Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Jenis Anggrek’ Category

Anggrek Terkecil di Dunia

(istimewa)

 Ahli botani di Ekuador mendapat penghormatan karena menemukan anggrek terkecil di dunia dengan lebar hanya 2.1mm dan kelopak yang transparan hanya satu sel tebal.

Tanaman itu berasal dari Platystele genus yang membentuk sebagian besar miniatur tanaman.

Ilmuwan Amerika Jost Lou menemukan bunga kecil itu secara kebetulan di antara akar tanaman yang lebih besar dan ia kumpulkan dari Cerro Candelaria di timur Andes.

“Aku melihat di antara akar ada tanaman kecil yang aku sadar lebih menarik daripada anggrek yang lebih besar,” katanya.

Itu adalah 60 anggrek baru yang telah ditemukan dalam sepuluh tahun terakhir. Dr Jost bekerja untuk EcoMinga Foundation Ekuador.

Lebih dari 1.000 spesies anggrek telah diekplorasi di negara Amerika Selatan dalam 100 tahun terakhir sebagai jalan baru membuka daerah-daerah terpencil.

Dr Jost menemukan kelompok paling menarik dari 28 jenis anggrek dari genus teagueia di daerah pegunungan dekat Banos, Ekuador.

Kelompok itu sebelumnya diperkirakan hanya memiliki enam spesies.

inilah.com, 02/12/2009

Read Full Post »

Anggrek bisa memamerkan keindahan bunganya tatkala mendapat dukungan tempat tumbuh yang mirip kondisi di habitat alamnya. Berdasarkan tempat tumbuhnya, ribuan jenis anggrek terbagi dalam anggrek epifit, terestrial, saprofit, dan litofit.

Anggrek epifit dan semi epifit hidup dengan menempelkan akarnya ke pepohonan. Akarnya itu juga berfungsi sebagai penyerap nitrogen dari udara. Jenis ini butuh naungan dari teriknya cahaya matahari. Yang tergolong epifit antara lain, Dendrobium, Cattleya, Ondocidium, Phalaenopsis, Epidendrum, Leila, dan Brassavola.

agrani-online.com, 21 Desember 2009

Sedangkan anggrek terestrial merupakan jenis yang hidup di atas permukaan tanah. Beberapa anggota kelompok ini adalah Vanda, Renanthera, Arachnis, dan Aranthera.

Sementara itu, anggrek saprofit tumbuh pada media yang mengandung humus atau daun-daun kering, seperti Goodyera sp.

Kelompok litofit memilih hidup di bebatuan. Anggrek jenis ini biasanya tumbuh di bawah sengatan cahaya matahari penuh, seperti Dendrobium dan Phalaenopsis.

Kelompok teresterial, litofit, dan saprofit memerlukan media tanam sebagai tempat hidup dan mencari makanan ketika dibudidayakan. Sementara itu, yang  tergolong epifit dan semi epifit tidak mengambil makanan dari media tempatnya menempel. “Media tersebut hanya sebagai pegangan bagi akar-akarnya dan juga penjaga kelembapan,” jelas Frankie Handoyo, pengamat anggrek spesies Indonesia.

agrina-online.com, 21 Desember 2009

Read Full Post »

Sebagai jenis flora endemik Kalimantan yang dilindungi, anggrek hitam di Kalimantan Tengah perlu dilestarikan. Dekade tahun 1980-an, anggrek ini masih mudah ditemukan di tepi jalan kawasan Marang, Kecamatan Bukit Batu, Palangkaraya.

Sebagai jenis flora endemik Kalimantan yang dilindungi, anggrek hitam di Kalimantan Tengah perlu dilestarikan. Dekade tahun 1980-an, anggrek ini masih mudah ditemukan di tepi jalan kawasan Marang, Kecamatan Bukit Batu, Palangkaraya.

?Anggrek hitam merupakan sumber plasma nutfah yang memungkinkan dijadikan bahan persilangan,? kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah (Kalteng) Yohanes Sudarto, Jumat (20/1) di Palangkaraya. (lebih…)

Read Full Post »

Pada dasarnya perbanyakan anggrek dapat dilakukan dengan biji yang disebut perbanyakan generatif atau menggunakan bagian tubuh dari tanaman yang biasa disebut sebagai perbanyakan vegetatif.

Pendahuluan

Anggrek adalah salah satu tanaman yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, karena bentuk dan warna bunga yang menarik serta sebagai bunga potong yang tahan lama.

Dalam taksonomi, anggrek termasuk dalam famili Orchidaceae, suatu famili yang sangat bervariasi dan merupakan salah satu grup yang terbesar di antara tanaman berbunga di dunia. Famili ini terdiri dari 800 genus dan lebih dari 50.000 spesies anggrek alam yang ditemukan di seluruh dunia. Anggrek alam ini disebut juga sebagai anggrek spesies yang berasal dari daerah tropis dan sub tropis. Kurang lebih 5.000 spesies diantaranya terdapat di bumi Indonesia.

Beberapa genera yang dikenal secara komersial adalah Dendrobium, Phalaenopsis, Arachnis, Cymbidium, Cattleya, Vanda serta kerabatnya. Kecuali Catttleya, seluruh genera tersebut mempunyai daerah penyebaran di Asia Tenggara (Koay, 1980 dalam Widiastoety dan Farid, 1995).

Beberapa anggrek komersial tersebut terdapat di bumi Indonesia dalam jumlah yang sangat besar. Sebagai contoh Phalaenopsis dan Paphiopedilum yang ada di Indonesia masing-masing mencakup 55% dari seluruh jumlah spesies anggrek yang terdapat di dunia. Semua jenis anggrek Dendrobium yang bunga potongnya memiliki nilai amat komersial, apabila ditelusuri dengan seksama ternyata induknya berasal dari Indonesia, kecuali D. taurianum yang berasal dari Filipina. Jenis Dendrobium ini kebanyakan terdapat di Kepulauan Maluku dan Papua (Anonim, 1993).

Mengingat potensi pasar dan sumber daya alam yang sangat besar itulah maka seyogyanya tanaman anggrek ini memperoleh lebih banyak perhatian dari para penganggrek dan pecintanya. Perhatian itu salah satunya dapat diberikan dalam bentuk pengembangan teknik budidaya tanaman anggrek. Dan salah satu aspek budidaya yang merupakan kunci dalam pengembangan teknik tersebut adalah produksi bibit tanaman anggrek.

Jenis-jenis Anggrek

Menurut tempat tumbuhnya, anggrek dibagi menjadi :

Epifit

Anggrek tipe ini memiliki akar fungsional yang berjurai di udara sedangkan akar-akar yang menempel pada substrat atau media hanya berlaku sebagai jangkar untuk menahan tanaman agar tetap pada posisinya. Karena itu anggrek epifit tidak hanya menempel pada pohon lain tetapi dapat juga pada tebing-tebing tinggi. Termasuk kategori ini adalah Phalaenopsis.

Semi Epifit

Seperti halnya epifit, maka semi epifit juga tumbuh menempel di tempatnya. Hanya saja pada semi epifit sebagian sistem akarnya yang aktif juga berfungsi di bawah permukaan media sedangkan akar-akar yang aktif lainnya adalah akar udara. Termasuk kategori ini antara lain : Brassavola, Epidendrum, dan Laelia.

Terrestria

Anggrek ini adalah anggrek tipe tanah, hidup dan tumbuh di tanah, dengan tanah atau humus sebagai media. Ada dua jenis anggrek terrestria, yaitu :

Terrestria sejati, akar atau batang di dalam tanah yang bersama-sama seluruh sistem akarnya berada di dalam tanah. Termasuk kategori ini antara lain : Cryptostylis dan Habenaria.

Terrestria dengan umbi semu yang sebagian atau seluruhnya berada di atas tanah. Akar-akarnya pun tak begitu dalam memasuki tanah, melainkan berada dekat di bawah lapisan permukaan tanah. Termasuk kategori ini antara lain : Cymbidium dan Coelogyne.

Semi Terrestria

Anggrek ini juga masuk dalam tipe anggrek tanah. Meskipun demikian dibedakan dari terrestria karena tidak mempunyai bonggol atau umbi semu. Anggrek ini lebih tepat dikatakan tumbuh di atas permukaan tanah, dekat di bawah lapisan permukaan tanah. Termasuk kategori ini antara lain: Arachnis dan Vanilla (Satoto, 1991).

Menurut cara pertumbuhannya, anggrek dibagi menjadi:

Monopodial

Anggrek tipe ini hanya mempunyai satu sumbu utama. Artinya pertumbuhan ujung batangnya boleh dikatakan tidak terbatas. Anggrek-anggrek monopodial antara lain terdapat pada Arachnis spp., Ascocenda spp., Aeridachnis spp., Renanthera spp., dan Vanda spp.

Sympodial

Anggrek tipe ini memiliki pertumbuhan ujung-ujung batang yang terbatas. Pada awalnya sumbunya tumbuh dahulu, kemudian pertumbuhannya terhenti disusul munculnya tunas baru sebagai cabang di pangkal batang pertama, tumbuh, berhenti lagi pada tinggi tertentu, begitu terus berulang-ulang. Anggrek-anggrek sympodial terdapat pada Cattleya spp., Coelogyne spp. Dendrobium spp., dan Oncidium spp.

Perbedaan cara pertumbuhan ini sangat mempengaruhi cara perbanyakannya, baik secara generatif maupun vegetatif. Tanaman anggrek tipe monopodial tidak dapat disilangkan dengan anggrek tipe sympodial.

Berdasarkan kebutuhan suhu, tanaman anggrek dibedakan menjadi :

Tipe Dingin

Yaitu anggrek yang membutuhkan suhu malam yang berkisar antara 13?- 18?C, sedang suhu siang berkisar antara 18?- 21?C. Contohnya : Cymbidium dan Miltonia.

Tipe Sedang

Yaitu anggrek yang membutuhkan suhu malam yang berkisar antara 18?- 21?C, sedang suhu siang berkisar antara 21?- 24?C. Contohnya : Dendrobium, Cattleya, dan Oncidium.

Tipe Hangat

Yaitu anggrek yang membutuhkan suhu malam yang berkisar antara 21?- 24?C, sedang suhu siang berkisar antara 24?- 29?C. Contohnya : Arachnis, Aranthera, Renanthera, dan Vanda (Widiastoety dan Farid, 1995).

Syarat Tumbuh

Cahaya

Cahaya digunakan untuk mengkonversi CO2 dan zat-zat yang diberikan pada tanaman menjadi bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Menurut Gunawan (1999), faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan terdiri atas intensitas cahaya, lama penyinaran serta kualitas sinarnya.

Pada umumnya anggrek pot seperti Cattleya, Vanda daun, Cymbidium, Phalaenopsis, dan Dendrobium membutuhkan cahaya lebih sedikit daripada anggrek tanah. Dapat dikatakan pula bahwa anggrek tanah dapat ditanam tanpa menggunakan peneduh, sebaliknya apabila anggrek pot ditanam tanpa peneduh maka akan menghanguskan daun dan pseudobulb-nya. Untuk praktisnya Cattleya, Vanda daun, dan Cymbidium membutuhkan 20-30% cahaya matahari penuh Phalaenopsis 10-15%, Oncidium 55-56% dan Dendrobium 50-60% cahaya matahari penuh.

Panjang hari, yaitu lamanya tanaman menerima cahaya dapat mempengaruhi pembungaan tanaman dewasa. Beberapa jenis Cattleya dan Phalaenopsis akan berbunga apabila ditumbuhkan pada keadaan hari pendek, yaitu penyinaran kira-kira 8 jam per hari. Ada beberapa jenis anggrek yang tidak dipengaruhi oleh lama penyinaran misalnya D. Jacquelyn Thomas atau D. Lady Hay. Vanda Joaquin paling baik mendapat penyinaran 10 jam per hari, apabila kurang dari 10 jam per hari, produksi bunga berkurang.

Kualitas sinar juga berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman anggrek. Pada umumnya di daerah tropis seperti Indonesia, cahaya putih dari matahari adalah terbaik.

Suhu

Beberapa spesies anggrek alam tumbuh di daerah pegunungan, hidup dan berkembang pada temperatur rendah yaitu antara 5? – 10?C. Anggrek-anggrek budidaya memerlukan temperatur 28? – 30?C dengan temperatur minimal 15?C. Apabila temperatur sama atau lebih tinggi dari 30?C maka kenaikan temperatur harus diimbangi dengan kelembaban udara yang tinggi serta aliran udara yang lancar. Pada suhu antara 10? – 15?C pertumbuhan anggrek sangat lambat, bahkan ada yang berhenti tumbuh dan berada dalam keadaan dorman (Gunawan, 1999).

Kelembaban

Menurut Widiastoety dan Farid (1995), kelembaban nisbi (RH) untuk anggrek berkisar antara 60? – 85?C. Fungsi dari kelembaban yang tinggi ini adalah untuk menghindari penguapan yang terlalu besar. Pada malam hari kelembaban tidak boleh terlalu tinggi, oleh sebab itu diusahakan agar media dalam pot tidak terlampau basah, sedangkan kelembaban yang sangat rendah pada siang hari dapat diatasi dengan cara pemberian semprotan (mist) di sekitar tempat pertanaman dengan bantuan sprayer.

Teknik Perbanyakan Anggrek

Pada dasarnya perbanyakan anggrek dapat dilakukan dengan biji yang disebut perbanyakan generatif atau menggunakan bagian tubuh dari tanaman yang biasa disebut sebagai perbanyakan vegetatif (Karjono, 1995). (lebih…)

Read Full Post »

Anggrek

Indahnya bunga anggrek telah dikenal sejak zaman dahulu. Saat ini jenis pohon itu banyak dipakai untuk mempercantik ruangan. Adakalanya juga digunakan sebagai pelengkap upacara-upacara adat, agama atau pesta meriah lainnya.
Indahnya bunga anggrek telah dikenal sejak zaman dahulu. Saat ini jenis pohon itu banyak dipakai untuk mempercantik ruangan. Adakalanya juga digunakan sebagai pelengkap upacara-upacara adat, agama atau pesta meriah lainnya. Bahkan di beberapa negara dinobatkan sebagai bunga kebanggaan, seperti Guatemala untuk anggrek lycasie skinneri, atau Republik Panama yang memilih jenis presteiria elata.

Di alam liar, tanaman anggrek ada yang hidup menempel pada dahan pohon atau tinggal di atas permukaan tanah yang kaya akan humus. Namun banyak orang yang kurang paham bila ditemukan tumbuhan yang mirip anggrek ketika pergi ke hutan atau gunung. Jenis pohon itu dikenal dengan sebutan lely, yang bentuk bunga, daun, serta batangnya menyerupai anggrek.

Para pehobi pemula dapat melihat sifat khas anggrek dari batangnya. Pada batang monopodial berciri pertumbuhan ujung batang boleh dikata tidak terbatas, tumbuh terus ke atas. Ciri tersebut terdapat pada jenis vanda, arachnis, lenanthera atau aerides. Sedangkan bentuk batang sympodial pertumbuhan ujung-ujung batangnya terbatas. Golongan itu dapat dilihat pada jenis cattleya, dendrobium atau oncidium.

Menurut salah satu ahli anggrek Indonesia, Sutarni M Soeryowinoto, warna anggrek menyebabkan daya tarik berbagai serangga untuk datang. Tiap warna tertentu akan dikunjungi oleh jenis serangga tertentu pula. Contohnya lebah, lebih menyukai bunga yang berwarna biru. Seekor lalat akan menghampiri bunga yang berwarna putih, sedangkan kumbang lebih tertarik pada warna kuning . (lebih…)

Read Full Post »

Anggrek merupakan salah satu tanaman hias yang paling dikagumi. Pesonanya yang menawan, banyak orang ingin memiliki.

Anggrek merupakan salah satu tanaman hias yang paling dikagumi. Pesonanya yang menawan, banyak orang ingin memiliki. Makanya tak segan-segan mereka mengeluarkan kocek cukup lumayan untuk memeliharanya. Apalagi kini bentuknya makin menarik saja. Aneka variasi warna menawan tercipta.

Munculnya berbagai jenis anggrek mampu membuat para peminat flora ini makin kecanduan saja. Pelbagai jenis warna terukir dalam keanggunan anggrek. Semua itu tak lain tercipta dari tangan-tangan kreatif para pemelihara anggrek yang telah menyebar di mana-mana, makanya tak heran kini keanekaragaman anggrek yang bermunculan menjadi tak terhingga jumlahnya. (lebih…)

Read Full Post »

Anggrek Congkok (Sunda), Antel-antelan (Jawa), Spathogglottis plicata (Latin) sering juga disebut Anggrek Tanah karena dapat tumbuh baik di tanah. Anggrek ini sedikit membutuhkan perhatian khusus agar dapat berbunga dengan baik.

Pada saat tanam letakkan arang kayu di dasar pot. Kemudian masukkan media tanam dan tanam anggrek Anda, siram dengan air secukupnya. Letakkan tanaman anggrek Anda di tempat yang banyak terkena sinar matahari. Anggrek Tanah Anda kelak akan berbunga dengan baik. Tidak percaya ?. Boleh dicoba…..!!!.

situshijau.co.id, 22 Juni 2002

Read Full Post »

Anggrek, namanya begitu pendek dan sederhana….hanya terdiri dari 7 huruf saja. Tapi kisahnya tak sependek namanya, dan permasalahan pelestariannya tidak sesederhana namanya. Masyarakat Indonesia boleh bangga dengan begitu kayanya negeri ini dengan beribu-ribu plasma nutfah anggrek hingga negeri ini dijuluki sebagai negara dengan jenis anggrek spesies terbanyak didunia. Namun bangsa ini tidak cukup hanya dengan bangga mendengar julukan megah tersebut. Kekayaan yang melimpah ini perlu “dijaga” dan “dipelihara”. Dijaga dalam artian dilestarikan dan dipelihara dalam artian dimanfaatkan. Tidak perlu disangsikan lagi, rasa cinta dan bangga bangsa ini terhadap kekayaan anggrek spesies Indonesia sangatlah besar. Terbukti dengan tingginya minat memelihara anggrek spesies, larisnya komoditas anggrek spesies di setiap stand pameran anggrek, hingga kesanggupan mengeluarkan biaya besar untuk sekedar membawa anggrek dari daerah lain. Sehingga pada dasarnya, sikap cinta dan bangga bangsa ini terhadap anggrek tidak perlu diragukan.

Berikut beberapa tips menarik untuk menyatakan cinta kita kepada si anggrek. (lebih…)

Read Full Post »

Anggrek yang saat ini masih bertengger sebagai jawaranya bunga yang paling beraneka-ragam manjadi aset tersendiri bagi bangsa Indonesia. Anggrek spesies adalah harta kekayaan yang berpotensi luar biasa. Sebagai harta kekayaan, tentu memberi konsekuensi tertentu bagi si empunya, dalam kasus ini seluruh bangsa Indonesia, khususnya masyarakat penggemar anggrek yang tentu lebih banyak mengetahui anggrek dibanding masyarakat biasa yang masih awam.

Bangsa yang memiliki harta tak ternilai tentu mempunyai banyak pilihan, apakah kita akan menjadi bangsa yang memberi harta penting nya secara cuma-cuma kepada siapapun??! Bahkan harta yang belum sama sekali kita manfaatkan?! Tentu akan sangat merugi. Jangan sampai kita menjadi bangsa yang kaya akan harta, tapi justru kebingungan oleh harta tersebut. Oleh karena itu, dalam mengoptimalkan harta karun anggrek negara ini ada beberapa point penting, antara lain:

1. Mengenali anggrek sebagai harta berharga,
hal ini menjadi sangat mendasar karena berkaitan dengan pemahaman kita terhadap pentingnya potensi yang dimiliki anggrek misal sebagai tanaman hias, bunga potong, obat, parfume, koleksi langka, kerajinan dll. Bagaimana kita bisa memanfaatkan sesuatu kalo tidak sadar bahwa sesuatu tadi berharga dan bernilai tinggi?? Itu sama saja seperti tikus yang mati kelaparan di dalam lumbung padi, si tikus tidak menyadari bahwa padi di sekitarnya adalah makanan. Oleh karena itu, pengetahuan tentang pengenalan jenis anggrek dan pemanfaatannya mutlak terus dikembangkan. Langkah rielnya : banyak membaca literatur anggrek mengenai jenis-jenisnya, potensi yang dimiliki anggrek tersebut (warna, bentuk tanaman, lama mekar, aroma, khasiat obat dll), atau sharing di milis atau forum anggrek untuk memperoleh pengetahuan dasar atau lanjut tentang anggrek spesies Indonesia, mendukung dan membantu suksesnya penelitian tentang anggrek Indonesia. (lebih…)

Read Full Post »

Insektisida Hayati

bugs
Gambar diambil dari http://whatcom.wsu.edu/

Budidaya anggrek tentunya akan mengalami interaksi baik dari lingkungan abiotik (tak hidup) dan lingkungan biotik (hidup). Salah satu bentuk interaksi biotic yaitu parasitisme, dimana anggrek berada sebagai organisme yang dirugikan, sedangkan hama sebagai organisme yang diuntungkan. Oleh karena itu, untuk melindungi tanaman anggrek dari gangguan hama, kita dapat menggunakan berbagai cara seperti pengandalian mekanis (efektif apabila hama sedikit dan ukurannya besar) atau kimiawi (pestisida). Meskipun anggrek bukan merupakan tanaman pangan, namun untuk mengurangi pemaparan residu kimia sintetik pada lingkungan, kita dapat menggunakan beberapa jenis pestisida hayati berikut. (lebih…)

Read Full Post »

Pengenalan Fungisida

Fungisida adalah zat kimia yang digunakan untuk mengendalikan cendawan (fungi). Fungisida umumnya dibagi menurut cara kerjanya di dalam tubuh tanaman sasaran yang diaplikasi, yakni fungisida nonsistemik, sistemik, dan sistemik local. Pada fungisida, terutama fungisida sistemik dan non sistemik, pembagian ini erat hubungannya dengan sifat dan aktifitas fungisida terhadap jasad sasarannya.

  1. Fungisida Nonsistemik
    Fungisida nonsistemik tidak dapat diserap dan ditranslokasikan didalam jaringan
    Tanaman. Fungisida nonsistemik hanya membentuk lapisan penghalang di permukaan tanaman (umumnya daun) tempat fungisida disemprotkan. Fungisida ini hanya berfungsi mencegah infeksi cendawan dengan cara menghambat perkecambahan spora atau miselia jamur yang menempel di permukaan tanaman. Karena itu, fungisida kontak berfungsi sebagai protektan dan hanya efektif bila digunakan sebelum tanaman terinfeksi oleh penyakit. Akibatnya, fungisida nonsistemik harus sering diaplikasikan agar tanaman secara terus-menerus terlindungi dari infeksi baru. (lebih…)

Read Full Post »

Pupuk Organik Untuk Anggrek

manure
Gambar diambil dari http://www.orchid.or.jp/

Seringkali apabila kita memelihara anggrek jenis terestrial, litofit, saprofit atau semi terestrial untuk menambahkan pupuk organik kedalam media tanamnya sebagai sumber unsur hara makro dan miro dan juga dapat untuk memperbaiki sifat kimia, biologi dan fisik tanah disekitar perakaran anggrek. Selain itu jika kita kreatif, maka sumber bahan organik dapat kita peroleh dengan mudah dari lingkungan sekitar kita, bahkan dari diri kita sendiri (ups!!). Berikut saya sajikan nilai kandungan rata-rata pupuk organik dari berbagai sumber bahan organik. (lebih…)

Read Full Post »

Phalaenopsis
Gambar diambil dari http://www.votawphotography.com

Bunga anggrek makin diminati. Pada saat ini makin banyak dihasilkan varietas baru anggrek didalam negeri. Tantangannya adalah menjaga agar bunga anggrek potong dapat tetap segar dalam waktu cukup lama. Pengiriman bunga anggrek potong tanpa pengawet kesegaran bunga, dikhawatirkan menurunkan umur peragaan bunga dan diameter bunga.
Biasanya dilakukan pulsing, yaitu mencelupkan tangkai bunga potong sedalam 4 cm kedalam larutan nutrisi selama 16 jam dalam ruang sejuk (21 derajat celcius), guna memberi bekal nutrisi cadangan sekaligus dapat melindungi tangkai bunga dari serangan mikroorganisme penyumbat pembuluh tangkai. Selama ini dipergunakan larutan pulsing berupa sukrosa 50 g/l, perak nitrat 25 ppm, asam sitrat 200 ppm. (lebih…)

Read Full Post »

Air kelapa ternyata memiliki manfaat untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman. Air kelapa yang sering dibuang oleh para pedagang di pasar tidak ada salahnya untuk kita manfaatkan sebagai penyubur tanaman. Selama ini air kelapa banyak digunakan di Lab sebagai nutrisi tambahan di dalam media kultur jaringan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa air kelapa kaya akan potasium (kalium) hingga 17 %. Selain kaya mineral, air kelapa juga mengandung gula antara 1,7 sampai 2,6 % dan protein 0,07 hingga 0,55 %. Mineral lainnya antara lain natrium (Na), kalsium (Ca), magnesium (Mg), ferum (Fe), cuprum (Cu), fosfor (P) dan sulfur (S). Disamping kaya mineral, air kelapa juga mengandung berbagai macam vitamin seperti asam sitrat, asam nikotinat, asam pantotenal, asam folat, niacin, riboflavin, dan thiamin. Terdapat pula 2 hormon alami yaitu auksin dan sitokinin sebagai pendukung pembelahan sel embrio kelapa. (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya.