographis paniculata Nees) dipilih sebagai obat alternatif, bagian yang digunakan adalah daunnya. Tanaman terna ini tumbuh lurus dengan banyak cabang. Tingginya cuma 50 – 80 cm. Daunnya terbukti tidak beracun dan memiliki sifat antipiretik (menghilangkan demam). Sifat antipiretik inilah yang bisa membantu penderita malaria dalam melawan penyakitnya.

Dalam penelitian in vivo (di dalam tubuh makhluk hidup), daun sambiloto memang tidak mematikan P. berghei pada mencit. Namun, mencit yang tertular bisa diperpanjang masa hidupnya karena hati dan limpanya terlindung dari kerusakan. Dengan demikian penggunaan daun sambiloto dapat menunjang penggunaan obat plasmodicide (bersifat menghancurkan plasmodia). Hasilnya, sudah terlihat pada pemberian pertama. Meski begitu, dianjurkan untuk menggunakannya secara terus-menerus.

Daun sambiloto bisa digunakan sebagai obat oral tunggal tradisional. Setiap kali hendak menggunakannya diperlukan sekitar setengah genggam daun sambiloto segar. Bahan itu dicuci, direbus dengan tiga gelas minum air bersih hingga tinggal sekitar 3/4 bagiannya. Setelah disaring dan ditambahi madu (kalau dirasa perlu), air rebusan sudah siap dijadikan obat tradisional untuk malaria. Dalam sehari penderita dianjurkan meminumnya tiga kali, masing-masing sebanyak ? gelas minum.

Kalau di dekat rumah tumbuh pohon pulai (Alstonia scholaris R. Br.), ada baiknya tanaman ini yang dipilih. Tinggi pohon ini bisa mencapai 25 m dengan diameter batang 40 – 60 cm. Di Jawa, pulai umumnya ditemukan di daerah berketinggian di bawah 900 m di atas permukaan laut.

Bagian tanaman yang digunakan bukan lagi daunnya, tapi kulit pohonnya. Rasa bagian pohon ini pahit dan tak berbau. Menurut Perry, kulit kayu tsb. baik untuk pengobatan malaria kronis yang disertai pembesaran limpa. Di dalamnya terkandung senyawa alkaloid. Air dari seduhan kulit tanaman ini terbukti tidak beracun. Secara in vitro (di dalam tabung percobaan) terbukti ekstraknya bersifat plasmodicide pada konsentrasi 10 – 100 mikrogram/mikroliter. Apakah alkaloid yang dikandungnya bersifat plasmodicide, belum terbukti. (lebih…)

Read Full Post »

Ekstrak Tumbuhan Cegah Kanker

Uji coba ramuan obat tradisional Cina terhadap tikus dan mencit menunjukkan khasiat menghambat pertumbuhan tumor. Ramuan terdiri dari ekstrak tumbuhan Forum japonicus,
Uji coba ramuan obat tradisional Cina terhadap tikus dan mencit menunjukkan khasiat menghambat pertumbuhan tumor. Ramuan terdiri dari ekstrak tumbuhan Forum japonicus, Radix pseudo (sejenis ginseng), Ligustium wallichii (franchet), dan Atractylodes macrochephala (koidzumi).

Penelitian ini adalah tahap pendahuluan untuk mengetahui efek ekstrak tumbuhan dalam menghambat proses karsinogenesis atau munculnya kanker, khususnya pada fase inisiasi dan pascainisiasi awal kanker. Untuk mengetahui dampaknya terhadap kanker stadium lanjut (metastasis) diperlukan rancangan penelitian lanjutan.

Demikian dikemukakan Prof Dr Achmad Fudholi DEA Apt, Guru Besar Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (25/2). Fakultas Farmasi UGM bekerja sama dengan PJ Daun Teratai Natural Chinese Medicine Industry, Bandung, meneliti khasiat ekstrak ramuan yang disebut Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao (CSTRLY). Nama obat yang artinya “datang dari langit untuk memperpanjang usia” itu diproduksi perusahaan tersebut. Penelitian selesai Desember tahun lalu.

Dijelaskan Achmad, ekstrak tumbuhan diambil dari berbagai tempat di Provinsi Yunan, Cina. Ramuan tradisional itu digunakan keluarga kerajaan Cina tempo dulu untuk menjaga kelancaran metabolisme tubuh hingga memperpanjang usia. Hal ini dapat ditemukan dalam buku sastra Cina kuno. Ekstrak tumbuhan yang dijual dalam bentuk kapsul selama ini telah digunakan masyarakat Indonesia untuk mengobati berbagai penyakit terutama kanker.

Penyebab kematian

Penyakit kanker merupakan penyakit kedua terbesar di dunia setelah jantung yang menyebabkan kematian, sedangkan di Indonesia pada urutan keenam. Kanker terjadi akibat adanya gangguan fungsi homeostasis atau kegagalan mekanisme pengatur multiplikasi pada organisme multiseluler. (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 36 pengikut lainnya.