KOMPAS.com — Petunia bukan tanaman yang asing di Indonesia. Flora cantik ini banyak ditemui sebagai penghias pot gantung, sebagai “bingkai” taman, atau pengisi boks di jendela. Selama ini mungkin tak banyak yang tahu bahwa Petunia bersaudara dengan tembakau.
Nama Petunia berasal dari bahasa Indian di Amerika Selatan, petun, artinya tembakau. Petunia dan tembakau berada di bawah satu famili, yaitu Solanaceae. Demikianlah hubungan “persaudaraan” mereka.
Petunia memiliki berbagai ukuran dan warna bunga. Tipe grandiflora, contohnya, memiliki bunga berbentuk terompet berukuran antara 10 cm-12 cm. Beberapa jenisnya ada yang tumbuh menjuntai sehingga cocok ditanam di pot gantung.
Tipe-tipe lainnya memiliki ukuran bunga yang lebih kecil. Dalam pertumbuhannya, Petunia akan bergerombol membentuk semak. Bunga-bunganya yang mungil akan menyebar di sela-sela daun dan batang. Hasilnya, bunga-bunga imut berwarna cerah tersebut tampil manis.
Pertumbuhan Petunia terbilang cepat. Dalam satu tahun, ia bisa berkali-kali berbunga. Warna bunganya putih, ungu, merah, biru, merah muda, atau campuran warna-warna tersebut.
Untuk menanamnya, siapkan saja media tanam yang cukup air dan nutrisi. Petunia juga termasuk penyuka matahari, jadi tempatkan ia di area yang terkena sinar matahari.
Anissa






















eh mo nanya donhk!
kalo senyawa2 kimia organik yang terkandung dalam tembakau teh apa aja sih??