Cikal Bakal Perpustakaan Indonesia
TAK banyak orang mengetahui cikal bakal perkembangan dan kepustakawanan di Indonesia adalah Perpustakaan Kebun Raya Bogor. Diawali dengan kegemaran pemerintah kolonial Belanda dalam mengembangkan ilmu tumbuh-tumbuhan, tahun 1842 terkumpullah koleksi kecil yang terdiri atas 25 buku yang dibeli Hasskarl, seorang ahli botani.
Koleksi Hasskarl mengawali berdirinya Perpustakaan Kebun Raya Bogor, dengan tujuan untuk mendukung kegiatan penelitian ilmu pengetahuan alam. Koleksi ini menjadi begitu berharga, karena dari sinilah keberadaan perpustakaan Indonesia dengan segala pernak-perniknya berasal.
Fungsi perpustakaan tidak hanya mengumpulkan dan menyimpan buku, tapi bagaimana mengomunikasikan dan menginformasikannya kepada masyarakat sehingga dapat membantu mengembangkan wawasan pengetahuan masyarakat. Perpustakaan KRB telah mengukir tinta emas dalam sejarah perpustakaan di Indonesia.
Sementara sejarah berdirinya Kebun Raya Bogor (KRB) bermula dari Prof. Dr. C.G.C. Reinwardt, botanis asal Jerman yang berada di Indonesia pada awal abad ke-19. Ia menganggap eksplorasi tumbuhan dan masalah pertanian juga merupakan tugasnya di Hindia Belanda (Indonesia). Kemudian ia menulis surat kepada Gubernur Jendral Hindia Belanda di Batavia, G.A.G.P. Baron van der Capellen, memohon sebidang tanah untuk penelitian manfaat berbagai tumbuhan, serta koleksi tanaman yang bernilai ekonomi, baik berasal dari kawasan Indonesia maupun mancanegara.
Persisnya tanggal 18 Mei 1817 dilakukan pemancangan patok pertama, kemudian tanggal tersebut menandai berdirinya Kebun Raya yang diberi nama Islands Plantentuin atau Hortus Botanicus Bogoriensis seluas 47 ha. Lokasinya berdampingan dengan Istana Gubernur Jenderal Hindia Belanda di Bogor atau yang terkenal sekarang dengan nama Istana Presiden Bogor. Melalui perjalanan yang panjang, luas Kebun Raya Bogor saat ini mencapai 87 ha.
Kebun Raya Bogor atau nama lengkapnya Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor, LIPI berada di bawah Kedeputian Ilmu Pengetahuan Ilmu Hayati – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). KRB merupakan pusat Kebun Raya yang membawahi tiga cabang Kebun Raya, yaitu Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi dan Kebun Raya “Eka Karya” Bedugul – Bali.
Kebun Raya Bogor memiliki visi menjadi kebun raya terbaik kelas dunia, terutama dalam bidang konservasi tumbuhan, penelitian dan pelayanan dalam aspek botani, pendidikan lingkungan, hortikultura, lanskap dan pariwisata.
Sementara misi yang diemban adalah melestarikan, mendayagunakan dan mengembangkan potensi tumbuhan melalui kegiatan konservasi, penelitian, pendidikan, rekreasi serta peningkatan apresiasi masyarakat terhadap kebun raya, tumbuhan dan lingkungan dalam upaya pemanfaatan yang berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat (social welfare).
**
STATISTIK koleksi Kebun Raya terdiri atas 222 famili, 1.266 marga, 3.444 jenis, 13.865 spesimen yang ditanam di atas areal kebun seluas 87 ha. Beberapa jenis koleksi Kebun Raya memiliki status kelangkaan berdasarkan IUCN Redlist sebanyak 231 jenis dengan berbagai tingkatan status kelangkaan.
Beberapa jenis koleksi merupakan koleksi unik, spesifik dan langka seperti tanaman tua yang berumur lebih dari 100 tahun, tanaman eksotik, atraktif seperti pohon raja, teratai raksasa, bunga bangkai raksasa, spesimen tipe, koleksi anggrek, koleksi palem, koleksi polong-polongan.
Tanaman koleksi ditata sedemikian rupa berdasarkan kelompok famili yang terdiri atas petak atau lebih dikenal dengan vak. Secara umum Kebun Raya Bogor dibagi menjadi dua wilayah kebun, masing-masing wilayah terdiri atas beberapa lingkungan. Masing-masing wilayah dipimpin seorang Pengawas Wilayah dan lingkungan dipimpin seorang pengamat lingkungan.
Berbagai jenis koleksi Kebun Raya dengan tingkat status kelangkaan berdasarkan IUCN Redlist Book 2001. Antara lain Acacia crassicarpa, Afzelia africana, Agathis australis, Agathis dammara, Aglaia odorata, Anisoptera costata, Aquilaria microcarpa, Araucaria rulei, Borassodendron machadonis, Brugmansia versicolor, Canarium pseudodecumanum, Chamaecyparis formosensis, Clethra javanica, dan Coccothrinax crinita
Untuk menunjang ilmu pengetahuan dan teknologi, Kebun Raya Bogor memberikan pelayanan-pelayanan semacam pelayanan pendidikan lingkungan berupa Diklat Kebun Raya dan Wisata Flora, lalu pelayanan penjualan berupa karcis pengunjung dan penjualan tanaman, lantas pelayanan jasa berupa pemanduan, fasilitas shooting dan pemotretan.
Pusat konservasi tumbuhan KRB, LIPI sebagai kawasan konservasi ex-situ memiliki kekayaan tumbuhan koleksi yang cukup menarik untuk dicermati. Salah satu upaya yang dilakukan Kebun Raya Bogor untuk mensosialisasikan bidang konservasi ex-situ adalah melalui program pendidikan konservasi dan pendidikan lingkungan dalam bentuk paket wisata flora untuk anak sekolah.
Program wisata flora bertujuan mendorong siswa untuk memiliki sikap dan tingkah laku menghargai nilai guna suatu tanaman, menyayangi lingkungan flora dan fauna. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai fenomena alam dan dampak perilaku manusia terhadap perubahan lingkungan. Adanya media praktik lapangan untuk siswa dalam mengembangkan pengetahuan secara teori. Meningkatkan keterampilan dan kemampuan siswa dalam memperbanyak dan memelihara tanaman. Lebih banyak lagi siswa mengenal manfaat berbagai jenis tanaman. Meningkatkan apresiasi siswa terhadap tumbuhan dan lingkungan sekitarnya.
Wisata flora disesuaikan dengan tingkat pendidikan dan waktu yang disediakan. Kegiatan yang dilakukan antara lain pemutaran VCD Kebun Raya/VCD Bunga Bangkai, mendengarkan uraian tentang sejarah, tugas dan fungsi Kebun Raya Bogor, nilai guna, penelitian dan pengembangan tanaman.
Peserta juga diajak melakukan praktik berupa mengenal bentuk dan struktur tumbuhan, mengenal bentuk, warna, aroma dan rasa berbagai tanaman, observasi tumbuhan epifit untuk mengetahui habitat dan sifat-sifatnya, mengumpulkan material herbarium, praktik perbanyakan tanaman, dan lain-lain.
**
PUSAT Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor memiliki tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan, penyusunan pedoman, pemberian bimbingan teknis, penyusunan rencana dan program, pelaksanaan penelitian bidang konservasi ex-situ tumbuhan tropika serta evaluasi dan penyusunan laporan.
Dalam melaksanakan tugasnya di atas, Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor menyelenggarakan fungsi berupa penyiapan bahan perumusan kebijakan bidang konvensi ex-situ tumbuhan tropika; penyusunan pedoman, pembinaan, dan pemberian bimbingan teknis penelitian bidang konservasi ex-situ tumbuhan tropika; penyusunan rencana dan program dan pelaksanaan penelitian bidang konservasi ex-situ tumbuhan tropika; pemantauan pemanfaatan hasil penelitian bidang konservasi ex-situ tumbuhan tropika; pelayanan jasa ilmu penelitian bidang konservasi ex-situ tumbuhan tropika; evaluasi dan penyusunan laporan penelitian bidang konservasi ex-situ tumbuhan tropika, dan pelaksanaan urusan tata usaha.
Dalam hal layanan perpustakaan, perpustakaan KRB terbuka untuk umum dengan sistem pelayanan terbuka dan berfungsi sebagai sarana penyimpanan, pengelolaan dan penyebarluasan informasi dan berperan dalam membantu meningkatkan kualitas SDM, meningkatkan produktivitas kegiatan penelitian dan mempercepat pemanfaatan hasil-hasil penelitian untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pengguna informasi.
Perpustakaan memiliki koleksi bahan pustaka baik dalam bentuk cetakan maupun elektronik terbitan dalam dan luar negeri. Koleksi khusus dari perpustakaan KRB ialah buku-buku dan majalah kuno (antiquariat) dalam bidang botani yang bernilai ilmiah tinggi, berumur lebih dari 100 tahun yang disajikan dalam Bahasa Belanda, Prancis, Inggris dan Jerman. Koleksi lainnya berupa laporan eksplorasi staf KRB, daftar tanaman yang dimiliki KRB, kliping Serba-serbi berita KRB dan kliping tanaman obat.
Saat ini perpustakaan terus berbenah diri. Hal itu terbukti dengan meningkatnya jumlah pengguna perpustakaan mencapai 2.885 orang (data dari buku tamu tahun 2002 – Agustus 2003). Selain datang langsung, ada juga pengguna yang memanfaatkan fasilitas surat, telefon, faksimili atau SMS. Pengguna pun dapat mencari data di komputer melalui software WINISIS produk UNESCO.(Sumber: http://krbogor.lipi.go.id)***PR-Kamis, 09 Desember 2004


















mw cari tau tentang penelitian?