Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘markisa’ Category

karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net

Pembangunan perkebunan markisa dalam skala besar akan mampu menyerap tenaga kerja yang cukup banyak, mulai dari tenaga kerja tahap persiapan, konstruksi sampai pasca kontruksi. Dengan demikian, pembangunan perkebunan ini akan berdampak positif terhadap penduduk di sekitar lokasi proyek maupun para petani peserta proyek.

Pengembangan usaha perkebunan ini akan memberikan contoh positif bagi sistem usaha tani yang intensif dan lebih maju kepada masyarakat sekitar lokasi proyek, yang bersifat praktis yaitu melalui learning by doing dan seeing is be leaving.

Sebagaimana di uraikan dalam analisis finansial, pengembangan proyek markisa ini akan meningkatkan pendapatan petani, yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan petani. Untuk ekstensifikasi usaha perkebunan markisa seluas 2 (dua) hektar dengan kredit sebesar Rp.19,2 juta per ha, akan meningkatkan pendapatan petani berkisar dari Rp. 7,54 juta per tahun (tahun ke 1) hingga Rp. 28,3 juta per tahun (tahun ke -5) atau selama periode tersebut rata-rata pendapatan bersih petani adalah Rp.1, 98 juta per bulan. Sedangkan untuk intensifikasi usaha perkebunan markisa seluas 2 (dua) hektar dengan kredit sebesar Rp. 7,9 juta akan meningkatkan pendapatan bersih petani rata-rata Rp. 2,8 juta per bulan.

Secara lebih luas proyek perkebunan ini akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan aktivitas perekonomian daerah setempat, bagi pengusaha hulu dan hilir serta penduduk sekitarnya, antara lain usaha angkutan barang dan penumpang, pedagang pengumpul, warung atau toko bahan makanan dan pakaian. Disamping itu adanya proyek ini juga akan meningkatkan perolehan devisa negara, karena komoditas ini termasuk salah satu komoditas ekspor. (lebih…)

Read Full Post »

ASPEK KEUANGAN BUDIDAYA MARKISA

karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net

ASUMSI

Dalam bab ini akan membahas tentang kelayakan usaha yang ditinjau dari aspek finansialnya. Pembahasan akan dilakukan pada usaha tani perkebunan markisa, baik untuk proyek ekstensifikasi (pembukaan perkebunan baru) maupun untuk proyek insentifikasi (usaha peningkatan produksi tanaman untuk tanaman sudah menghasilkan).


Asumsi yang Digunakan

1. Ekstensifikasi Kebun

Ekstensifikasi perkebunan markisa dilakukan di lahan milik petani sendiri. Luas kebun untuk ekstensifikasi tersebut maksimal 2 ha per petani. Hal ini didasarkan atas kemampuan petani dan keluarganya untuk mengusahakan kebun tersebut secara intensif. Namun dalam analisa finansial ini, satuan luas kebun yang dijadikan sebagai dasar perhitungan adalah 2 ha per petani.

Jenis tanaman yang diusahakan adalah varietas ungu (edulis) yang batang bawahnya berasal dari sambungan varietas kuning (flavicarpa. Jenis sambungan ini mempunyai beberapa keuntungan antara lain adalah bahwa tanaman lahan terhadap nematoda yang banyak menyerang jenis ungu, produktivitasnya lebih tinggi dari varietas ungu dan berbuah sepanjang tahun. Perkiraan produktivitas tanaman sistem sambungan tersebut adalah sebagai berikut :

Tabel 4.
Perkiraan Produktivitas Tanaman Markisa Sistem Sambungan

Tahun
Ke

Jumlah
Pohon per ha

Produktivitas

Buah

kg/ph

kg/ha

1

2

3

4

5

1.000

1.000

1.000

1.000

1.000

125

300

425

400

350

5,7

13,6

19,3

18,2

15,9

5.682

13.636

19.318

18.182

15.909

Rata-rata

320

14,5

14.545

Harga jual produk diasumsikan Rp.1.000 per kg buah. Skim kredit yang digunakan adalah Kredit Usaha Kecil (KUK) dengan bunga 24% per tahun. Kredit tersebut digunakan untuk investasi pembangunan kebun dengan jangka waktu 4 tahun, termasuk 1 tahun grace period. Selama grace period tersebut tidak ada pembayaran angsuran bunga kredit dari petani, karena pada waktu itu tanaman belum menghasilkan secara penuh. Selama grace period fee untuk koperasi tidak ada sehingga bunga yang dibebankan kepada plasma hanya 14% per tahun. Besaran teknis yang digunakan untuk analisa financial ini dapat dilihat pada lampiran A -12. (lebih…)

Read Full Post »

ASPEK PRODUKSI BUDIDAYA MARKISA

karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net

BUDIDAYA TANAMANPASCA PANEN

Tanaman markisa (passifloraceae) berasal dari Amerika Selatan yang beriklim tropis. Saat ini terdapat lebih dari 400 spesies yang mana dari jumlah tersebut sekurang-kurangnya 50 diantaranya dapat dikonsumsi buahnya. Diantara spesies tersebut yang banyak dibudidayakan secara komersial adalah markisa ungu (Passiflora edulis f. edulis Sims) dan markisa kuning (Passiflora edulis f. flavicarpa Degner). Nama lain buah markisa di luar negeri adalah passion fruit, granadilla, purple granadilla, yellow granadilla fruit atau meracuja.

Jenis tanaman markisa yang dimaksud dalam lending model ini adalah markisa asam untuk industri yaitu markisa ungu (Passiflora edulis f. edulis Sims)

  1. Lokasi
    Tanaman markisa merupakan tanaman subtropis, sehingga jika ditanam di Indonesia harus di daerah-daerah yang mempunyai ketinggian antara 800 – 1.500 m dpl dengan curah hujan minimal 1.200 mm per tahun, kelembaban nisbi antara 80 – 90%, suhu lingkungan antara 20 – 30oC, tidak banyak angin.
  2. Tanah
    Tanaman markisa dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, terutama pada yang gembur, mempunyai cukup bahan organik, mempunyai pH antara 6,5 – 7,5 dan berdrainase baik. Jika tanah tersebut masam, maka perlu ditambahkan kapur pertanian (dolomit). Pada umumnya lokasi yang sesuai untuk tanaman markisa adalah dataran tinggi, sehingga kondisi lahannya banyak yang berlereng. Sebaiknya kemiringan lahan tidak lebih dari 15%, jika lebih harus dibuat terasering untuk memudahkan pemeliharaan tanaman.
  3. Pembibitan
    Tanaman jenis tanaman yang umum dibudidayakan oleh petani adalah jenis markisa ungu (edulis), tetapi jenis ini mempunyai batang yang kecil, perakaran yang dangkal dan tidak tahan terhadap nematoda. Kemudian ada jenis lain, markisa kuning (flavicarpa) yang mempunyai batang yang cukup besar, perakaran yang dalam, tahan terhadap nematoda, tetapi buahnya kurang disukai karena rasanya lebih asam dan sari buahnya sedikit. Oleh karena itu telah dikembangkan teknik sambungan antara markisa ungu sebagai batang atas dan markisa kuning sebagai batang bawah. Teknik sambungan tersebut telah dikembangkan di Sulawesi Selatan dan ternyata hasilnya cukup memuaskan. (lebih…)

Read Full Post »

karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net

PELUANG PASAR

Sari buah markisa termasuk salah satu sari buah tropis yang semakin meningkat popularitasnya di negara-negara barat karena rasa dan aromanya yang khas. Pada umumnya sari buah markisa digunakan sebagai bahan campuran dengan sari buah lainnya. Hanya dikonsumsi buah segar langsung yang masih belum banyak dikenal oleh konsumen di negara-negara tersebut.

Negara produsen markisa adalah negara-negara di Amerika Selatan seperti Kolombia, Ekuador, Brazil, Argentina dan Peru, kemudian ada juga beberapa negara dari benua Afrika seperti Kenya, Zimbabwe, Burundi dan Afrika Selatan. Sedangkan dari benua Asia dan Australia, produsen markisa adalah Australia, New Zealand, India, Indonesia, Malaysia, Thailand dan Philipina. Pemasaran utama dari produk ini adalah ke Amerika Utara (Amerika Serikat dan Kanada), Eropa (Belanda, Jerman dan Inggris), Amerika Selatan (Brasil, Chile dan Argentina), Australia dan beberapa negara Asia (Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Bahrain dan Kuwait).

Pemasaran markisa pada umumnya dalam bentuk sari buah, baik dalam bentuk single strengh maupun frozen concentrate, selain itu sejak tahun 1994 dari Sulawesi Selatan telah diekspor ke Australia dalam bentuk pulp. Sedangkan untuk Sumatera Selatan, ekspor ke Malaysia dan Singapore dalam bentuk juice. Pemasaran buah markisa segar belum banyak berkembang karena kondisi kulit buah markisa yang mudah mengeriput sehingga penampakkannya kurang menarik. (lebih…)

Read Full Post »

BUDIDAYA MARKISA

karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net

LATAR BELAKANG

Derasnya buah-buahan impor yang masuk ke Indonesia akhir-akhir ini cukup memprihatinkan, sebab selain merupakan saingan buah-buahan asli Indonesia, juga akan banyak menyedot devisa negara. Diperkirakan impor buah-buahan ini akan terus meningkat dari tahun ke tahun, mengingat bahwa konsumsi buah-buahan penduduk Indonesia masih relatif rendah, sehingga tingkat pendapatan mereka cenderung meningkat.

Dari data BPS pada tahun 1983 didapatkan bahwa pada tahun 1991 konsumsi buah buahan penduduk Indonesia adalah 32,5 kg per kapita per tahun dan meningkat menjadi 35 kg per kapita per tahun pada tahun 1995. Walaupun terjadi peningkatan, ternyata bahwa konsumsi buah-buahan tersebut masih jauh dari yang direkomendasikan FAO, yaitu 60 kg per kapita per tahun. Hal ini tentunya merupakan peluang yang baik untuk meningkatkan produksi buah-buahan lokal, khususnya yang mempunyai kualitas tinggi sehingga mampu bersaing dengan buah impor.

Salah satu buah lokal yang diharapkan dapat dikembangkan menjadi buah ekspor adalah buah markisa (passion fruit atau gradilla). Buah markisa yang ada di Indonesia ada beberapa jenis, antara lain adalah markisa sayur atau erbis (Passiflora quadrangularis), konyal (Passiflora lingularis), markisa ungu atau siuh (Passiflora edulis f. edulis) dan markisa kuning (Passifora edulis f. flavicarpa). Erbis tidak dibudidayakan secara komersial dan hanya dikonsumsi lokal, sedangkan konyal yang berwarna kuning banyak dijual belikan sebagai buah segar di tempat-tempat tertentu karena rasanya cukup manis walaupun aromanya relatif tidak ada. Markisa ungu merupakan salah satu jenis markisa yang paling banyak dibudidayakan untuk diambil sari buahnya, sedangkan markisa kuning, yang juga untuk diambil sari buahnya, sedang dalam pengembangan di daerah-daerah tertentu, khususnya di Lampung. Sari buah markisa ungu mempunyai cita rasa manis-asam dengan aromanya yang khas. Diperdagangan dunia, sebagian besar sari buah markisa yang diperdagangkan berasal dari sari buah markisa ungu. Di Indonesia, sari buah markisa yang dijual dipasaran hanya berasal dari sari buah markisa ungu. Di luar negeri selain dimanfaatkan sari buahnya sebagai bahan campuran untuk youghurt, ice cream, jam, jelly, kue-kue atau dicampur dengan sari buah lain (panache), markisa ungu juga banyak dijual dalam bentuk buah segar.

Tanaman markisa dikembangkan di beberapa tempat di Indonesia antara lain di Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Lampung. Jenis markisa yang dikembangkan di Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara adalah markisa ungu (Passiflora edulis), sedangkan di Sumetera Barat pada umumnya adalah yang dibudidayakan adalah markisa kuning (konyal) dengan rasa manis untuk dikonsumsi langsung. (lebih…)

Read Full Post »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 41 pengikut lainnya.