Meningkatkan Kesuburan Tanah & Menunjang Keberlanjutan Sistem Produksi Kacang-kacangan
Formula BIO-LESTARI diramu khusus untuk penyuburan lahan pertanian. Mikroba penyubur BIO-LESTARI mampu meningkatkan kemampuan nodulasi tanaman kacang-kacangan, ketersediaan hara di dalam tanah, dan menaikkan efisiensi pemakaian pupuk. BIO-LESTARI merupakan campuran bakteri pembentuk nodul pada tanaman kacang-kacangan, penambat nitrogen bebas, dan cendawan pelarut hara dengan formulasi bahan pembawa yang mengandung senyawa organik alami pemacu tumbuh dan unsur mikro yang diperlukan oleh mikroba dan tanaman.
Manfaat dan Keunggulan
• Merangsang pembentukan nodul
• Meningkatkan daya tambat nitrogen
• Meningkatkan P-tersedia dalam tanah
• Meningkatkan kesuburan tanah
• Meningkatkan efisiensi pemupukan
• Meningkatkan keberlanjutan sistem produksi
• Mengefisienkan sistem pengiriman
• Merangsang aktivitas mikroba rizosfir
• Memperlebat dan memperkuat perakaran
• Memperkokoh dan memperkuat tanaman
• Efektif untuk kacang tanah, kedelai, dan sengon
• Meningkatkan mutu bibit tanaman sengon
• Tidak mudah terkontaminasi dengan mikroba lain
Keuntungan
• Menghemat pemakaian pupuk
• Menghemat pestisida
• Tidak merusak tanah dan aman lingkungan
Cara Penggunaan
• Basahi benih dengan air secukupnya (gunakan wadah yang bersih)
• Taburkan 1 (satu) kantong BIO-LESTARI pada benih yang telah dibasahi sampai melekat rata dan segera tanam
• Pencampuran dilakukan di tempat yang teduh
Dosis dan Kandungan Mikroba
Satu kantong standar berisi 40 g BIO-LESTARI untuk pertanaman 2000 m2 atau 200 g/ha. Pupuk ini mengandung populasi sel bakteri penambat N2 non-simbiotik 107-108, Rhizobium 108-109, dan fungi pelarut fosfat 104-105 propagul per g bahan pembawa.
Perhatian
• Jangan tercampur dengan pupuk kimia
• Pada lahan masam diperlukan pengapuran secukupnya sampai pH 5,5
• Simpan BIO-LESTARI di bawah suhu <20oC dan jauh dari sinar
• Jangan digunakan lagi bila melebihi masa kadaluwarsa
Hasil Penelitian
Kaji terap BIO-LESTARI pada kacang tanah di Kabupaten Sumedang (Latosol, dosis anjuran 50 kg Urea/ha, 100 kg SP-36/ha, 50 kg KCl), MK 1999.
Pengaruh BIO-LESTARI terhadap jumlah dan bobot bintil akar, bobot kering akar, tinggi tanaman, diameter batang, bobot kering total, dan indeks mutu bibit sengon (Paraserianthes falcataria).
Rata-rata bobot kering tanaman, serapan N dan P serta jumlah dan bobot kering bintil akar kedelai yang diinokulasi BIO-LESTARI (45 HST) di rumah kaca Cikeumeuh, MK 1997.
Pengaruh pemberian BIO-LESTARI dan variasi takaran pupuk NPK terhadap bobot kering tajuk, jumlah bintil akar, serapan N dan P tanaman, jumlah polong isi, dan hasil biji tanaman kedelai pada tanah Podsolik Merah Kuning Lampung (tanpa pengapuran; pH 3,96; Al-dd 1,209 me/100g), MK 1998.
dari : biogen.litbang.deptan.go.id

















