Oleh Dr. Ir. WARID ALI QOSIM, M.S.
BUAH manggis merupakan salah satu komoditas buah andalan Indonesia. Sejak tahun 1970-an hingga sekarang permintaan ekspor meningkat terus sehingga dapat dikatakan buah manggis sebagai primadona ekspor yang menjadi andalan Indonesia. Sumbangan ekspor buah manggis sangat besar dalam rangka meningkatkan devisa negara dan pendapatan petani.
|
|
|
BUAH manggis yang sudah dimasukkan dalam peti untuk dikirim ke Surabaya, dari Puspahiang, Kab. Tasikmalaya, Kamis (11/1). Manggis merupakan salah satu komoditas buah andalan Indonesia.* UNDANG SUDRAJAT/”PR” |
Buah manggis memiliki nilai ekonomi tinggi dan mempunyai prospek yang baik untuk dikembangkan sebagai komoditas ekspor dan pesaingnya relatif sedikit seperti Malaysia dan Thailand dan negara Amerika Latin. Ekspor manggis menempati urutan pertama ekspor buah segar ke mancanegara kemudian diikuti oleh nanas dan jeruk.
Buah manggis yang diperdagangkan di pasar ekspor sebagian besar berasal dari kebun rakyat yang belum terpelihara baik dan sistem produksinya bergantung pada alam (tradisional). Meskipun penanganan budi daya dan pascapanen seadanya, ternyata mampu menembus pasar ekspor dalam jumlah yang cukup besar, bahkan bisa bersaing dengan manggis negara lain. Kualitas buah manggis yang berasal dari Indonesia pun sangat disukai konsumen dari Cina.
Permintaan pasar ekspor buah manggis dari luar negeri dari tahun ke tahun meningkat terus, kecuali pada tahun 1998 mengalami penurunan karena krisis moneter. Berdasarkan data statistik (dikutip www. deptan. go.id), volume ekspor buah manggis tahun 2002, 6.512,528 ton dengan nilai 6.956.915 dolar AS, mengalami peningkatan menjadi 9.304,511 ton dengan nilai 9.306.042 dolar AS tahun 2003 atau meningkat 42,8%.
Tujuan ekspor buah manggis adalah Hong Kong, Taiwan, RRC, Singapora, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan negara-negara Eropa dan akhir-akhir ini permintaan dari Amerika serikat sangat tinggi.
Di Indonesia tanaman manggis tersebar hampir di semua kepulauan. Luas panen dari tahun ke tahun meningkat terus, terbukti tahun 2003 luas panen 8.051 ha mengalami peningkatan jadi 9.354 ha tahun 2003 atau 16%. Begitu juga, produksi manggis terus mengalami peningkatan dari 62.055 ton pada 2002 jadi 79.073 ton pada tahun 2003 atau meningkat 27%.
Bagaimana kondisi pertanaman manggis di Indonesia? Pada umumnya tanaman manggis yang produktif sudah tua berumur lebih dari 100 tahun dan warisan dari orang tua yang terdahulu. Sedangkan, peremajaan tanaman baru dilakukan akhir tahun 1990-an. Sebagian besar tanaman manggis merupakan tanaman pekarangan, kebun campuran, dan ditanam pada daerah perbukitan/hutan.
Tanaman manggis ditanam dengan jarak tanam yang tidak teratur sehingga antartanaman manggis atau dengan tanaman lain saling menutupi kanopinya. Tanaman manggis bercampur dengan tanaman lain, seperti jengkol, albasia, dan pisang. Pemeliharaan tanaman relatif tidak ada, saat ini biasanya petani hanya menunggu panen manggis. Ketersediaan bibit manggis sangat sulit karena pohon induk yang berkualitas masih sangat jarang.
Produktivitas pohon manggis di Indonesia rata-rata 30-70 kg per pohon masih tergolong rendah dibandingkan negara lain seperti Malaysia dan India mencapai 200-300 kg per pohon. Masalah lain adalah kualitas buah manggis untuk ekspor sangat rendah hanya 10% layak ekspor dari total, hal ini disebabkan oleh getah kuning mencapai 20% dan burik buah 25%.
**
PADA umumnya budi daya tanaman manggis masih sangat tradisional, jarang dipupuk bahkan tidak pernah, tidak melakukan pembersihan dari rumput-rumputan dan pemangkasan. Jadi saat ini petani memanen buahnya tidak melakukan teknologi budi daya optimal hanya menunggu pohon manggis berbuah secara alamiah.
Manggis yang diekspor umumnya berasal dari daerah penghasil utama di sentra produksi manggis, seperti Tasikmalaya, Purwakarta, Bogor, Sukabumi, Lampung, Purwerejo, Belitung, Lahat, Tapanuli Selatan, Limapuluh Kota, Padang Pariaman, Trenggalek, Blitar, dan Banyuwangi.
Pengusaha agrobisnis kurang tertarik untuk berinvestasi dalam pengembangan tanaman manggis di Indonesia karena fase juvenil sangat panjang, tanaman manggis berbuah pertama 10-15 tahun dan lambatnya laju pertumbuhan bibit. Oleh karena itu, peran pemerintah dalam pengembangan tanaman manggis sangat penting untuk peningkatan luas tanam, luas panen, produksi, dan produktivitas manggis serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Untuk memujudkan program tersebut di atas dapat dikembangkan metode 3-K (klonalisasi, kolonisasi, dan konsolidasi). Pertama klonalisasi, yaitu penggunaan bibit unggul dan bermutu. Peran bibit unggul sangat penting dalam upaya meningkatkan produksi dan kualitas buah manggis. Mengingat pohon manggis bersifat apomik obligat, maka dapat dikatakan bahwa tanaman induk akan sama dengan keturunannya.
Oleh karena itu, bibit yang digunakan harus berasal dari varietas yang sama dan satu pohon induk yang bagus. Hal ini penting untuk menjamin tanaman manggis yang mempunyai produksi dan kualitas yang baik. Kedua kolonisasi, yaitu petani-petani manggis harus membentuk kelompok tani dan gabungan kelompok tani.
Di Tasikmalaya sedang diupayakan pembentukan legal formal Gabungan Kelompok Tani di Kec. Puspahiang (kelompok tani Arta Mukti), Sukaraja, Sodonghilir (kelompok tani Multi Tani Pertiwi), Salawu (kelompok tani Sabar), Mangunreja, Tanjungjaya (kelompok tani Jaya Rahaja), dan Jatiwaras (Mandala Mukti). Pembentukan gapoktan bersifat legal formal (berbadan hukum) baik dalam bentuk koperasi, perseroan terbatas, atau CV yang difasilitasi oleh Tim LPM Unpad bekerja sama dengan P2HP Deptan.
**
SELAIN pembentukan gapoktan juga Tim LPM Unpad mengadakan pendampingan tentang teknik budi daya manggis seperti pembibitan, pemupukan, penanganan pascapanen, pengolahan, dan pemasaran. Program kolonisasi sangat penting untuk mengatasi masalah usaha tani manggis, seperti permodalan, teknik budi daya, pascapanen, pemasaran, dan masalah kelompok lainnya.
Program kolonisasi bermanfaat untuk tukar informasi antaranggota kelompok tani dan dengan pihak luar dan memperkokoh kelembagaan gabungan kelompok tani yang sudah terbentuk. Di bidang pemasaran buah manggis, Tim LPM Unpad juga telah memfasilitasi penandatangan MoU antara koperasi petani manggis “Arta Mukti” Kec. Puspahiang Tasikmalaya dan eksportir PT Agung Mustika Selaras.
Ketiga konsolidasi, pengelolaan kebun manggis harus dalam satu manajemen usaha tani yang memenuhi SOP (standard operational procedure) dalam mengelola pertanaman manggis pada areal yang sama. Hal ini sangat penting untuk mengatasi tukar informasi antarkelompok dalam memajukan usaha tani manggis.
Satu tambahan program pemerintah, yaitu pengelolaan kebun manggis yang terstruktur. Akhir-akhir ini, pemerintah sedang menggiatkan program konversi hutan manggis menjadi kebun manggis yang terstruktur dengan membuat teras pada areal perbukitan, pembersihan rumput, dan semak belukar di sekitar tanaman manggis, pemupukan, dan pemangkasan ranting yang tidak produktif.
Sebagai kasus, di Kampung Cengal, Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang (Bogor), pada umumnya kondisi tanaman manggis ditanam pada jarak tanam yang rapat dan tidak terpelihara dengan baik seperti hutan, dan tanaman manggis ditanam pada daerah perbukitan. Produktivitas tanaman manggis hanya mencapai rata-rata 20 kg/pohon.
Kualitas buah sangat rendah hanya 1% yang memenuhi kualitas ekspor. Pusat Kajian Buah-buahan Tropika (PKBT) IPB melalui Proyek Rusnas (Riset Unggulan Strategi Nasional) salah satu kegiatannya membentuk dan mengadakan pembinaan kelompok tani. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pohon manggis menjadi 60 kg/pohon dan kualitas buah yang memenuhi standar ekspor dapat mencapai 40%. Dengan demikian, ekspor manggis dapat meningkatkan sumber devisa bagi negara dan meningkatkan pendapatan petani.***PR-Senin, 22 Januari 2007
Penulis, Dosen Jurusan Budidaya Pertanian dan Tim Ahli Divisi TTG Lembaga Pengabdian Masyarakat LPM Unpad Bandung.












saya mau tau donk…tempat penjualan bibit unggul manggis di mana dan kira-kira berapa harganya..?
makasih banyak tas informasinya…
kami punya lahan manggis sekitar 8 hektar didaerah solok selatan. InsyaAllah 1 bulan lagi sudah panen sekitar kurang lebih 3 ton untuk tahap awal.
Tolong info Bapak untuk pemasarannya dan berapa harga perkilogramnya. HP. 081374757110.
Dan kalau boleh tau alamat emailnya
Bisakah saya minta info nomor kontak kelompok/petani manggis? mhn info-nya via email : fra_maurha@ymail.com Terimakasih
klw mau tau info harga manggis, silahkan pesanke fbku.