(Sri Astuti Rais)
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Bogor
ABSTRACT
Germplasm as a Source for Developing New Elite Varieties of Groundnut. Sri Astuti Rais. Germplasm is one of the important resource, other than soil, water and air, that must be kept to conserved. It contain a lot of valuables traits that will be very useful for facilitating plant improvement. A high variability inside of this germplasm can be used for developing new varieties which have a specific character in its own such as tolerance to disease, tolerance to aluminum toxicity, drought tolerance, tolerance to shading, variety which has short-day maturity and high nutritional quality. Until 2002, gene bank of ICABIOGRAD-Bogor, already conserve 1146 accessions of groundnut. It consist of 176 accessions of introduced varieties, 374 accessions of local varieties, 2 accessions of wild species, and 565 accessions of breeding-lines derived from breeding population conducted in Bogor and Sukamandi. Evaluation of groundnut germplasm has been conducted in Bogor and RILET-Malang, and the results showed that 20 accessions are tolerance to acid soil, 30 accessions are drought tolerance, 26 accessions are tolerance to shading, 18 accessions have a short-day maturity, 51 accessions are tolerance to Bacterial wilt (Pseudomonas solanacearum), 43 accessions are tolerance to Rust disease (Puccinia arachidis), 25 accessions are tolerance to Leaf spot (Cercospora sp.), 31 accessions have protein content 32-34%, and 25 accessions have a high oil content (more than 45%). These selected germplasm can be recommended to be used as a parents for groundnut breeding program in Indonesia.
Key words: Groundnut, germplasm, source
Plasma nutfah adalah sumber daya alam keempat di samping sumber daya air, tanah, dan udara yang sangat penting untuk dilestarikan. Pelestarian plasma nutfah sebagai sumber genetik akan menentukan keberhasilan program pembangunan pangan. Kecukupan pangan yang diidamkan akan tergantung kepada keragaman plasma nutfah yang dimiliki karena pada kenyataannya varietas unggul, yang sudah, sedang, dan akan dirakit merupakan kumpulan dari keragaman genetik spesifik yang terekspresikan pada sifat-sifat unggul yang diinginkan.
Koleksi plasma nutfah kacang tanah di Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BB-Biogen) sampai tahun 2002 berjumlah 1146 aksesi terdiri dari 176 aksesi varietas introduksi, 374 aksesi varietas lokal, 29 aksesi varietas unggul nasional, 565 aksesi populasi galur persilangan asal Bogor dan Sukamandi, serta 2 aksesi varietas liar.
Pemberdayaan plasma nutfah baru bisa dilakukan apabila tersedia informasi yang cukup untuk sifat-sifat yang diperlukan, dengan melakukan karakterisasi sifat morfologi dan agronomi dapat dibentuk suatu figur tanaman ideal dan dengan melakukan evaluasi sifat ketahanan/toleransi dapat diperoleh tanggap tanaman terhadap pengaruh biotik atau abiotik. Genotipe terpilih yang memiliki sifat-sifat yang sesuai untuk perbaikan kacang tanah dapat digunakan lebih lanjut dalam program pemuliaan tanaman. Secara umum tujuan pemuliaan adalah menghasilkan varietas baru untuk memperbaiki stabilitas produksi, memenuhi standar mutu, sesuai dengan pola tanam setempat dan sesuai dengan keinginan pengguna.
Tujuan pemuliaan kacang tanah di Indonesia adalah meningkatkan potensi hasil secara genetik, memperpendek umur tanam, memperbaiki ketahanan terhadap penyakit penting (bercak daun, karat daun, layu bakteri, virus PSTV, dan jamur penghasil aflatoksin), memperbaiki toleransi tanaman terhadap cekaman lingkungan fisik (pH rendah, kekeringan, dan naungan; serta memperbaiki mutu biji terutama warna dan ukuran (Rais 1997).
Cara untuk mencapai tujuan program pemuliaan diperlukan sumber-sumber gen pada plasma nutfah yang dimiliki. Data informasi sifat-sifat penting sangat diperlukan dan pada makalah ini tersaji beberapa informasi hasil karakterisasi sifat-sifat dari plasma nutfah yang memiliki sifat toleransi terhadap kekeringan, naungan, lahan masam, tahan/toleran terhadap penyakit seperti penyakit karat daun, bercak daun dan penyakit layu, serta umur pendek.
dari : BULETIN AgroBio
Jurnal Tinjauan Ilmiah Riset Biologi dan Bioteknologi Pertanian
Volume 6 Nomor 2 Tahun 2004


















thank’s atas infony… jd bhn bacaan skripsi sy..