KEDATANGAN musim hujan memang membahagiakan. Tapi, di sisi lain, genangan airnya bisa meningkatkan jumlah anggota keluarga besar nyamuk, termasuk jenis Aedes aegepty, si biang keladi penyakit demam berdarah (DBD). Kalau pun tidak membahayakan kesehatan, nyamuk “biasa” tak kalah menjengkelkan, lantaran mengganggu tidur dan gigitannya membuat gatal-gatal.
Repotnya, menghalau makhluk terbang ini dengan obat nyamuk, terkadang bisa memicu efek samping seperti sesak napas atau pedih pada mata. Tapi, tak usah cemas, kita bisa menggunakan obat nyamuk “hidup” yang sedap dipandang sekaligus ramah lingkungan. Tak membutuhkan tenaga listrik, tanpa asap, tak mengandung minyak tanah, dan sama sekali tidak mencemari udara di dalam rumah. Ya, apalagi kalau bukan tanaman anti nyamuk!
Radar nyamuk
Penelitian membuktikan, nyamuk sangat membenci beberapa jenis tumbuhan, di antaranya geranium (Pelorgonium graveolens). Pasalnya, tanaman ini berisi bahan aktif geraniol dan sitroneol yang sering dipakai sebagai campuran sabun mandi maupun sampo. Bahkan minyak atsiri geranium biasa digunakan untuk aroma terapi. Ia sangat cocok sebagai hiasan atau pajangan. karena tampilannya cantik, dengan helaian daun menjari, mirip daun pare.
Bila sudah musimnya, akan muncul bunga-bunga kecil warna ungu, merah muda, atau putih. Aromanya semerbak, tapi amat dibenci nyamuk.
Selain geranium, zodia (Evodia suaveolens) juga bikin nyamuk stres, dan akhirnya kabur. Tingginya sekitar 30 cm hingga 2 m, dengan daun hijau mengilap berbentuk panjang. Bunganya berukuran mungil, putih kekuningan. Ia bisa ditanam dalam pot maupun kebun. Cara mengembangkannya pun mudah saja, dengan menebarkan bijinya.
Sudah lama masyarakat Papua menggunakan tumbuhan perdu famili Rutaceae ini sebagai pengusir serangga, lantaran baunya tajam dan menyengat. Tak hanya nyamuk, lalat pun bakal menjauh. Aroma yang memabukkan serangga itu berasal dari zat evodiamine dan rutaecarpine.
Selain zodia dan geranium, selasih (Acimum sp.) juga termasuk kelompok tanaman yang dimusuhi nyamuk. Tanaman ini beraroma tajam, memicu rasa pusing kalau banyak dihirup, lantaran mengandung geraniol, eugenol, linalal, dan metil eugenol.
Atau, kalau menginginkan ruangan lebih harum, rosemary (Rosmarinus officinalis) bisa jadi pilihan. Tanaman ini menebar aroma wangi, sekaligus mengacaukan penciuman dan daya efektivitas “radar” sang nyamuk. Bunganya kecil-kecil warna ungu, daun berbentuk jarum tapi lembut, panjang 2-2,5 cm. Bisa diperbanyak dengan stek batang.
Tanaman famili lamiaceae ini perlu cukup air dan sinar matahari. Untuk dipajang dalam ruangan, sebaiknya diposisikan dekat jendela, agar mendapat sinar matahari.
Tempat favorit
Kelompok tanaman antinyamuk menebar aroma yang mengandung zat-zat bersifat repellent (dibenci serangga). Aroma itu akan mendominasi udara di sekitarnya.
Bila ingin lebih efektif, simpanlah tanaman di tempat-tempat favorit para nyamuk seperti pojok-pojok gelap dekat gantungan baju, kolong meja, atau lemari. Tapi jangan meletakkan tanaman ini di kamar tidur pada malam hari. Pasalnya, tanaman akan menyedot oksigen yang kita butuhkan.
Banyak sedikitnya tanaman tergantung luas ruangan. Memang belum ada penelitian tentang perbandingan luas ruangan dengan jumlah tanaman. Yang pasti, kalau ruangan luas, tentu perlu tanaman lebih banyak agar zat repellent bisa bekerja maksimal.
Bila ruangan sempit, letakkan tanaman di luar, dekat pintu atau jendela. Dengan begitu, aroma antinyamuk bisa dengan masuk ke dalam rumah secara leluasa.
Cara merawat tanaman antiserangga ini mudah saja. Siramlah secara teratur, dan usahakan mencukupi kebutuhan gizinya dengan membubuhi pupuk kandang atau kompos sebulan sekali, dan mendapatkan sinar matahari secukupnya. Lakukan pula pemangkasan secara teratur agar penampilannya selalu cantik. (els/sumber: Pure Traditional Pharmacology) ***PR-Minggu, 03 Juli 2005


















Saya baru membeli rosemary yang kecil, kira2 setinggi 30 cm dan belum terlalu lebat. yang saya tanyakan tentang perawatan rosemary, berapa kali sehari menyiramnya, setiap berapa hari sekali di keluarkan untuk mendapar sinar matahari, soalnya dua pot tanaman ini saya taruh di dalam rumah. dan yang terakhir saya tanyakan kenapa wanginya tidak tercium, apa masih kecil atau kurang banyak tanamannya…?
saya tunggu jawabannya
sebelumnya terimakasih
aq lagi neliti rosemary bwt repellent..
wangi na kecium kok..
aq pny 33 pot..mank seyh mase kecil2..
klo perawatan aq jg gak tlalu tau..
cm aq tau dy gak bs hidup di tempat tlalu panas…